Duku Mateng(Duda Kuat Mapan Dan Ganteng)

Duku Mateng(Duda Kuat Mapan Dan Ganteng)
Menikah? Ayo!


Suasana diruangan itu terasa mencekam, Radja dan Berliana diam diam saling lirik. Tanpa diketahui yang lain, salah satu tangan mereka saling bertautan dibawah meja.


Saat ini kedua keluarga itu tengah berada disebuah resto yang tidak jauh dari hotel tadi, Bara dan Rajasa bahkan sampai memesan tempat private untuk mereka bicara malam ini juga.


"Minggu depan kalian menikah, tidak ada lagi bantahan! ini sudah keputusan kami berdua. Lagian tidak baik, berpegangan terus tapi belum halal! nambah dosa bapakmu." ucap Barata terdengar serius tapi entah kenapa bisa membuat senyuman sepasang sejoli itu mengembang perlahan.


"Kita menikah minggu depan?" Berliana kembali bertanya, dia memastikan kalau kedua telinganya tidak ikut gila seperti otaknya saat bersama Radja.


"Iya, kenapa? kamu tidak mau? ya sudah Papa majukan menjadi besok." final Bara


"APA BESOK!" suara teriakan Berliana dan Radja serempak, kedua sejoli itu saling menatap satu sama lain lalu terlihat membuang muka berlawanan.


'Besok? ayolah, aku sudah siap!' pekik hati Berliana


"Bercanda, minggu depan. Kalau besok pak penghulunya gak ada lagi liburan katanya." Kekeh Barata, namun kekehannya terhenti saat melihat wajah datar calon besannya, siapa lagi kalau bukan Rajasa.


'Yah, lama banget.' Batin Berliana, bahkan diam diam wanita itu kembali melirik pada kekasihnya yang tengah menatap kearah Bara sang Papa.


"Pokoknya mulai besok sampai minggu depan, kalian tidak boleh bertemu dan kemana mana. Apa lagi berdekatan seperti ini, tidak boleh!" tambah Rajasa tegas


'Apa? astaga dragon ball, Neng mana kuat Bang.' pekik hati Berliana dramatis, bahkan satu tangan Berliana sudah bergerak kearah lutut Radja, untuk mencari posisi yang enak untuk dicubit.


Disini sekarang sepertinya tugas Mama dan Ibu digantikan oleh Ayah dan Papa, kedua pria paruh baya itu terlihat bahkan terdengar seperti seorang Ibu yang tengah memberi petuah pada sepasang calon pengantin.


"Saya bilang kalian jangan deket deket!" seru Rajasa lagi lebih keras


Berliana segera menarik kembali tangan nakalnya sebelum dia ketahuan oleh calon Ayah mertua galak tapi ganteng.


'Sayangnya, hati tubuh serta otakku udah mentok sama anaknya si Duku Mateng.' batin Berliana terkikik geli sendiri , dia lupa kalau beberapa saat lalu dia menjelma sebagai singa betina saat memberikan bogeman keras kewajah Arjuna.


Radja terlihat menggeser tubuhnya sedikit menjauh dari Berliana, namun lain denganĀ  Berliana wanita itu malah ikut menggeser tubuhnya mendekati Radja. Bara yang melihat kelakuan sang putri hanya menepuk dahinya keras, sedangkan Rajasa menggaruk kepalanya gemas.


Elira, wanita itu sudah mengikhlaskan semua yang terjadi pada dirinya, dia akan tetap berdiri tegak dengan dukungan keluarganya yang ada disini. Kalau keluarga sang Papa Elira tidak pernah berharap banyak.


Mulai detik ini Elira akan menjadi Elira yang kuat, dia menolak Arjuna karena Elira tidak ingin terjebak dalam keputusan yang salah. Kalau memang ada pria yang mau menerima keadaanya saat ini Elira akan menerimanya dengan senang hati. Lewat pendekatan terlebih dahulu misalnya. Tapi kalau memang tidak ada, Elira tidak akan mempermasalahkannya, dia akan hidup tanpa menikah seumur hidupnya. Mungkin dengan cara Elira mengadopsi seorang anak, hidupnya tidak akan sendirian bukan? Elira kuat, Elira bukan wanita lemah hanya karena kehilangan keperawanan akibat kebejatan seseorang.


"Putrimu itu sudah sangat tergila gila pada putraku rupanya." Rajasa tersenyum penuh bangga pada Radja, sudut bibirnya terangkat untuk memberikan senyum ejekan pada Barata.


Sementara Barata yang melihat senyuman Rajasa hanya berdecih pelan, kedua mata hitamnya menatap sang putri yang tengah menundukan kepalanya karena gugup.


"Kata siapa putriku yang tergila gila pada putramu itu. Siapa yang lebih tergila gila diantara mereka berdua, kalau bukan Radja putramu Tuan Rajasa." Bara membalas senyuman ejekan Rajasa, kedua orang tua itu saling sindir dan serang. Membuat orang orang yang ada dihadapan mereka berdua lebih memilih untuk menyibukan diri masing masing.


Mereka terlalu lelah mendengar serta melihat kedua pria tua itu dengan drama kolosal yang mereka buat.


Bahkan tanpa Rajasa dan Barata sadari karena mereka berdua tengah sibuk saling tatap menatap. Radja dan Berliana sudah mendekat kembali, lalu saling memeluk satu sama lain. Keduanya tidak peduli dengan keadaan sekitar, bahkan Agatha dan Soraya yang pertama kali menyadari interaksi putra serta putri mereka segera bergerak. Keduanya bangkit dan segera menarik tubuh sepasang sejoli itu agar menjauh.


Kalau sampai Bara atau Rajasa melihat mereka berdua tengah saling berpelukan dan berpandangan, Agatha dan Soraya yakin kalau perdebatan keduanya tidak akan selesai sampai lebaran tahun depan.



**MUNDUR DIKIT AJA, KELEWATAN GANTENGNYA


HOLLAAAAA MET PAGI SIANG MALAM EPRIBADEH


JANGAN LUPA DUKUNGAN LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA


UDAH HARI SENIN AJA YA GAK KERASA


SEE YOU NEXT PART MUUAAACCHHH**