Dia Juga Anakku

Dia Juga Anakku
Cica Aqila Wijaya.


💝💝💝💝💝💝


...HAPPY READING......


.


.


"Ar, selamat ya, akhirnya ngidam mu berakhir juga," ucap Elvino tersenyum jahil. Saat ini mereka sudah berada dalam ruangan VIP. Ya, Raya beserta bayinya sudah dipindahkan ke ruang rawat inap.


Si putri bungsu Wijaya melahirkan begitu gampang, karena yang merasakan sakitnya adalah Arya suaminya. Aneh, tapi itulah kenyataannya.


Arya bukan hanya mengalami morning sickness karena hamil simpatik yang ia alami. Namun, juga ikut merasakan kontraksi ketikan Raya mau melahirkan.


"Iya, terima kasih, Kak," Arya yang masih lemas hanya pasrah walaupun di buli oleh kakak iparnya. Sedangkan keluarga yang lainya lagi duduk di sofa. Namun, tidak jauh dari tempat Raya yang saat ini lagi tidur nyenyak.


"Pa, sudahlah jangan menggoda Arya terus-terusan," cegah Adel karena sejak tadi dia ikut duduk bersama suaminya dekat ranjang yang Arya gunakan.


Dalam ruangan itu memang ada tiga ranjang. Satu khusus buat pasien dan duanya lagi untuk keluarga yang menemani.


"Sayang, aku bukan menggoda nya. Tapi lagi memberikan Arya semagat juga," El tergelak karena perutnya sudah dicubit oleh Adelia.


Mau seberapa hebat pun si playboy cap kampak. Dia tetaplah Elvino yang jahil pada teman maupun keluarganya, dan itu semua menurun pada si Baby Eza.


Cup!


"Jika ingin dicium bilang saja, sayang. Tidak perlu menggunakan kekerasan seperti ini," ucapnya sudah mengecup pipi sang istri.


"Elvino... kita lagi---"


Cup!


"Tidak apa-apa, kan kita sudah menikah. Sudah halal, jadi siapa yang akan melarangnya," lagi-lagi El mengecup pipi Adel yang sebelahnya.


"Kak, berdosa jika menganiaya orang sakit sepertiku," ucap Arya memutar bola matanya malas. Kakak iparnya itu benar-benar selalu menjadi pemenang jika soal keromantisan.


"Sabar, Ar. Papa juga tidak tahu kakak mu menurun siapa. Padahal Papa tidak separah itu bucin nya," ucap Tuan Arka yang langsung mendapat tatapan tajam dari Nyonya Risa.


"Agh, sudahlah. Sepertinya laki-laki itu selalu salah di mata semua wanita," sahut El tersenyum melihat papanya juga tidak berani berkutik bila mamanya marah.



"Wah, iya... adik kecilnya bangun," seru Adelia sudah berjalan mendekati putranya dan bayi Raya yang berjenis kelamin perempuan.


"Ma, Eda mau gendong dedek bayi duga," pinta si kecil Eza yang melihat mamanya mengendong bayi cantik tersebut.


"Eh, tidak boleh sekarang. Nanti jika adek nya sudah besar, Kakak Eza yang akan menjaganya," jawab Adel seraya memberikan susu formula pada si bayi.


"Aku benar-benar merasa bahagia melihat mereka semua bisa tersenyum seperti saat ini. Apapun akan aku lakukan demi kebahagiaan keluargaku."


Gumam Elvino melihat kearah istri, anak beserta keluarganya. Soalnya semenjak hubungan Arya dan Raya bersatu kembali. Keluarga mereka hanya dipenuhi kebahagiaan.



"Jika semuanya sudah bahagia, maka tugasku sebagai penganti papa sudah selesai."


Si tampan Elvino kembali bergumam sebelum ikut bergabung bersama istri dan putranya. Untuk melihat si cantik Cica Aqila Wijaya.


"Pa..." ucap Eza langsung merentangkan kedua tangannya meminta digendong oleh papanya.


"Huem, iya, Tampan." ucap El mengendong putranya.


"Eda mau lihat Dedek Cica," jawab Eza ikut menunjuk kearah adik sepupunya. Sehingga Elvino pun menuruti permintaan sang putra.


Anak yang hadirnya tidak pernah direncanakan. Dulu mungkin El memang sangat menyesal sudah memperkosa Adelia. Namun, semakin hari rasa cinta terhadap sang istri dan putranya tumbuh semakin besar.


Sehingga membuat Elvino malah bersyukur sudah memperkosa Adelia. Sehingga dia merasakan kebahagiaan seperti saat ini.


...BERSAMBUNG......


.


.


...Hayo... masih adakah yang menanti karya receh Mak Author 🥺 Terima kasih atas semua do'a yang kalian berikan. Insya Allah apabila Keadaannya terus stabil. Mak Author mau kembali menulis lagi. Soalnya sudah satu bulan, sakit yang tidak kunjung sembuh. Namun, sudah dua hari ini mulai mendingan lagi. Maaf untuk komentar kalian yang tidak bisa Mak Author balas satu persatu. Terima kasih karena kalian sudah mau membaca karya receh nya🙏🙏🙏🙏...