
"Miss Bell semua model sudah kita kumpulkan di aula!" Cia segera membawa Berliana ke aula DIAMOND QUEEN. Para model mereka sudah berkumpul, entah kenapa Berliana menyuruh Cia untuk mengumpulkan mereka semua.
Berliana melepas heels 15 centi meter, yang sadari tadi begitu tidak nyaman dikedua kakinya.
Brukk!
Heels super mahal itu tercampakan begitu saja dibawah meja resepsionis, Berliana memang tidak bisa berjalan dengan bebas apa bila dia sedang memakai sepatu berhak tinggi. Lebih baik dia bertelanjang kaki dari pada harus merasakan sakit dikedua kakinya nanti.
"Tolong simpan ya!" pinta Berliana pada resepsionis pria itu.
"Baik Miss Bell!" Resepsionis pria bertag name Ismail itu segera mengamankan sepatu heels yang harganya setara dengan gajinya selama 5 bulan.
Berliana melenggang bebas dengan kedua kaki telanjangnya, dia bahkan menggulung kedua lengan blazernya hingga siku. Cia yang melihat sikap kakak sepupunya pagi ini hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan.
"Kamu yakin mereka sudah berkumpul semua, Miss Grecia?" Langkah Berliana berhenti sejenak sebelum dia meraih knop pintu besar yang ada hadapannya saat ini.
Cia yang sedari tadi mengikuti langkah wanita itu pun ikut berhenti, dan kali ini gadis berusia 19 tahun itu mensejajarkan dirinya dengan Berliana.
"Sudah, mereka semua sudah berkumpul disana." Cia berbicara seadanya, gadis itu menatap heran pada sang Kakak yang tiba tiba tersenyum miring.
"Bagus, ayo kita masuk! ada sedikit kejutan yang akan aku berikan pada salah satu dari mereka didalam sana nanti!" Berliana menarik sebelah sudut bibirnya, dengan cepat dia meraih kedua knop pintu dan membukanya kasar.
Benar saja, saat Berliana dan Cia masuk kedalam semua model binaan DIAMOND QUEEN sudah berkumpul, termasuk Ambaresa.
"Morning guys!" Berliana menyapa mereka semua dengan senyuman lebarnya, namun mengandung banyak arti didalam senyuman itu.
"Morning Miss Bell, morning Miss Cia!" semua model DIAMOND QUEEN membalas sapaan Owner mereka, dan Berliana hanya menanggapinya dengan senyuman.
"Oke kita langsung saja ketopik, kalian pasti bertanya tanya kenapa saya mengumpulkan semua model DIAMOND QUEEN disini tanpa terkecuali?" Berliana menatap satu persatu wajah pria dan wanita yang ada dihadapannya kini.
Bruuk!
"Ada seseorang yang membocorkan desain desain serta cara cara Mace Reina dalam mendidik kalian selama menjadi model di DIAMOND QUEEN. Mereka menjiplak semua ide ide kita, kalau tidak ada pengkhianat disini mana mungkin semua itu bisa mereka duplikat." Tegasnya.
Berliana menatap dingin kearah mereka semua, bahkan Cia yang sedari tadi berada disisi Berliana hanya menghela nafasnya pelan. Cia tahu kalau saat ini Berliana tengah menahan amarahnya, Cia pikir kalau Berliana hanya akan membicarakan semua ini hanya bersama petinggi DIAMOND QUEEN, tapi ternyata Berliana melibatkan semua warga DIAMOND QUEEN.
"Tidak ada yang ingin maju ke depan dan menjelaskan semua ini pada saya? atau keluar dari barisan secara suka rela. Oke fine! sepertinya ucapan saya kalian anggap angin lalu, jadi biarkan isi amplop ini yang akan menjelaskan semuanya!" ucapan Berliana tidak main main, dia merobek sisi amplop coklat itu dan terlihat mengeluarkan lembar demi lembar gambar yang terprint di atas kertas.
Senyuman Berliana mengembang, saat melihat dengan jelas apa isi amplop coklat yang ada ditangannya.
"Ternyata kamu ya? wah saya tidak menyangka, Anggun Lestari." Berliana berucap santai namun terdengar penuh ancaman pada wanita yang bernama Anggun.
Semua model menatap kearah wanita yang tengah menundukkan kepalanya, Ambaresa yang berdiri bersebelahan bersama wanita itu pun, menatap tidak percaya pada teman satu profesinya.
"Ayo Nona Anggun, silahkan anda maju kedepan." Suara Berliana kembali terdengar santai, bahkan senyumnya terus mengembang.
Wanita yang bernama Anggun itu terlihat salah tingkah, dia ingin sekali beranjak dari tempatnya dan segera berlari dari mereka.
"Oke baiklah, sepertinya si pengkhianat ini tidak berani untuk menjelaskan semuanya pada kita. Saya cukup mengapresiasi keberanian anda dalam membocorkan semua ide ide kita pada A FASHION, wow! Cia!" Berliana melirik Cia lewat sudut matanya.
Cia terlihat memajukan kakinya beberapa langkah, untuk mensejajarkan tubuh mereka berdua.
"Ya Miss Bell?" Cia pun terlihat geram pada wanita, yang beberapa hari yang lalu mereka ikutkan, dalam event besar di salah satu Mall besar di ibu kota.
"Kalian tahu kan apa resikonya saat berkhianat pada DIAMOND QUEEN? berikan dia surat perjanjian denda yang pernah kita sepakati bersama, suruh dia membayar 10 miliyar rupiah itu secara tunai. Lalu keluarkan dia dari DIAMOND QUEEN dengan secara tidak terhormat, dan saya ucapkan selamat bergabung di A FASHION Nona Anggun. Oke terimakasih atas waktu kalian, Cia urus semuanya!" Berliana membalikan tubuhnya, dan segera pergi meninggalkan mereka, yang terlihat masih menatap tidak percaya pada rekan modelnya.
CIA