
Selama hampir dua jam lamanya mereka berlima berkumpul dan mengobrol. Bahkan Lora pun sampai ketiduran setelah menyantap chiken cheese kesukaannya. Lora tertidur didalam gendongan Berliana, Berlian keluarga Prayoga itu bahkan tidak henti hentinya menberikan kecupan dipipi gembul Lora.
'Apa kalau nanti aku punya anak sama Radja, bentuknya bakalan kayak gini? gembul lucu pingennya cium cium terus.' monolog Berliana didalam hati.
Berliana semakin menyunggingkan senyuman tipis, kala mendengar cerita Cia yang tengah menceritakan Melody, si bodyguard yang selalu mengikutinya kemana pun. Bahkan saat ini wanita kaku itu tengah memperhatikan gerak gerik Cia dan mereka berempat dari salah satu meja.
Tanpa Berliana sadari, bukan hanya Melody yang tengah memperhatikan interaksi serta gerak gerik mereka. Namun juga ada seseorang yang diam diam ikut memperhatikan.
"Jadi itu milikku? dan wanita itu miliknya? bukankah dia terlihat sangat menyayangi Saradhaku. Kenapa hanya mengambil satu, kalau aku bisa mendapatkan dua sekaligus." monolognya pelan, satu tangannya meraih cangkir kopi yang entah sudah gelas yang ke berapa.
Tatapannya terus saja tertuju pada Berliana yang tengah tertawa kecil, tawa yang sering Berliana lakukan kala dia bersama ketiga saudaranya.
"Aku hanya perlu menyingkirkan satu penghalangan. Gara gara Malhotra sialan, Disha sampai menikah dengan pria lain dan mengambil seluruh hakku! bahkan saat kematian Disha pun Malhotra menyembunyikanya. " lanjutnya lagi, kali ini terdengar sangat kesal. Namun kedua mata tajamnya tidak pernah lepas dari Berliana dan Lora.
Namun saat melihat Berliana mengalihkan pandanganya kearahnya, dia segera membuang wajah kearah lain.
Sedangkan Berliana terlihat mengerutkan dahinya, sedari tadi ada perasaan tidak nyaman. Tapi Berliana pun tidak tahu apa dan kenapa? pandangannya dia turunkan untuk melihat wajah cantik balita yang tengah terlelap didalam pelukannya.
"Queen?" panggilan seseorang membuat Berliana menegakan kepala, senyuman tipis Berliana perlahan terbit kala melihat Radja sedang berjalan kearahnya. Pria itu terlihat semakin dewasa saat rambut gondrongnya diikat asal. Membuat Berliana tidak mampu mengedipkan kedua matanya kala melihat penampilan Radja yang berantakan, namun terlihat semakin hot.
Astaga dragon ball, rasanya Berliana ingin mengurung suaminya saat ini, kala melihat tatapan lapar para wanita pada Radja.
"Maaf, aku telat My Queen," ujar Radja merasa tidak enak pada sang Ratu.
"Tidak apa apa Ai, lagian kita masih ngobrol sama makan. Oh ya kamu udah makan siang?" seketika rasa masam didalam hatinya hilang seketika, kala melihat kedua mata Radja hanya tertuju padanya.
"Sudah, tadi bersama Pak Ardian." ucap Radja pelan, pria itu mendudukkan dirinya disebelah Berliana. Bahkan dengan tidak punya perasaannya Radja memberikan kecupan didahi Berliana, didepan ketiga jomblowati yang tengah menggigit tali tasnya masing masing. Lebih tepatnya hanya Cia dan Yasmine. Sedangkan Elira hanya tersenyum tipis, dia sudah terbiasa melihat kemesraan saudara dan iparnya.
"Please ya, kalau mau kecup kecup lihat situasi! tidak ada rasa kasihkah pada jomblowati seperti kami. Tolong ya Tuan dan Nyonya Dewangga, hormati harga diri para jomblo seperti kami. Kalau tidak aku bisa malaporkan kalian kepengadilan hati, dengan tuntutan pamer kemesraan didepan jomblo. Kalian gak taukan, nih hati dah cenat cenut lihat kalian kecup kecup mulu, aku kan jadi pingin." protesan Cia terus saja mengalun, bahkan ocehan Cia membuat Lora yang tengah tertidur sedikit tersentak, maka dari itu Cia sedikit berbisik dikata terakhirnya.
Yasmine dan Elira terkikik geli melihat wajah nalangsa Cia, sedangkan Radja dan Berliana semakin sengaja memperlihatkan kemesraan mereka didepan Cia, dan jelas itu membuat Cia semakin menenggelamkan wajah diatas meja.
"Aku ingin melihat, apa kalian akan tertawa setelah hari ini?" gumam seseorang yang sedari tadi memperhatikan interaksi mereka.
GRECIA VYGA
YASMINE ALORA