
Arjuna tersenyum tipis saat melihat wajah Kakeknya mengeras setelah melihat video penamparan yang dilakukan oleh Barata pada Radja.
"Anak itu memang selalu saja membuat keluarga Malik malu, kenapa sifatnya harus sama dengan Rajasa. Susah diatur, ingin selalu bebas, kenapa kau memberikanku putra serta cucu yang sangat keras kepala Yushika." Rohid bahkan memanggil nama Almarhumah istri pertamanya, dia terlalu frustasi menghadapi Rajasa dan Radja.
Dan kenapa juga nama mereka begitu mirip, sifat mereka pun sama, wajah Rajasa dan Radja bahkan hampir sama. Kenapa Radja begitu menduplikat Rajasa membuat Rohid sulit untuk mengendalikan cucu pertamanya.
Tidak seperti Rayhan dan Arjuna, walaupun Arjuna sesekali menentangnya disaat pendapat mereka bertentangan, namun Arjuna lebih banyak menurut padanya dibandingkan Radja.
"Apa kau tahu kenapa Radja sampai ditampar oleh pemilik ADAM CORP?" Rohid memutar tubuhnya,dia kembali bertanya pada Arjuna yang terlihat tenang.
"Kak Radja memeluk putri satu satunya Barata saat dipesta itu, entahlah aku juga tidak terlalu memperhatikannya saat dipesta. Maaf Kakek, aku tidak bisa mencegah Kak Radja untuk tidak mempermalukan keluarga Malik lagi." Arjuna terlihat mengalihkan pandangannya kearah lain, salah satu sudut bibirnya terangkat tanpa diketahui oleh Rohid.
"Aku akan kerumah mereka lusa, aku harap kau, Papa serta Mama mu juga ikut kekediaman mereka. Kita akan lihat seberapa layak hidupnya si mantan putra mahkota tanpa bayang bayang keluarga Malik."
💝
💝
💝
"Astaga dragon ball, Miss Bell kau cantik sekali. Uhhh dari boneka Anabell berubah menjadi boneka India yang cantik mempesona." Cia berseru heboh saat melihat penampilan Berliana saat ini. Wanita berkulit putih susu itu tengah mencoba salah satu pakaian India.
Juanda bahkan menjatuhkah ipadnya kelantai, kaca matanya melorot sampai hidung, mulutnya sedikit terbuka saat melihat penampilan bestie sekaligus atasannya saat ini.
Seketika senyuman lebar Berliana menyurut mendengar ucapan sang asisten. Bahkan dengan tidak berprikemanusian Berliana melemparkan heels yang sedang dia pakai kearah Juanda.
"Astaga dragon ball, eyke dianiaya miska. Untung tuh sepatu mehong kalo enggak muka tampan eyke bisa alergi kalo tuh sepatu nyentuh kulit mulus eyke." Ucapan Juanda semakin membuat Berliana kesal, wanita itu kembali melemparkan sebelah heelsnya pada Juanda.
Pria tulang presto itu menjerit dramatis, Cia dan yang lainnya hanya tertawa melihat kelakuan Juanda dan Sang Owner. Bahkan Ambar diam diam mengambil gambar Berliana tanpa sepengahuannya. Ambar pun masih diam dan bersikap biasa saja setelah dia mengetahui kalau Radja dan Berliana tengah menjalin sebuah hubungan. Ambar ingin bersikap profesional, dia tidak ingin dikenal oleh orang orang sebagai calon adik ipar Owner DIAMOND QUEEN, tapi ingin dikenal dengan namanya sendiri Ambaresa Putri Dewangga.
"Cia ambilin sendal jepit, biar kutabok tuh si mulut lemes." Berliana sudah mengangkat rok lebar berwarna merah yang terasa begitu berat. Karena kalau tidak diangkat, dia akan kesulitan untuk berjalan cepat.
"Miss Bell eyke masih ada kerjaan di ADAM CORP oke, eyke pergi dulu ya. Nanti Big Boss bisa ngamuk, inget lusa kita sama DEWANGGA GROUP harus mantau lahan yang mulai digarap bebarapa hari yang lalu, Eyke pergi dulu dahhh bye bye jinny oh jinny." Juanda segera berlari saat melihat Berliana mengacungkan heels yang sempat dia lempar tadi.
"Dasar bandeng presto!" Berliana melemparkan heels itu arah Juanda, dan alhasil heels itu mengenai punggung Juanda, membuat pria itu meringis dan semakin mempercepat langkahnya.
"Udah cantik kok, ayo dari pada jadi boneka anabell kan mending jadi jinny oh jinny." Cia kembali tertawa melihat Berliana menghentakan kedua kaki telanjangnya kelantai.
GIMANA MENURUT KALIAN