Dia Juga Anakku

Dia Juga Anakku
Sama-sama Brengsek!


💝💝💝💝💝💝


...HAPPY READING......


.


.


"El, bagaimana? Apakah kau mengenal kakaknya Arya? Dan apakah benar dia mantan kekasihmu juga?" tanya Tuan Arka menatap putranya seraya mengelengkan kepala.


Dengan diamnya Elvino. Beliau sudah bisa menebak bahwa benar jika Cica kakaknya Arya adalah mantan pacarnya playboy cap kampak.


Sedangkan Arya sendiri hanya diam saja dan tidak begitu memperdulikan lagi masalah tersebut karena baginya saat ini tidak ada lagi yang lebih penting selain kesembuhan Raya.


Arya hanya ingin anak dan istrinya baik-baik saja. Hanya itu saja keinginannya, tidak membutuhkan hal lainya lagi. Tidak mau balas dendam lagi. Begitulah niat didalam hatinya meskipun semuanya sudah terlambat karena benar kata ibu mertuanya. Jika kata maaf, kata menyesalnya tidak akan pernah mengembalikan keadaan Raya seperti semula lagi.


"Elvino! Kenapa kamu hanya diam saja? Jadi benar kamu yang sudah membuat kakak Arya bunuh diri?" Nyonya Risa yang ikut menyimak langsung berteriak. Meskipun sudah disuruh tenang oleh Arya Wiguna dan Tante Anita. Namun, tetap saja beliau tidak bisa sabar.


"Mama, Cica memang mantan pacarnya Elvino. Tapi... Itu dulu, kami sudah putus saat Adelia masuk rumah sakit karena hampir keguguran Eza," jawab El menatap takut pada Paman Hasan.


"Astaga! Jadi bukan hanya Arya yang selingkuh setelah menikah? Tapi kamu juga?" Nyonya Risa yang tidak pernah tahu jika Elvino masih berpacaran saat sudah menikah, jelas saja sangat marah.


"Jadi seperti ini sifat kalian jadi laki-laki? Setelah menikah ternyata masih memiliki kekasih? Apakah Papa juga seperti itu?" sekarang bukan hanya Arya dan Elvino saja yang kena marah.


Namun, Tuan Arka pun ikut menjadi sasaran. Ralat! Bukan hanya Tuan Arka saja. Tapi juga Paman Hasan. Sehingga kedua pria setengah baya itu saling pandang dan sama-sama saling tatap.


Mungkin didalam hati mereka lagi berkata. Kenapa aku juga dibawa-bawa . Aku kan tidak pernah selingkuh. Berbeda pula dengan Elvino, pemuda itu tersenyum kecil. Sedangkan Arya menundukkan kepalanya saja. Takutnya bila ayah mertuanya menjadi marah. Gara-gara dia dan Elvino, jadinya semua laki-laki ikut kena imbasnya juga.


"Benar-benar keterlaluan. Apakah kami perempuan harus kalian selingkuhi? Berani-beraninya selingkuh setelah menikah. Sekarang coba dibalikkan, kami yang selingkuh. Apakah kalian mau?" semakin marah karena keempat laki-laki yang ada di sofa hanya diam saja.


"Eum... Tante, tenanglah. Sekarang biarkan Kak Elvino dan Arya menyelesaikan masalah mereka. Kita kan belum tahu apa yang membuat kakaknya Arya bunuh diri," ucap Arya Wiguna nyengir kuda kearah Nyonya Risa .


"Soal Om Arka selingkuh atau tidak, nanti Tante tanyakan setelah hanya berdua saja. Soalnya ada orang yang tidak bisa berkata jujur dihadapan orang banyak," lanjut pemuda itu lagi.


"Eh, kenapa Om dibawa-bawa. Ini tentang kakak mu dan Arya yang selingkuh. Om mana mungkin menduakan tante mu," jawab Tuan Arka yang tidak terima bila dibilang selingkuh, karena beliau memang tidak pernah selingkuh.


"Kak, tenanglah. Tidak semua laki-laki seperti Arya dan Elvino," Tante Anita juga ikut menenangkan kakak iparnya.


"El, ayo ceritakan apa yang kamu lakukan pada Almarhumah Cica? Apa yang terjadi, kenapa dia sampai nekad bunuh diri?" sekarang Paman Hasan yang berbicara agar masalahnya bisa tenang kembali.


"El tidak ada melakukan apa-apa padanya paman," jawab si Playboy cap kampak. El memang pernah pacaran sama cica. Mungkin sekitar kurang lebih ada dua bulan. Kami putus saat Adel dirawat di rumah sakit," lanjut Elvino lagi.


"Kenapa kamu dan dia putus?" tanya Tuan Arka kembali serius menyelesaikan masalah El dan menantunya.


"Kan Elvino tidak cinta sama dia, Pa," jawab si mantan Playboy jujur.


"Jika tidak cinta untuk apa kamu berpacaran dengannya? Bukannya katamu putusnya saat Adel masuk rumah sakit. Kamu dan Cica pacaran kurang lebih dua bulan. Itu berarti saat umur pernikahan kalian hampir tiga bulan?" ujar Nyonya Risa yang sangat hapal sudah berapa lama umur pernikahan anaknya.


"Astaga! Elvino! Kenapa mama bisa punya anak sepertimu," seru Nyonya Risa menangis dengan amarah meluap-luap.


