Duku Mateng(Duda Kuat Mapan Dan Ganteng)

Duku Mateng(Duda Kuat Mapan Dan Ganteng)
Minta DiNikahi Saja!


Brukk!


Berliana terjatuh karena tersandung pakaiannya sendiri, dengan heels 15 centi meter yang dia pakai saat ini, membuat Berliana sangat tidak nyaman.


"Ya ampun Kak Bell, udah berapa kali coba jatuhnya?" Cia berseru gemas saat kakak sepupunya itu kembali terjatuh saat latihan berjalan dicatwalk, bukannya Berliana tidak bisa, tapi karena pakaian yang dia pakai saat ini sedikit berat dan menyusahkannya.


"Apa modelnya kayak gini semua, gak ada yang lebih ringan gitu. Kayak yang di film film, yang di lilitin itu loh." Berliana mengibaskan rok lebarnya saat dia hendak melangkah, dan itu pun masih membuat langkahnya tersandung.


"Syari cuma bisa dipakai oleh wanita yang sudah menikah Miss Bell. Kata Ibu, wanita yang belum menikah tidak boleh memakainya dulu. Jadi model penari seperti ini saja yang boleh dipakai oleh wanita lajang." Ambar menjelaskan apa yang dia ketahui tentang pakaian itu, Soraya memang pernah memarahinya saat dia mencoba syari milik sang Ibu. Walaupun Soraya bukan orang India, namun untuk menghormati Rajasa suaminya, Soraya sering memakai Syari keacara yang didatangi oleh sang suami.


Berliana mengigit bibir bawahnya, kenapa dia lebih memilih membayangkan ketika dia memakai Syari dari pada mendengarkan ucapan calon adik iparnya. Berliana mengembangkan senyumannya, dia berbalik meninggalkan mereka semua. Bahkan langkahnya terlihat tidak kesusahan sedikit pun saat dia berjalan tidak seperti tadi.


Cia dan yang lainnya hanya saling menatap saat melihat Berliana pergi meninggalkan mereka diarea latihan.


"Miss Bell kenapa Miss Cia? apa beliau marah pada saya?" Ambar merasa tidak enak saat melihat calon kakak iparnya meninggalkan mereka begitu saja setelah mendengar penjelasannya.


"Ck, gak usah dipikirin, palingan dia kebelet. Udah ayo kita latihan lagi!" ujar Cia santai


πŸ’


πŸ’


πŸ’


Berliana berjalan santai sembari menenteng heelsnya memasuki area rumah. Wanita itu masih memakai pakaian Indianya saat pulang, entah kenapa dia ingin memerkan pakaian itu pada sang Mama.


"Mama Bell pulang!" teriakan Berliana menggema saat memasuki rumah. Namun keningnya berkerut saat melihat Davyn dan Yasmine sedang bermain game diruang keluarga.


"Kalian sama siapa kesini?" Berliana berucap santai namun tetap saja membuat kedua sepupunya itu terperanjat kaget.


"Kak Bell ngagetin aja tau gak, kita sama Oma, Pace, Mami sama Papi. Mereka lagi dihalaman belakang." Sungut Yasmine yang kesal karena terkejut


"Oke!" Berliana membalas seadanya.


"Eh tunggu tunggu? Kak Bell mau ngedance dimana sih? kenapa pakai baju Indiahe gini? berasa lagi lihat pemeran sinetron jaman dulu yang ada dilaptop Oma, siapa ya?" Yasmine memeggangi dagunya sendiri seolah tengah berpikir.


Sedangkan Berliana hanya menatap sinis pada adik sepupunya, dia tidak mau mendengarkan ocehan Yasmine yang berikutnya, jadi Berliana memilih untuk meninggalkan Yasmine yang masih berpikir.


"Hello guys!" Seruan keras Berliana membuat antensi mereka mengarah padanya. Kedua mata mereka membola seketika saat melihat penampilan sang Diamond Queen saat ini.


"Hello kenapa kalian pada bengong sih?" Berliana menjetikan jarinya didepan wajah Omanya.Β  Berliana malah berputar putar membuat semua orang disana tidak bisa berkata kata lagi.


"Gimana cantik gak? Oma, Bell cantik gak?" Berliana mendekat pada Oma Anin yang menganggukan kepalanya patah patah.


"Cucu Oma cantik banget sih, udah kayak Jinny oh Jinny tau gak." Senyuman lebar dikedua sudut bibir Berliana perlahan surut. Pundaknya turun dengan lesu, Berliana bahkan melepaskan satu persatu perhiasan yang melekat ditubuhnya, mulai dari gelang, cincin, hiasan kepala, serta kalung dan antingnya. Bahkan kuciran tinggi yang menghiasi kepalanya Berliana lepaskan dengan kasar.


Oma Anin dan yang lainnya terlihat panik saat melihat Berliana berbalik meninggalkan mereka.


"BELL MAU MINTA RADJA BUAT NIKAHIN BELL, BIAR GAK KAYAK JINNY OH JINNY LAGI!" Teriakan Berliana membuat orang orang itu menutup kedua telinga mereka masing masing.


"Radja? siapa Radja Kak?" Genta ikut angkat bicara saat si keponakan tersayannya itu menyebutkan nama seseorang.


"Pacar barunya Bell." ujar Agatha santai


Oma Anin dan Genta langsung menatap tidak percaya pada menantu dan Kakak iparnya itu.


"Pacar? serius? astaga, bukannya Anabell lebih suka sama duda, dia kan belum dapet dudanya, kenapa gak konsisten seka...,"


"Radja itu duda, duda beranak satu!" ujar Agatha lagi memotong ucapan Gentala


"APA!" Teriakan Damar membuat mereka mengelus dada masing masing.



**YAKIN KAGAK PADA NGILER KALO DUKU MATENGNYA KAYAK GINIπŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆ TATAPANMU TEDUH BANGET SIH MAS, OTHOR IKUT KEJANG KEJANG KENA AYAN CINTA NIH😘😘


YUHUUUUU JANGAN LUPA BUAT LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA


SEE YOU NEXT TOMORROW


BABAYYYYY MUUUAAACCHH


RAMAIKAN GUYSSSSS**