
Senyuman Berliana mengembang kala melihat punggung pria yang sedari tadi selalu berada dikepalanya.
Berliana semakin mengikis jarak, seyumannya terus saja mengembang kala pria itu berbalik lalu mengulurkan tangan padanya.
"Hai My Queen." Ucap lembut sang pria, hati Berliana menghangat kala jari jarinya digenggam erat oleh jari jari besar sang Kekasih.
Senyuman Berliana terus saja mengembang kala pria yang tidak lain tidak bukan adalah Radja kekasihnya mengecup lembut kedua punggung tangannya.
"Aku mencintaimu, Ratuku." Radja membawa Berliana kedalam dekapannya, keduanya saling menyalurkan rasa cinta dan sayang satu sama lain.
"Aku juga sangat men...," ucapan Berliana terhenti kala merasakan sesuatu yang basah dari punggung Radja. Kedua matanya membulat saat melihat begitu banyak darah ditelapak tangannya.
"Ra-RADJAAA!"
Berliana membuka kedua matanya, wanita itu menyeka keringat dingin yang menetes di pelipisnya. Berliana perlahan mengatur napasnya perlahan, satu tangannya terulur untuk meraih air putih yang ada dimeja kerjanya.
Dengan beberapa tegukan air itu habis tak bersisa, Berliana mengalihkan pandangannya kearah lain, keningnya berkerut saat melihat waktu yang ditunjukan oleh jam yang tergantung didinding.
"Udah jam 4 sore, apa Radja udah jemput aku ya dibawah?" Berliana segera membereskan semua barang barangnya, hari ini dia tidak membawa mobil karena tadi pagi Radja menjemputnya kerumah. Lalu sekarang saat Berliana pulang Radja juga akan menjemputnya ke DIAMOND QUEEN.
💝
💝
💝
Sesampainya dilantai dasar DIAMOND QUEEN, kening Berliana berkerut karena ternyata Radja belum menjemputnya. Rasa khawatir kembali hadir, apa lagi saat dia kembali teringat dengan mimpi aneh yang dialaminya tadi.
"Itu cuma mimpi Bell, it's oke Radja pasti baik baik aja sekarang, mungkin dia kejebak macet makanya sedikit telat." Berliana terus saja bermonolog sendiri untuk menenangkan suasana hatinya yang sedikit gundah gulana.
Berliana mendudukan dirinya disofa yang ada diloby, detik berlalu, menit berlalu hingga hampir 30menit lamanya Berliana menunggu tapi Radja tidak juga kunjung sampai.
Karena lelah dan khawatir akhirnya Berliana mengotak atik ponselnya, dia mengirim sebuah pesan pada Radja. Namun ternyata pesan itu centang satu, dan itu semakin membuat Berliana cemas.
"Kamu kemana sih? kenapa ponsel kamu gak aktif? please jangan bikin aku khawatir." Berliana terus saja menatap kearah halaman DIAMOND QUEEN, wanita itu menghela napasnya kasar. Dengan cepat Berliana meraih tas tangannya, dia memutuskan untuk naik taksi.
Namun saat kedua kakinya hendak melangkah, tiba tiba sebuah Alphard putih memasuki area DIAMOND QUEEN. Senyuman Berliana mengembang, wanita itu melangkahkan kedua kakinya cepat menuju mobil putih itu.
"Hai My Queen?" Radja merentangkan kedua tangannya pada Berliana meminta wanita itu masuk kedalam dekapannya.
Kedua netra hitam bening Berliana terus saja menatap pada kening Radja yang terpasang perban kecil. Tapi walaupun kecil itu tetap saja perban, dan pasti membalut sebuah luka.
"Kening kamu kenapa?" tanya Berliana serius, satu tangan wanita itu terulur untuk menyentuhnya.
"Cuma kecelakaan kecil Queen, tadi ada mobil pick up yang numbur aku dari belakang." Ucap Radja tenang
"Cuma? kamu ditumbur sama orang dibilang cuma?" Berliana menatap tidak percaya pada kekasihnya ini.
"Astaga ganteng, mobil kamu ditumbur pick up dari belakang sampai kamu luka kayak gini, masih dibilang cuma?" lanjut Berliana
"Aku gak apa apa Queen, mobilnya juga gak sengaja, rem dia blong jadinya numbur." ucapan santai Radja membuat Berliana mengelengkan kepalanya.
"Oke terserah kamu aja, tapi sekarang aku mau lihat luka kamu, ayo buka perbannya dimobil. Asal asalan banget yang masang perban, bisa gak sih sebenarnya?" omelan Berliana terus saja mengalun.
"Itu aku yang pasang Queen." Ucap Radja pelan
"Pantas berantakan, kaya perasaan aku sekarang, yang sedang berantakan pas lihat kamu kayak gini!" omel Berliana kembali
"Maaf Queen." Radja hanya bisa mengalah kali ini pada Ratunya.
"Beliin aku es krim pisang, baru nanti aku maafin!" tawar Berliana semaunya.
**YANG EMBER YANG EMBER, TAKUT KRESEK PENUH YUK BELI EMBER BELL BUAT NAMPUNG ILER
YUHUUUU JANGAN LUPA YA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORIYTNYA
SEE YOU NEXT TOMORROW
BABAYYYYY MUUUAAAACCCHH**