Dia Juga Anakku

Dia Juga Anakku
Alat Balas Dendam.


💝💝💝💝💝💝


... HAPPY READING......


.


.


"Baiklah, jika kamu mau bekerja sebagai staf, maka besok datanglah ke perusahaan untuk mengajukan bahan-bahan buat lamaran. Soalnya data mu akan di proses terlebih dahulu. Jadi pada saat Adelia sudah sembuh. Kamu tinggal bekerja saja," ucap Tuan Arka santai. Seperti bukan bicara pada putranya saja.


"Apa! Pa, El ini putra Papa sendiri. Masa' iya harus pakai lamaran segala," seru El tidak percaya bahwa untuk masuk sebagai staf saja dia harus membuat surat untuk lamaran juga. Apalagi perusahaan tersebut milik orang tuanya sendiri.


Lalu apakah cerita sang pewaris langsung menjadi CEO muda di perusahaan keluarganya hanyalah di novel saja? Kenap tidak sama dengan kisah hidup El, yang harus membuat surat lamaran meskipun hanya sebagai staf pemasaran.


"Huh!" Lelaki paruh baya itu menarik nafas dalam-dalam sebelum memberikan penjelasan pada sang putra. Mungkin memang sekaranglah saatnya dia mendidik Elvino yang sudah mau bekerja.


"El, semua pekerjaan itu harus di mulai dari bawah dulu. Bukan langsung tiba-tiba berada diatas yang akan membuatmu terjengkang jatuh kebawah," ucap beliau dengan serius. Begitu pula Elvino, dia hanya diam sambil mendengarkan.


"Suatu saat nanti, jika Papa sudah pensiun. Maka perusahaan Wijaya akan berpindah ke tangan mu. Puluhan ribu karyawan bergantung hidup dari perusahaan kita. Lalu jika kamu hanya tahu enaknya saja, apa mungkin akan mengerti posisi mereka seperti apa?" tanyanya beliau yang langsung membuat El tertunduk.


Entah dia kesal pada papanya. Atau lagi memikirkan ucapan sang ayah.


"Jujur, Papa ingin kamu bekerja sebagai Staf karena Papa tidak percaya padamu. Papa tahu seperti apa pekerjaan mu selama ini," ungkap beliau menatap putranya lekat. Sedangkan Adelia hanya diam saja, begitu pula ibu mertuanya.


"Maksudnya Papa tidak percaya jika El mampu bekerja seperti yang lainya?" El baru berbicara setelah hanya terdiam sambil menunduk.


"Iya, Papa rasa tidak perlu menjelaskan apa alasannya, karena kamu bukan anak kecil lagi. Tapi sudah hampir menjadi seorang ayah," jelas beliau sambil berdiri dari tempat duduknya.


"Adel, Papa akan pulang sekarang. Soalnya besok ada rapat pagi-pagi sekali," ucap Tuan Arka membiarkan Elvino memikirkan perkataannya.


"Iya, Mama juga pulang saja, Adel baik-baik saja," jawab Adel karena tahu bahwa ayah mertuanya mungkin masih marah pada suaminya.


"Tapi---"


"Huh! Baiklah!" seru wanita setengah baya itu paham pada anggukan suaminya.


"Sayang, Mama akan pulang dulu, ya. Soalnya Papa tidak bisa bersiap-siap sendiri bila tidak ada Mama,"


"Iya, tidak apa-apa. Pulang saja, soalnya Adel baik-baik saja," jawab Adelia menerima pelukan hangat sebelum ibu mertuanya pergi.


"El, jaga menantu dan cucu Mama degan baik. Awas! Kamu tidak boleh berbuat macam-macam, bila ada sesuatu, segera hubungi Mama," pesan Nyonya Risa sebelum menyusul suami yang keluar tanpa berpamitan pada putranya sendiri.


"Huem, Mama tidak perlu khawatir," jawab Elvino mengangguk mengiyakan. Lalu setelah kepergian ke-dua orang tuanya, pemuda itu berjalan mendekati sang istri.


"El," seru Adelia menatap muka suaminya yang terlihat sedang tertekan. Biasanya meskipun El sangat menyebalkan, tapi aura ketampanannya tidak akan pernah hilang.



"Huem, apa?"


"Kenapa kamu harus bekerja?" tanya Adel yang sejak tadi mendengar perdebatan panjang antara Elvino degan ayah mertuanya.


"Menurut mu?" bukannya menjawab El terus melemparkan pertanyaan.


"Elvino, aku lagi serius, jangan mengalihkan pembicaraan," keluh Adelia begitu penasaran.


"Ck, tidurlah! Ini sudah larut malam. Ingat pesan mama, ibu hamil tidak boleh begadang," decak El yang malas harus menjawab apa yang membuat nya ingin bekerja. Tanpa ia jelaskan, Adelia pasti tahu alasnya.


"Aku tidak bisa tidur bila kamu belum menjelaskan padaku," sikap Adelia kembali seperti anak kecil.


"Astaga! Apakah bayi yang dikandung Adel adalah anak kandung ku? Kenapa dia selalu menyiksa ku melalui ibunya," keluh Elvino mulai merasa terancam gara-gara si calon bayi selalu menjadikan dia tempat ngidam Adelia.


...BERSAMBUNG......