Duku Mateng(Duda Kuat Mapan Dan Ganteng)

Duku Mateng(Duda Kuat Mapan Dan Ganteng)
Berhasil Dikeluarkan


Radja terus saja menggenggam erat tangan Berliana, beberapa puluh menit yang lalu dokter berhasil mengeluarkan proyektil peluru dari perut Berliana.


Untung saja, peluru itu tidak sampai menembus daging, hanya bersarang dibawah lapisan kulit, jadi tim medis tidak perlu membedahnya.


Bersyukurlah peluru tajam itu menembus perut Berliana, karena kalau sampai menembus, bukan hanya perutnya saja yang ada dibedah, namun Berliana juga harus kehilangan janinnya.


Radja menghembuskan napasnya kasar, pria berambut gondrong itu terus saja menciumi telapak tangan sang istri. Bibirnya terus bergumam pelan, menggumamkan kata kata cinta untuk sang Ratu.


Bukan hanya Radja yang terlihat shock, saat mengetahui Berliana tengah mengandung. Namun anggota keluarga yang lain, juga langsung melemas. Mereka tidak menyangka kalau si pencinta pisang itu tengah hamil muda.


Dokter memperkirakan usia kandung Berliana sekitar 3 minggu, namun itu belum pasti karena harus dilakukan pemerikasaan lebih lanjut, oleh dokter Obgyn yang lebih paham.


"Aku tidak menyangka, kalau disini sudah ada," Radja bahkan tidak bisa melanjutkan ucapannya, pria itu menundukkan kepala bertumpu dipunggung tangan Berliana.


Dia tidak bisa membayangkan, kalau sampai terjadi sesuatu yang buruk pada Berliana dan juga calon anak mereka. Bisa bisa Radja masuk rumah sakit jiwa dalam beberapa jam.


"Lora akan segera punya adik, terimakasih My Queen." ucap pelan Radja tepat ditelinga Berliana.


Setelah pengangkatan proyektil peluru itu berhasil, Berliana segera dipindahkan keruangan VVIP. Bukan kemauan keluarga Berliana, namun itu inisiatif Radja sendiri. Dia ingin istri serta calon buah cintanya, mendapatkan tempat serta perawatan yang nyaman.


Cleek!


Suara pintu terbuka, tidak membuat Radja yang terus saja menatap sang Ratu teralihkan. Bahkan saat ini, salah satu tangan Radja tengah membelai lembut pipiĀ  Berliana, yang terlihat sedikit berisi.


'Apa waktu aku, ingin memakan rujak itu salah satu tanda orang ngidam,' monolog Radja didalam hati, ada rasa menyesal karena dia tidak menuruti keinginannya saat itu.


Beberapa hari yang lalu, saat Radja menjemput kedua orang tuanya, tiba tiba saat melintasi tukang rujak yang berjualan dipinggir jalan, Radja begitu menginginkan makanan yang jarang, bahkan tidak pernah dia makan. Yaitu rujak pedas, yang hanya memakai buah kedondong sebagai bahan utama, bentuk buahnya saja Radja belum lihat, apa lagi rasanya. Gara gara melihat gambar di internet, Radja spontan menginginkannya.


"Nih, makan dulu. Mama kamu yang tadi beliin, kamu gak maukan pas Berlian sadar nanti, dia shock melihat suaminya kurus kering gara gara, gak dikasih makan sama mertuanya." ucapan seorang pria yang begitu Radja hormati itu, membuat sang Radja menoleh.


"Hm, sudah sana makan dulu, biar Papa yang jagain Berlian sama calon cucu Papa. Nanti kalau keduluan si Rajasa bisa berabe." ucap Bara sedikit nengusir sang menantu.


Radja terlihat menghela napas pelan, sebelum dia bangkit Radja terlebih dahulu mengecup dahi Berliana dengan lembut.


"Aku titip Queen, ya Pa," ujar Radja pada Papa mertuanya.


"Iya, udah sana! nanti Mama mertuamu ngomel sama Papa, kalau belum lihat kamu makan!" gerutu kesal Bara, pria paruh baya itu segera mendudukan diri, dikursi yang tadi ditempati Radja.


Sedangkan Radja, pria itu segera duduk disofa, lalu membuka nasi kotak yang dibawakan oleh Papa mertuanya. Radja bersyukur memiliki Papa mertua seperti Bara, biarpun agak sedikit ketus bahkan pedas saat berbicara, namun pria itu terlihat begitu menyayangi serta peduli dengan anak anaknya, termasuk dia.


"Sehat sehat ya sayang didalam sana, Opa gak nyangka kalau sebentar lagi bakalan punya cucu. Tinggal nunggu waktu, 1 2 3 4, kurang lebih 8 bulan lagi buat lihat kamu." celoteh Bara, si calon Opa ganteng itu mengelus lembut perut serta pucuk kepala Berliana.


Radja yang masih mendengar ucapan Papa mertuanya, hanya tersenyum tipis , sembari menyuapkan nasi kedalam mulutnya.


"Besok kalau kamu sudah lahir, ADAM CORP 2 bakalan Opa serahin buat kamu. Biar Om Gavyn dapat ADAM CORP 1 aja, bagian Opa dari Opa buyut kamu." ucapan Bara sudah mulai merambat kemana mana, belum lahir saja si jabang bayi sudah memikul beban berat dihidupnya nanti.



**HOLLA MET PAGI EPRIBADEH


UDAH SENIN AJA NIH


JANGAN LUPA BUAT LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA


SEE YOU NEXT PART MUUUAACCCHH**