
Benar saja saat keduanya masuk kedalam mobil, hujan tiba tiba saja turun dengan deras, bahkan diiringi oleh angin kencang.
Berliana menatap kearah luar jendela mobil, air hujan begitu deras menghantam kaca mobil. Wanita cantik itu mengeratkan pegangannya pada sabuk pengaman yang membelit tubuhnya.
Ada rasa ngeri saat melihat hujan diluar sana, namun setelah cukup melihat hujan, Berliana mengalihkan pandangannya pada Radja yang tengah menyetir dengan hati hati. Disaat hujan lebat seperti ini jarak pandang sangat terbatas, jadi Radja harus benar waspada.
Suasana jalanan yang mereka lewati terlihat sangat sepi, suasananya pun terlihat gelap padahal belum malam. Berliana melirik jam yang melingkar dilengah kiri Radja, waktu baru menujukan pukul 4 sore.
"Kamu kedinginan?" suara Radja membuat Berliana sedikit tersentak, wanita itu menipiskan bibirnya lalu mengangguk pelan.
Radja terlihat menghentikan laju mobilnya, pria itu menepi sejenak. Berliana mengerenyitkan dahinya melihat Radja menghentikan mobil dibahu jalan. Kedua matanya membelalak saat pria itu melepas jaket jeans yang dia pakai. Berliana terlihat panik, dia sedikit demi sedikit memundurkan tubuhnya.
'Ngapain buka baju? jangan bilang Radja mau...," Pekik batin Berliana
"Ayo pakai!" Radja memberikan jaket jeans yang dia pakai pada Berliana, kini ditubuh pria itu hanya menyisakan kaos singlet hitam pas body. Berliana menatap tidak percaya pada kekasihnya, dia fikir Radja akan...,
Gleek!
Betapa susah payah Berliana saat menelan salivanya. Kedua tangannya meremas sling bag yang ada dipangkuannya. Bahkan kedua mata Berliana tidak berkedip sama sekali saat melihat lengan berotot Radja yang seakan melambai padanya minta disentuh. Bulu bulu halus dilengan Radja bahkan tidak terlewat dari pandangan Berliana.
'Uuhh so sexy.' Batinnya, Berliana menggigit bibir bagian dalamnya dengan gemas.
"Queen ambil jaketnya dan pakai!" suara Radja masih terdengar oleh kedua telinganya, satu tangannya terjulur untuk meraih jaket itu namun kedua matanya masih menatap tanpa berkedip makhlum sexy ciptaan Tuhan.
JDER!
Belum sempat jaket itu diraih oleh Berliana, guntur kembali berkilat. Dengan reflek Berliana memeluk tubuh Radja padahal dia masih memakai sabuk pengaman. Radja yang sama terkejutnya hanya menghela nafasnya kasar, satu tangannya terulur untuk melepas sabuk pengaman Berliana.
Dengan sekali angkat tubuh Berliana sudah berada didalam dekapannya tanpa lagi ada penghalang. Berliana memejamkan kedua matanya erat erat, kedua tangannya meremas singlet yang dipakai oleh Radja. Suara guntur dengan kilat itu membuat detak jantungnya terpompa lebih cepat.
"Terserah kamu, tapi kayaknya hujannya tambah deres. Jalan aja sampai gak kelihatan, aku khawatir." Berliana berguman pelan, dia bisa melihat betapa derasnya hujan diluar dari pintu kaca.
"Oke, kita akan menunggu hujan sedikit reda." Radja kembali menepuk punggung Berliana dengan lembut, guntur serta kilatan petir tidak henti henti. Bahkan Radja terpaksa harus mematikan ponselnya dan ponsel Berliana demi keaamanan.
Hujan diluar sana semakin deras, udara semakin dingin, namun didalam mobil itu udara terasa hangat karena ada dua sejoli yang tengah memeluk satu sama lain. Mereka kira hujan akan sedikit reda dalam waktu beberapa belas menit, ternyata sudah hampir 30 menit berlalu hujan tidak kunjung reda biarpun sedikit.
Tanpa Radja sadari Berliana sudah tertidur didalam dekapannya, entah nyaman atau karena mengantuk efek hujan diluar sana, wanita itu menyandarkan wajahnya diceruk leher Radja. Senyuman tipis Radja terbit, satu tangannya terulur untuk menyingkirkan anak rambut Berliana yang menutupi wajahnya.
Cup!
Entah keberanian dari mana Radja malah mengecup kening Berliana cukup lama. Kedua mata Radja terpejam untuk sejenak menikmati apa yang sedang dirasakan oleh bibirnya.
"Kalau kamu adalah malaikat cinta yang dikirim oleh Tuhan untukku, maka aku yang akan menjadi malaikat penjagamu Queen. Aku akan selalu menjagamu dan Lora bagaimana pun caranya, skenario Tuhan terlalu indah saat mengatur pertemuan kita, dan aku tidak akan menyia nyiakannya." Radja berguman lirih didekat telinga Berliana, satu kecupan dalam dia sematkan kembali dipucuk kepala Berliana. Dekapan Radja pun semakin erat, bahkan Radja tidak merasa kedinginan sama sekali padahal saat ini dia hanya memakai kaos singlet ditubuhnya.
**GUARDIAN ANGEL BERLIANA
YUHUUUUUU JANGAN LUPA BUAT LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA
SEE YOU NEXT TOMORROW
BABAYYY MUUUAAACCHHHH**
MAMPIR JUGA YUK KE CERITA TEMENKU YA