Duku Mateng(Duda Kuat Mapan Dan Ganteng)

Duku Mateng(Duda Kuat Mapan Dan Ganteng)
Undangan Pertunangan


"Dja?"


Langkah Radja terhenti saat pria itu akan memasuki kamarnya, Radja mengerenyit dahinya saat melihat Rajasa Ayahnya mendekat padanya sembari membawa sesuatu.


"Undangan dari Pamanmu!" Rajasa memberikan sebuah undangan pada putranya dengan malas, sebenarnya dia malas untuk menganggap Rayhan sebagai adik tirinya. Namun dia tidak mau anak anaknya meniru sikap tidak baiknya itu nanti.


"Siapa yang akan menikah? Arjuna?" Radja menaikan sebelah alisnya, satu tangannya terulur untuk meraih undangan dari tangan Ayahnya.


"Undangan pertunangan saja, bukan undangan pernikahan. Bersiaplah minggu depan kita akan mengunjungi keluarga Malik." Rajasa menepuk pundak Radja, setelah itu dia pergi meninggalkan Radja yang tengah membuka kertas undangannya.


"Arjuna dan Anjeli? sudah ku duga Kakek juga akhirnya akan menjodohkan Arjuna sepertiku." Radja tersenyum tipis saat melihat foto Arjuna yang terlihat sangat tertekan walaupun tengah tersenyum.


Radja membuka pintu kamarnya sembari terus saja membolak balikan undangan ditangannya. Dia tersenyum miris kala sang Ayah tidak dicantumkan sebagai anggota inti keluarga Malik.


Ternyata sang Kakek benar benar sudah tidak menganggap Ayahnya lagi dikeluarga Malik. Pantas saja sang Ayah lebih memilih untuk menyandang nama Dewangga dibelakang namanya, karena Dewangga merupakan marga dari sang Ibu atau nenek Radja dan Ambaresa istri pertama Rohid.


Pandangan Radja teralih pada balita cantik yang tengah bermain sendiri dengan puzzelnya. Radja tersenyum tipis saat melihat mata bulat bening itu berbinar kala dia mendekat kearahnya.


"Pa-pa?" Lora bertepuk tangan kala melihat Radja merentangkan kedua tangannya, dengan susah payah balita cantik itu bangun dan berdiri sembari memegangi pembatas ranjang kecilnya.


"Hai bidadari Papa, udah bangun hm?" Radja mengecupi pipi gembul Lora dengan gemas, bahkan balita cantik itu sampai tergelak.


"Lora mau ketemu sama Mommy hm?" entah kenapa pikiran Radja malah tertuju pada Berliana saat ini.


"Bell,Ola Bell." Lora yang baru saja belajar berbicara hanya memanggil nama Bell, untung saja Radja mengerti kalau Lora ingin bertemu dengan Berliana.


"Oke, besok kita akan bertemu Mommy Bell." ujar Radja yakin


💝


💝


💝


"Ya Bell?" ucap Lira pelan


"Minggu depan ikut sama aku ya, ke pesta pertunangan salah satu klien Papa. Soal baju sama sepatu kamu gak usah khawatir oke! semua aku yang siapin." Berliana mendudukan dirinya didekat Elira yang tengah membantu Bik Sari membuat sop iga sapi.


"Ra?" panggil Berliana lagi


"Ya Bell?" jawab Elira seadanya


"Kamu gak berniat nyari pacar gitu biar gak lurus lurus banget, aku kasihan lihatnya tau gak. Jangan sampai kamu ketularan Cia yang jomblo terus gara gara Bang Galak." Berliana terus saja mengajak bicara sepupu tirinya itu, Berliana merasa kalau makin kesini Elira semakin asik diajak bicara.


"Bang Galak?" tanya Elira lagi


Berliana menganggukan kepalanya semangat, dia kemudian menggelengkan kepalanya kala mengingat dimana Galaska hampir saja memecahkan kepala seorang remaja yang berani membawa kencan Cia tanpa seizin dari Lovy dan Nagara.


Gala kala itu terlihat sangat menyeramkan, bahkan Cia menangis keras saat melihat teman sekolahnya dihajar habis habisan oleh sang Abang.


"Dia orang yang paling Galak seantero keturunan Opa Damar, hati hati jangan ketipu sama muka gantengnya. Bang Galak itu iblis yang berwajah malaikat. Selain kata katanya pedas sepedas cabai setan level 100, dia juga tidak pandang bulu saat ada orang yang mengusiknya." Berliana begidig ngeri membayangkan kala Gala sedang marah.


Ya walaupun Gala selalu menjadi pelindung baginya Cia Yasmine Gavyn dan Davyn. Namun diantara mereka yang berani pada Gala kala pria itu sedang diluar kendali hanya Cia saja.


"Ngeri ya Bell," ucap polos Elira


"Ngeri banget, untung sayang. Kalo gak sayang kita bertiga udah nukar tambahin Bang GalaK ditoko barang antik." Berliana tergelak sendiri kala mendengar ucapannya. Memangnya siapa yang berani menukarkan Abang Galak tersayangannya itu. Disaat para emak emak komplek memuja si Putra Mahkota keluarga Samudera untuk menjadi menantunya, siapa yang berani? Yasmine? mana mungkin, gadis itu paling takut berurusan dengan Abang mereka itu.



**HOLLA MET PAGI EPRIBADEH


JANGAN LUPA BUAT DUKUNGAN LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA YA


SEE YOU NEXT PART MUUAAACCHH**