Duku Mateng(Duda Kuat Mapan Dan Ganteng)

Duku Mateng(Duda Kuat Mapan Dan Ganteng)
si Sri dan Masa Lalu


Elira terlihat sudah kesulitan berjalan, padahal kandungannya baru menginjak 4 bulan. Namun karena dia tengah mengandung 3 nyawa sekaligus, jadi perutnya tiga kali lebih besar.


Si Calon Mama, terlihat sudah tidak nyaman memakai gaun hamilnya, Elira terlihat melepaskan seluruh benda itu. Lalu menggantinya dengan br*a sport dan celana boxer milik Raga, suaminya.


Menurut Elira, celana boxer mahal milik Raga, lebih nyaman dari pada gaun hamil yang Raga beli untuknya. Saat ini, Elira tengah berjalan menuju balkon rumah, balkon yang menghadap langsung kearah hutan buatan.


Hutan buatan yang dihuni oleh, beberapa serigala peliharaan Raga dan Crishtian. Bahkan Galaska pun, ikut andil dalam pemeliharaan hewan buas itu.


"Kenapa diluar, hm? anginnya kencang, nanti kamu bisa sakit, Amor." ucap lembut Raga.


Bahkan saat ini, kedua tangannya sudah melingkar di perut buncit Elira, yang terbuka. Karena saat ini, si calon Mama hanya menggunakan br*a sport.


"Abang?" panggil Elira.


"Apa? kamu mau sesuatu,hm?" bisik Raga, tepat dibelakang telinga Elira. Karena saat ini, Raga tengah meletakan dagu dipundak sang istri.


"Aku mau kehutan itu, mau lihat si sri." ucap pelan Elira, bahkan kedua matanya masih fokus menatap kearah hutan.


"Si sri? Sri siapa? memangnya ngapain si Sri di hutan itu, apa dia gak tau kalau disana ada sri- KAMU MAU KETEMU SAMA SRIGALA?" pekik tertahan Raga diakhir kalimatnya, kala menyadari ucapan si ibu hamil.


"Gak cuma ketemu, tapi pingin peluk juga. Boleh ya Bang, ayo kita kesana!" rayu Elira, bahkan saat ini si ibu hamil sudah membalikan tubuh, lalu melingkarkan kedua tangannya dibahu kokoh Raga.


"Astaga dragon ball." ucap Raga frustasi, bahkan secara tidak sadar dia mengikuti jargon para keponakan cantiknya.


"Abang?" rengek Elira.


"Eh, Bell udah lahiran loh, kita vc mereka yuk!" Raga mengalihkan pembicaraan. Kalau dia menuruti kemauan Elira, Raga bisa mati sebelum anak anaknya lahir.


"Bell udah lahiran?" tanya Elira.


"Iya, ayo kita vc mereka!" ajak Raga.


Dengan senyuman lebar, Elira mengangguk. Bahkan dia lupa dengan keinginannya tadi, Si ibu hamil terlihat berjalan mendahului Raga, yang tengah menghela napas lega.


🍌


🍌


🍌


"Kau masih belum bisa menjawab, 'Ya'?" tanya Arjuna pada Devikha, yang tengah memasangkan dasi padanya.


"Devikha?" panggil Arjuna lembut, dan itu sukses membuat langkah sang wanita terhenti.


Perlahan, Arjuna mendekat, mengikis jarak dengan wanita yang mulai menjadi penawar hatinya. Arjuna menghela napas kasar, kala dia dan Devikha sudah berhadapan. Salah satu tangannya terulur, menyingkirkan anak rambut Devikha, yang menutupi sedikit matanya.


"Aku serius! aku ingin menikahimu, menjadikanmu sebagai ratuku, ratu satu satunya yang bisa mengobati, luka masa laluku." ucap pelan Arjuna, jari panjang serta besar pria itu terus saja menyusuri wajah Devikha.


"Maaf," ujar Devikha pelan, dan itu sukses membuat gerakan jari Arjuna terhenti.


"Aku tidak mungkin menerima pinangan pria, yang belum bisa keluar dari masa lalunya." lanjut Devikha.


Sedangkan Arjuna, pria itu mengerenyitkan dahi kala mendengar ucapan Devikha.


"Apa mak...," ucapan Arjuna terputus.


"Kau masih menyimpan foto, handphone, sling bag, bahkan celana da*lam, si wanita masa lalu mu itu, dilemari." skakmatt Devikha, memotong ucapan Arjuna cepat.


Wanita itu tersenyum tipis pada Arjuna, lebih tepatnya senyuman remeh yang tengah dia tampilkan saat ini.


"Jadi aku sarankan, sebelum kau meminangku, sebaiknya singkirkan dulu bayang bayang masa lalumu, serta barang barang itu. Soalnya, aku paling tidak menyukai pria munafik, saat mengatakan hal yang lain di mulut, lain juga dihati. Semoga harimu menyenangkan, Boss! selamat pagi." Devikha mengakhiri ucapannya, setelah itu dia keluar dari kamar Arjuna. Meninggalkan pria itu,  yang masih mematung serta membisu.



SITUKANG RETAS



YANG DIRETAS



MASA DEPAN JUNED



SI TUKANG GALAU


**YUUHUUUUUU JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA


SEE YOU TOMORROW BABAYYY MUUUAAACCHH**