
"Tolong izinkan aku masuk!" suara serak dari pria yang tengah dipegangi oleh dua bodyguard, membuat para tamu undangan dan tuan rumah menatap kearahnya.
Dengan tampilan yang terkesan berantakan, wajah sayu, kedua kelopak mata menghitam, serta kondisinya yang jauh dari kata baik.
"ELIRA!" teriakan kerasnya, membuat sepasang pengantin yang tengah berbahagia itu menoleh keasal suara.
"ELIRA! AKU INGIN BERBICARA DENGAN MU!" lanjutnya lagi,bahkan pria itu meronta didalam kuasa seorang bodyguard berbadan besar.
"Lex, lepaskan dia!" suara Galaska menginstruksikan bawahannya, agar melepaskan pria yang tengah dia cengkram.
Setelah melihat bodyguard berbadan besar itu, melepaskan mangsanya. Bara terlihat mendekat, kedua tangannya dia masukan kedalam kantung celana.
Kedua mata hitam legam Barata, menatap pria yang sudah membuat hidup sang keponakan hancur. Pria ini sama saja seperti Alvian, sama sama brengsek. Papa kandung Elira itu, bahkan hanya datang seorang diri, saat ijab kobul Elira dan Raga tadi pagi.
Setelah itu, Alvian pulang kembali ke Bengkulu, istri kedua serta anak keduanya, bahkan tidak ikut sama sekali. Hanya Aryo, sang Kakek yang masih menemani Elira disini, dan kini Aryo pun ikut menyaksikan keributan dipesta sang cucu.
"Mau apa lagi kau kesini?" tanya Bara pelan, pria paruh baya itu masih bisa mengendalikan emosinya.
"Aku ingin bertemu dengan Elira!" jawab pria itu yakin
Bara terkekeh pelan mendengarnya, bahkan Ayah dari dua orang anak itu, memajukan langkah agar semakin mendekat pada sang pria.
"Arjuna, bukankah sudah saya katakan, jangan pernah mengusik hidup Elira lagi. Apa Ibu mu tidak menyampaikan, apa yang dikatakan Bunda saya, beberapa hari yang lalu," ujar santai Bara, bahkan salah satu tangan pria itu terulur untuk membersihkan daun kering yang menempel di hoddie Arjuna.
"Aku hanya ingin bertemu dengan Elira!" Arjuna masih saja keras dengan keinginannya.
"Gala?" panggil Bara pada keponakannya.
"Ya Om?" sahut Gala
"Panggil Elira, tapi kalau dia tidak mau jangan dipaksa. Sepertinya sang Arjuna tidak akan menyerah, sebelum Sinta mengatakannya sendiri, kalau Sinta yang ini lebih memilih Rahwana." ucap Bara terkesan santai, dan sedikit bercanda.
Galaska mengedikan bahunya tak acuh, namun pria berwajah 11 12 dengan Nagara sang Papi, terlihat melaksakan perintah Om nya.
Namun masalah Arjuna, memang Nagara yang memerintakan Alex dan Melody untuk membiarkan pria itu masuk kearea pesta.
Keadaan pesta hening, kala melihat Elira turun dengan anggun dari singgasananya, salah satu tangannya berpegangan erat pada Raga yang tengah menuntunnya.
Pandangan sayu dan dingin Elira, terus saja tertuju pada Arjuna, yang tengah menelan saliva dengan susah payah. Mata pria itu menyendu, kala melihat gaun merah maroon yang dikenakan Elira, begitu sangat pas ditubuh wanita itu.
Bara dan yang lainnya membuka jalan untuk sang Ratu sehari, Radja yang berdiri tepat dibelakang Papa mertuanya ikut memberi jalan pada Elira dan Raga. Walaupun tatapannya masih tertuju pada saudara sepupunya, yang terlihat sangat menyedihkan.
'Kenapa Kakek tega membuat kamu menjadi seperti ini, Arjuna?' lirih iba hati Radja pada sang sepupu.
Ingin rasanya Radja mendekap Arjuna saat ini, memberi kekuatan padanya, karena mau bagaimana pun, seburuk apa pun saudaranya itu. Radja tetap menganggap Arjuna sebagai saudara, walaupun Arjuna sendiri tidak menganggapnya begitu.
Namun sepertinya keadaan saat ini belum mendukungnya, Arjuna harus menjadi gentle dalam menyelesaikan masalahnya sendiri kali ini. Radja bahkan yakin, kalau Kakek serta Pamannya tidak tahu Arjuna kemari.
"Elira?" panggil Arjuna pelan
Pria itu mengikis jarak pada Elira, namun wanita yang sudah berstatus sebagai nyonya Samudera, terlihat memundurkan langkah dan itu membuat Arjuna mematung seketika.
Arjuna yakin, kalau Elira tidak akan sudi untuk didekati olehnya, wanita ini mau menemuinya saja harusnya dia sudah bersyukur.
"Kau mau apa lagi?" tanya Elira tanpa basa basi, bahkan Raga yang tengah berada dibelakang tubuh Elira, terlihat tenang tidak terganggu dengan tatapan mengharap Arjuna, pada sang istri. Dia sudah terlalu tua untuk cemburu buta, toh Elira sudah menjadi miliknya saat ini.
"Maafkan aku," ujar Arjuna pelan
AJAKIN OTHOR JALAN NYOK BANG, SUNTUK NIH LIATIN KUCING PACARAN MULU
JUTEK AMAT BANG