Duku Mateng(Duda Kuat Mapan Dan Ganteng)

Duku Mateng(Duda Kuat Mapan Dan Ganteng)
Cemburu


Senyum Berliana melebar kala Radja semakin merapatkan tubuh mereka, Radja merangkul posesif  pinggang ramping wanita yang tengah menjadi pusat perhatian beberapa pria di pesta.


Radja terlihat mengedarkan pandangan, pada para pria yang tengah menatap sang Ratu secara terang terangan. Tangan kekar berototnya semakin mengerat di pingang Berliana.


Rasanya saat ini Radja membutuhkan mesin blower ekstra untuk mendinginkan dadanya, yang mulai panas terbakar pandangan memuja pejantan lain yang ditujukan pada sang Ratu.


"Dasar tidak punya mata!" gumam kesal Radja, bahkan pria itu menghela napas kasar berkali kali.


Berliana bahkan menoleh,dahi wanita itu berkerut mendengar ucapan suaminya. Apa lagi saat melihat wajah masam sang Radja, Berliana semakin mendekat pada pria itu.


"Ai? kamu ngomong sama aku? kamu ngatain aku gak punya mata?" tanya Berliana sedikit tersendat, karena harus menelan salivanya susah payah. Ada perasaan tersentil dari dalam hatinya saat ini, walaupun entah untuk siapa kalimat yang Radja ucapkan tadi, namun terasa sensitife bagi Berliana.


Radja yang tengah mengalihkan pandangan kearah sepasang pengantin, segera menunduk untuk menatap Berliana yang tengah menatapnya sendu.


"Hei, kamu kenapa hm? kenapa kamu lihatin aku seperti itu, Queen?" tanya Radja yang juga terheran melihat ekspresi wajah sang istri.


"Tadi, kamu ngatain aku gak punya matakan? apa kamu gak lihat, nih mata cantik aku masih disini, kamu gak bisa lihat?!" ocehan kesal Berliana  akhirnya tercetus juga, Berliana bukan tipe wanita yang suka memendam rasa.


Radja terlihat gelagapan mendengar ucapan sang Ratu, dia tidak menyangka kalau Berliana salah paham dengan gumamannya.


"My Queen, maksud aku bukan kamu. Tapi, para mata tidak tahu malu yang sedari tadi menatap lapar kearah kamu. Pemiliknya tidak menggunakannya dengan baik, sudah tahu wanita yang mereka tatap itu punya suami, tapi masih saja tidak tahu diri." ungkapan Radja yang apa adanya, membuat Berliana menatap tidak percaya. Senyuman tipis terbit dari bibir tipis Berliana, otak cantiknya terkonek dengan cepat. Rupanya sang suami nan tampannya ini, tengah cemburu.


Berliana dengan jahil mendekatkan kursi yang tengah dia duduki, semakin merapatkannya pada Radja.


"Kamu cemburu, Ai?" bisik Berliana tepat ditelinga Radja, bahkan dengan sengaja wanita itu sedikit meniup telinga sang suami, hingga tubuh pria itu menegang.


Sementara Radja, yang sudah terbaca kalau dia tengah cemburu hanya bisa menghela napas kasar, pria itu menundukan kepala untuk mengecup ringan pucuk kepala Berliana, yang tengah bersandar nyaman dilengannya.


"Kalau lihat Om Raga sama Elira disana, kenapa aku jadi pingin duduk lagi kayak mereka,"ujar Berliana pelan dan santai, namun sepertinya tidak santai untuk pria yang tengah dia sandari saat ini.


"Kamu mau menikah lagi, Queen?" tanya Radja dengan suara rendah


Kedua mata hazel pria itu menatap kepala Berliana, yang masih bersandar dilengannya. Bahkan saat Berliana mendongak, tatapan tak terbacanya masih saja terlihat.


"Aku gak bilang mau nikah lagi loh, cuma mau duduk disana aja. Kenapa kamu jadi sensi sih? udah ah aku laper mau makan aja!" ucap Berliana sedikit kesal, wanita itu melepaskan rangkulannya. Berliana bangkit, dan segera meninggalkan Radja yang tengah menggaruk kepala bagian belakangnya yang tidak gatal.


"Kenapa kamu yang marah, Queen?" gumam Radja, namun tak urung dia juga ikut bangkit, mengikuti Berliana yang tengah menuju stand makanan.


Namun, langkah Radja terhenti kala mendengar suara gaduh dari arah pintu masuk ruang pesta. Kedua mata hazelnya, menatap seorang pria yang tengah dipegangi oleh beberapa pria berpakaian hitam.


"Ada apa sih? itu ngapain Om Om botak megangin tamu yang mau masuk?" celetuk Berliana, yang tiba tiba sudah berada disebelah Radja, sembari membawa semangkuk es krim.


"Kamu tunggu disini,duduk, dan jangan kemana mana!" titah sang Radja pada Ratunya.


Setelah memastikan Berliana duduk dan diam ditempatnya, Radja segera menuju ketempat keributan, bahkan Rajasa dan Bara pun terlihat mendekat kearea sana.



CEMBOKUR BANG?