Duku Mateng(Duda Kuat Mapan Dan Ganteng)

Duku Mateng(Duda Kuat Mapan Dan Ganteng)
Duren Sawit VS Duku Mateng


"APA!" pekik Damar


Damar bangkit dari duduk saat mendengar Berliana, cucu berlian intan permatanya itu ternyata serius dengan semua ucapannya selama ini.


"Berlian menjalin hubungan dengan duda?" Damar kembali bertanya


"Iya Ayah!" Agatha menjawab apa adanya dan terkesan santai, Ibu dua orang anak itu ingin mendengar ucapan Ayah mertuanya setelah ini. Apa Damar juga akan menentang seperti Ibu nya kemarin?


"Astaga Berlianku!" Damar mengusap wajahnya kasar.


Nahkan, dugaan Agatha benar akan banyak orang yang menentang hubungan Berliana dan Radja. Kenapa status perjaka atau bujangan itu begitu harus sih untuk si perawan, bukannya itu sama saja. Yang berstatus bujang saja belum tentu masih perjaka, jadi kalau statusnya duda bukannya sudah jelas dia lebih berpengalaman.


"Orangnya ganteng gak, kerenan Ayah atau dia?" Ucapan Damar kali ini membuat Agatha sedikit ngelag, Ayah mertuanya ini sedang bertanya apa?


"Maksud Ayah, Ayah mau jadi duda gitu biar bisa Tata bandingin sama Radja, begitu?" Agatha bertanya tanpa beban pada Ayah mertuanya dan itu membuat Anin melotot horor pada sang suami.


"Bukan gitu, maksud Ayah kerenan si duda itu atau Ayah yang dulu, bukan Ayah yang sekarang." Damar gelagapan melihat tatapan maut Anindya, si Oma cantik itu seakan tengah memberikan anak panah pada kedua matanya.


"Ayah yang dulu bukanlah yang sekarang, dulu si Ayah duda sekarang suami orang." Gentala malah bernyanyi dan pastinya itu adalah ledekan untuk sang Ayah, Agatha dan yang lainnya menutup mulutnya rapat rapat agar tidak tertawa.


"Kalau itu tanya sama Bunda langsung dong Yah, jangan tanya sama Tata. Kan Tata belum ada waktu Ayah menyandang DUREN SAWIT dulu, jadi Ayah tanyanya sama Bunda saja." Agatha bangkit, dia meraih nampan bekas banana cake yang sudah habis.


"Sayang, gimana? kerenan aku apa si dudanya Berliana?" Damar menatap wajah Anin dengan penuh harap.


"Ya jelas kerenan DUKU MATENG dong Pace dari pada DUREN SAWIT, uh pesonannya bikin Kak Bell kejang kejang ditempat. Kalo Oma lihat nanti pasti percaya deh sama yang diomongin sama Yas, udah mah berbulu, berotot, tinggi, gondrong tapi ganteng, aaahhh Yas juga mau nyari duda yang begitu ah." Yasmine berjingkrak heboh, bahkan Gentala segera meraih tubuh putrinya dan mengusap kasar wajah Yasmine.


"No, kamu masih bocil jangan main duda dudaan! kalau kamu berani Papi kirim kamu ke Zimbabwe, mau?" Gentala menatap horor pada putrinya, dia takut Yasmine pun terkena percikan percikan pesona duda seperti keponakannya yang terkena doktrinannya sejak kecil.


"Ish Papi gak asik, udah ah Yas mau kekamar kak Bell dulu!" Yasmine melepaskan cekalan sang Papi dan segera berlari menuju tangga.


Sedangkan Anin menyunggingkan senyuman tipisnya, dia tersenyun geli pada mantan Duren ini, sudah kakek kakek saja masih tidak ingin disaingi.


"Kerenan kamu kok By," Anin menepuk nepuk lengan suaminya, ucapan sang istri membuat senyuman Damar terbit. Senyuman lebar yang membuat Anin mati matian untuk menahan tawanya.


"Tapi dulu, sekarang udah enggak kan. Duren Sawit udah digantikan sama Duku Mateng, bener kata Yas tadi." Lanjut Anin, dan itu membuat senyuman lebar Damar surut sesurut surutnya.


Damar menurunkan bahunya dan berbalik arah, pria itu menghela nafasnya kasar. Ternyata pesonanya sudah luntur dimakan waktu, ada sesuatu yang baru untuk mereka bahas nanti bukan.


"Tapi Duku Mateng itu apa? buah Duku yang dijual tukang buah?" Tiur ikut angkat bicara, sedari tadi dia sudah gatal ingin bertanya apa itu Duku Mateng.


"Duda kuat mapan dan ganteng Mi!" suara teriakan Yasmine membuat orang orang yang ada disana menoleh kearah pintu masuk.


Disana sudah ada Yasmine dan Berliana yang tengah membawa dua loyang cake untuk mereka. Wajah Berliana masih ditekuk karena kejadian tadi.


"Udah jangan ditekuk gitu, nanti Duku Matengnya Kak Bell ilfil lihat muka Kakak." ujar Yasmine



**HOLLA MET PAGI SIANG MALAM EPRIBADEH


JANGAN LUPA BUAT LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA


SEE YOU NEXT PART


MUUUUAAAACCHHH**