Duku Mateng(Duda Kuat Mapan Dan Ganteng)

Duku Mateng(Duda Kuat Mapan Dan Ganteng)
Rumah Calon Mertua


"Ayo turun!" Radja mengulurkan salah satu tangannya pada Berliana, dengan senyuman tipis yang terus saja Radja perlihatkan membuat Berliana terdiam ditempat. Bahkan tangan Radja rasanya sudah kebas karena Berliana tidak kunjung menyambutnya.


"My Queen?" Panggilan Radja kali ini membuat Berliana tersedar, dia meraih tangan Radja dengan senang hati. Tidak lupa senyuman manis yang selalu Berliana perlihatkan pada Radja.


Mereka berdua berjalan beriringan menuju kediaman Dewangga, sebenarnya Berliana sedikit bingung dengan silsilah keluarga calon suaminya. Bukankah Arjuna sepupunya itu bermargakan Malik? lalu kenapa Radja lebih memakai nama Dewangga dari pada Malik. Bukankah mereka satu kakek? lalu dari mana nama Dewangga itu berasal?


Entahlah, mungkin Berliana akan semakin paham dengan silsilah keluarga Radja setelah mereka mengenal lebih jauh lagi nanti.


"Rumah kamu lagi kedatangan tamu?" Berliana menoleh pada Radja saat dia melihat mobil dihalaman rumah berlantai 2 namun begitu luas.


"Entahlah? mungkin tamunya Ayah, ayo!" Radja tidak terlalu memperdulikan siapa tamu yang datang kekediamannya bertepatan dengan kedatangan Berliana.


Berliana menghela napasnya pelan berkali kali saat kedua kakinya mulai memasuki area rumah. Dadanya bergemuruh, jantungnya berdetak tiga kali lebih kencang dari pada biasanya. Akankah keluarga Radja mau menerima statusnya sebagai kekasih putra mereka?


"Tenang saja, kamu jangan tegang begitu, Ayah baik kok." Radja mengusap punggung tangan Berliana dengan lembut, dia tahu kalau kekasihnya saat ini tengah gugup. Walaupun bukan yang pertama kalinya bagi Berliana mengunjungi rumah ini, namun bukankah ini adalah pertama kalinya dia menemui kedua orang tua Radja secara utuh dengan status spesialnya saat ini?


Kening Radja berkerut saat mendengar suara ramai dari ruang keluarga rumahnya, laju langkahnya semakin memelan, begitu pun dengan Berliana. Karena wanita itu yang mengekor dibelakang tubuh kekasihnya.


"Jadi ada perlu apa Ayah dan keluarga Putra kesayangan Ayah ini datang kemari?" Radja berhenti melangkah, sedangkan Berliana terlihat melirik pada Radja saat mendengar suara dari arah dalam rumah.


"Kau tidak senang Ayah berkunjung? to the point saja,  Ayah hanya ingin menanyakan sesuatu padamu, kenapa kau membiarkan putramu itu kembali mempermalukan nama keluarga Malik didepan khalayak? ditampar oleh pemilik ADAM CORP karena memeluk anak gadisnya? dimana sopan santun putramu saat itu Rajasa, kau sudah mendidiknya dengan benar bukan? lalu kenapa Rad...," ucapan Rohid terpotong.


"Apa salahnya kalau Radja memeluk kekasihnya sendiri, si Barata saja yang salah paham. Buktinya mereka baik baik saja, Ayah jangan mudah terpengaruh oleh mulut mulut busuk yang ada disekitar Ayah. Mencoba menjatuhkan Radja dengan berita berita tidak jelas, sungguh tidak gentle sekali bukan." Rajasa dengan santai menanggapi ucapan Rohid, Pria tua itu terlalu mempercayai ucapan orang orang berbisa yang ada didekatnya selama ini.


Walaupun benar Radja memang memeluk Berlian milik Barata, namun bukankah Radja dan wanita yang dia peluk itu sudah menjalin hubungan?


"Hubungan yang tidak jelas seperti apa, maksud Kakek?" Radja dan Berliana akhirnya masuk kedalam ruangan itu, setelah beberapa menit mereka menunggu diambang pintu.


Rohid membenarkan kaca matanya, saat melihat Radja hadir membawa seorang wanita cantik dan anggun yang tengah bergelayut dilengan besarnya.


"Berliana?" Arjuna yang sedari tadi terdiam akhirnya membuka suara walaupun bergumam. Arjuna kira apa yang dikatakan oleh Rajasa pamannya hanyalah bualan belaka. Karena saat itu dia bisa melihat jelas kalau Barata menampilkan wajah ketidaksukaanya pada Radja, setelah adegan penamparan.


"Bukannya wanita ini yang bersama Radja di restoran itu?" Rayhan ikut bergumam pelan disebelah Tiara istrinya.


"Hallo, saya Queenza Berliana Prayoga. Calon istri Radja, salam kenal semuanya." Berliana tersenyum manis pada semua orang yang tengah menatap kearahnya. Kedua tangannya masih bergelayut manja dilengan Radja, bahkan senyumannya terus saja mengembang walaupun keluarga Radja tidak ada yang menampilkan senyuman padanya.


Kecuali Rajasa, Soraya, Ambar tentunya,


mereka mengembangkan senyuman tipisnya saat melihat betapa elegannya Berliana saat memperkenalkan diri pada Rohid dan yang lainnya.


'Jadi wanita itu adalah Berliannya ADAM CORP? sialan kenapa Radja yang mendapatkan dia, kenapa bukan Arjuna? dasar bodoh kau Rayhan!' Rayhan mengumpati dirinya sendiri, dia tidak menyangka kalau wanita yang sudah dia rendahkan itu adalah berlian milik rivalnya Barata dan kini sang berlian dimiliki oleh Radja.



**HOLLA MET PAGI EPRIBADEH


JANGAN LUPA BUAT LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA


SEE YOU NEXT PART MUUUAAAACCHHH**