
💝💝💝💝💝💝
...HAPPY READING......
.
.
Pagi harinya. Di dalam kamar Adelia sudah selesai mandi dan lagi menyiapkan baju untuk suaminya. Soalnya si tampan, yang selalu menjadi idaman siapa saja. Juga sedang membersihkan tubuhnya di dalam kamar mandi.
Setelah makan malam tadi malam. El kembali lagi bekerja di temani oleh sang istri yang tidak bisa tidur lagi, karena dia sudah tidur lebih awal.
Begitu pekerjaan Elvino selesai. Mereka berdua kembali mengulangi percintaan mereka yang rasanya tidak akan pernah bosan. Apalagi Elvino belum memiliki kesempatan untuk mengikuti nafsunya yang masih ingin. Namun, karena rasa cintanya pada sang istri lebih besar.
Jadinya harus mengubur semua keinginan tersebut. Bagi Elvino, kesehatan istrinya adalah di atas segala-galanya.
Ceklek!
Suara pintu yang dibuka oleh si tampan. Kali ini dia keluar hanya mengenakan handuk sebatas pinggang. Jadi dada bidangnya yang terdapat enam kotak roti sobek terpampang jelas.
Tubuhnya yang tinggi atletis, di tambah bulu-bulu kecil menghiasai perutnya sampai ke arah Lele tunggalnya. Hampir lupa, ada air bekas mandi mengetes pada lantai kamar mereka.
Fiuh!
Elvino meniup muka sang istri yang seakan menatap kosong kearahnya. El yang mengetahui kenapa Adelia bisa seperti itu sengaja menggoda sang istri.
"Agh! El, kamu sudah selesai." seru Adelia malu karena sudah ketahuan terpana pada tubuh suaminya yang tadi malam sudah dia rasakan kenikmatan atas penyatuan mereka.
"Heum! Sudah!" jawab Elvino balik menatap lekat istrinya. Entah mengapa, saat melihat istrinya. Mata pemuda itu seakan enggan untuk berpaling kearah lain.
"Ada apa?"
"Iya, tidak apa-apa! Tapi apakah hari ini kamu tidak menjenguk papa?" si ibu hamil balik bertanya.
"Tentu saja aku akan melihat keadaan papa. Tapi pagi ini, sebelum berangkat ke perusahaan. Kamu diam dirumah saja, ya. Jangan terlalu lelah, karena aku tidak ingin kamu kenapa-napa." sambil berbicara, Adelia mulai membantu suaminya memakai baju kameja laki-laki tersebut.
"Syukurlah kalau kamu mau melihat papa lebih dulu. Aku kira kamu akan sibuk mengurus perusahaan daripada melihat keadaan papa,"
Mendengar ucapan istrinya, El tersenyum tampan. "Sayang, kalian semua adalah prioritas utamaku. Apalagi ini," karena tubuh mereka hanya berjarak beberapa senti meter saja.
Membuat Elvino dengan mudah mengelus perut besar istrinya. Lalu dia juga sedikit menunduk dan menempelkan telinganya pada perut Adelia.
"Sayang, hari ini Papa akan sibuk bekerja dan kemungkinan akan pulang malam. Jadi baik-baik ya, jika mau sesuatu. Tunggu papa pulang, jangan menyusahkan mamamu," ucapnya yang langsung mendapatkan tendangan dari si calon Elvino junior.
Sehingga membuat dia dan Adel tertawa, hal sederhana yang membuat El merasa bahagia. Bahkan sudah menjadi candu baginya.
"Cup! Jangan cemburu pada anakmu sendiri, karena cintaku padamu sangat spesial. Kamu belahan jiwaku yang tidak bisa disamakan dengan rasa sayangku pada anak kita, ataupun keluargaku." El yang sudah sering mendengar Adelia protes karena buah hati mereka selalu merespon semua perkataannya.
Langsung saja mengecup bibir ranum istrinya. Lalu dia tatap lagi seperti tadi karena saat ini Adelia mulai memasangkan dasi kerjanya.
"Kenapa setiap El menatapku, rasanya langsung memporak porandakan hatiku. Apakah karena aku terlalu mencintainya? Dia benar-benar sangat tampan. Pantas saja para mantan pacarnya selalu mengejar suamiku."
Gumam Adelia yang tadi saat suaminya mandi. Membaca pesan dari mantan kekasih suaminya.
Sebetulnya Elvino ingin mengganti kartu baru. Agar tidak ada yang mengaggu dirinya. Akan tetapi, si ibu hamil sendiri yang mencegah hal tersebut. Jadinya sampai saat ini, El masih memakai nomor ponsel lamanya.
Namun, menurut cara pandang Adelia, jika memang seorang suami mau selingkuh. Maka mau seperti apapun mencegahnya, tetap saja akan selingkuh. Jadi boleh dikatakan Adelia mau menguji cinta suaminya.
...BERSAMBUNG......