
Setelah bertemu dengan Rayhan di resto tadi, Radja banyak terdiam. Bahkan saat Berliana berbicara dengannya saja pria itu tidak fokus.
Kini mereka dalam perjalanan menuju DIAMOND QUEEN untuk mengantar Berliana. Wanita itu pun terlihat mengalihkan pandangannya kearah jendela mobil. Dia cukup kesal karena sedari tadi Radja terus saja terdiam.
"Queen?" Akhirnya Radja membuka suara, namun sepertinya rasa kesal Berliana belum hilang saat ini. Berliana tetap mengarahkan pandangannya kearah jendela tanpa berniat menoleh pada Radja saat ini.
Namun keningnya berkerut saat Radja tiba tiba membawanya memutar dan masuk kedalam area taman yang baru saja mereka lewati.
Untuk apa Radja membawa dia ketaman? Lora saja sudah tidur dengan nyenyak dikursi belakang beralaskan tempat kursi khususnya.
"Mau apa kita ketaman?" akhirnya Berliana gatal untuk bertanya
Radja baru saja mematikan mesin mobil, pria itu kemudian menghadap sempurna pada Berliana. Tatapan netra hazel Radja menusuk netra hitam bening milik Berliana. Tatapan mereka beradu tanpa penghalang sedikit pun, satu tangan Radja terulur untuk mengusap lembut pipi wanitanya.
Berliana semakin dibuat tidak mengerti dengan perlakukan Radja saat ini, sedari tadi pria itu tidak mau membuka mulutnya, dan sekalinya dia membuka mulut, Radja malah membawanya ketempat sepi seperti ini.
"My Queen?" Radja semakin merapatkan diri pada Berliana, pria itu menatap dalam kedua netra hitam bening Berliana.
"Apa aku pembawa petaka untukmu?" Entah kenapa pertanyaan itu keluar begitu saja dari mulut Radja
Berliana yang tidak tahu apa apa hanya mengerenyitkan dahinya tidak mengerti, satu tangannya terangkat untuk memegang punggung tangan Radja yang masih menempel disebelah pipinya.
Berliana tersenyum, wanita itu ikut menggeser sedikit posisi duduknya, dan terlihat membuka sabuk pengamannya.
"Kamu ngomong apa sih? petaka apa? oh apa gara gara ucapan Bapak Bapak itu, kamu jadi ngediemin aku terus, iya?" Rajuk Berliana
"Maaf, aku gak bermaksud diemin kamu. Aku cuma takut kamu kepikiran dengan ucapan Paman aku tadi." Radja terlihat sangat khawatir, pria itu tidak henti hentinya mengecupi tangan kekasihnya.
"Paman? jadi Bapak Bapak itu paman kamu?" Berliana masih tidak percaya dengan ucapan Radja, tapi Berliana terlihat tidak risih sama sekali dengan perlakuan Radja padanya saat ini.
"Iya dia Pamanku, adik tiri Ayah." Radja berucap lirih diakhir kalimatnya. Dia bahkan tidak percaya kalau Rayhan masih satu bibit dengan Ayahnya. Sifat keduanya berbeda, kalau sang Ayah lebih mengandalkan otot serta otaknya sendiri, lain dengan Rayhan yang selalu berada dibawah bayangan Rohid.
"Aku gak nyangka kalau itu Paman kamu, kok bisa sih ada paman yang sikapnya kayak tetangga julid. Terus apa katanya tadi, kamu sama Lora pembawa petaka? oh hello ini udah zaman apa, kita udah mulai memasuki abad ke 21 bahkan ke 22 sebentar lagi. dia masih nyebutin calon suami aku pembawa petaka, dia lagi hidup dizaman Mahabarata kali ya." Ucapan panjang lebar Berliana membuat Radja tersenyum tipis dibuatnya. Apa lagi secara perlahan Radja mengetahui betapa cerewetnya wanita ini.
"Kalau semua tuduhan itu benar, bagaimana Queen. Bagaimana kalau itu semua benar adanya, aku dan Lora akan membawa petaka untukmu suatu saat nanti." Ucapan yang dilontarkan Radja selanjutnya membuat Berliana ikut menatap kearahnya.
Berliana dan Radja terdiam sejenak, keduanya saling menatap satu sama lain. Radja hanya tersenyum tipis melihat keterdiaman Berliana saat ini.
"Kenapa kamu menyebut kalau kamu dan Lora pembawa petaka, memangnya kutukan apa yang kalian alami selama ini. kenapa kalian, ah sudahlah aku gak ngerti sumpah. Cuma intinya sekarang, aku gak peduli kalau kamu sama Lora itu pembawa petaka, kalau memang kalian sedang terkena kutukan para dewa Mahabarata, biarkan aku yang akan menjadi penawar dan mematahkan kutukan itu." Ucapan Berliana sukses membuat Radja melebarkan senyumannya, mungkin nanti akan ada saatnya Radja menceritakan semuanya pada Berliana.
**HOLLA MET PAGI SIANG MALAM EPRIBADEH
JANGAN LUPA BUAT LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA
SEE YOU NEXT PART MUUUAAACCHHH**