"Mama, tenanglah. Kan Mama sendiri yang ingin mendengarkan mereka menyelesaikan masalah. Jadi tenanglah, jangan sampai keadaan Mama semakin drob. Sedangkan keadaan putri kita masih kritis," tegur Tuan Arka karena istrinya tidak bisa tenang.


Itulah alasan Tuan Arka tidak bisa asal marah pada Arya. Soalnya sebelum hijrah karena telah mencintai Adelia. Elvino bukanlah anak baik-baik. Karena begitu banyak pengusaha yang mengaku bahwa putri mereka adalah mantan kekasih Elvino dan hal seperti itu selalu terjadi di setiap beliau menghadiri acara-acara penting.


"Kak, jika Kakak tidak cinta pada Almarhumah Cica , buat apa kakak pacaran dengannya? Jika Arya pacaran degan Manda karena berniat mau menyakiti Raya. Gara-gara dendam sama Kakak. Namun, karena dia bodoh tidak tahu jika sudah mencintai Raya akhirnya tidak jadi melakukan niat balas dendamnya," tanya Arya Wiguna merasa sangat penasaran.


"Soalnya aku saja tidak memiliki kekasih sampai sekarang karena belum menemukan gadis yang bisa membuat hatiku bergetar. Lalu apa alasan Kakak pacaran sama Almarhum Cica?" kata Arya Wiguna semakin memperjelas pertanyaan.


"Itu karena aku mau menyakiti kakak iparmu. Berharap dengan begitu dia akan sakit hati. Lalu meminta berpisah lebih dulu. Namun, aku gagal karena---"


"Jadi kesimpulannya kamu dan Arya sama saja. Arya selingkuh karena memiliki niat tertentu. Seperti itu juga dengan mu. Ya Tuhan! Kasihan sekali kedua putriku. Kenapa mereka harus memiliki suami seperti kalian berdua, Nyonya Risa kembali menyela karena benar-benar tidak habis pikir jika putranya juga seperti sang menantu.


"Paman, tolong maafkan El, itu dulu sebelum aku menyadari jika sudah mencintai Adelia," ucap Elvino langsung meminta maaf pada paman istrinya.


"Paman sudah memaafkanmu, El. Jadi kamu juga harus bisa memaafkan Arya. Bagaimana cara kamu memutuskan Almarhum Cica. Kenapa dia bisa mengakhiri hidupnya? Sehingga Arya menyalahkan dirimu. Itu yang harus kita selesaikan saat ini," jawab Paman Hasan yang selalu berbicara tenang.


Bahkan saat mengetahui keponakannya diperkosa oleh ketiga orang pemuda. Yaitu termasuk Elvino. Beliau masih tetap sabar dan menyambut baik kedatangan Tuan Arka ke rumah sakit.


"Saat itu El memutuskannya hanya lewat telepon. Karena Cica memaksa mau menjenguk Adelia yang dikiranya adalah adikku. Jadi tidak ada pilihan El harus mengakhiri hubungan kami karena tidak mau membuat Adel bertambah sakit dan kebetulan pada saat itu juga El baru menyadari jika sudah jatuh cinta pada mamanya Eza," jawab El jujur dan tidak ambil hati degan makian dari mamanya, karena dia memang bersalah dan brengsek.


"Apakah setelah itu kamu tidak bertemu degan kakakku lagi?" tanya Arya agak tenang. Setelah mendengar perkataan Paman Hasan. Bahwa Elvino harus memaafkannya karena kelakuan mereka berdua sama-sama brengsek.


"Kami pernah bertemu di kampus satu kali. Karena setalah itu aku sibuk mulai mengerjakan skripsi dan juga pekerjaan di perusahaan sebagai staf pemasaran," jawab Elvino mengingat-ingat kembali masa lalu yang ternyata membuat adiknya menderita karena hal itu.


"Apa yang dia katakan?" tanya Tante Anita.


"Kami bertemu di kantin dan dia tidak bicara apa-apa. Selain mau berpamitan akan pindah keluar negeri lagi. Kalau tidak salah dia baru kuliah beberapa bulan di kampusku, Tan," jawab El cepat.


"Selain itu apakah tidak ada lagi? Tapi kenapa pada buku diary nya mengatakan sangat kecewa padamu? Padahal dia sangat mencintaimu dan karena tidak mau dijodohkan oleh orang tua kami. Kakakku meminum obat tidur dengan dosis cukup tinggi. Sehingga membuat dia meregang nyawa," tanya Arya binggu setelah mendengar penjelasan Elvino.


"Ya soal itu aku juga tidak tahu. Setelah putus aku hanya bertemu satu kali di kampus dan setelahnya kami tidak saling berhubungan lagi. Baik itu dari sosial media sekalipun," jawab Elvino santai karena dia memang tidak pernah berhubungan dengan Cica lagi.


"Sekarang kamu sudah mendengarnya, Ar. Elvino tidak pernah mempermainkan perasaan kakakmu. Jika soal pacaran, lalu putus itukan sudah menjadi hal biasa. Paman rasa kakakmu yang terlalu mencintai Elvino," ujar Paman Hasan menyimpulkan.


"Huh!" Tuan Arka menghela nafas dalam-dalam.


"Jadi seperti ini Ar. Seumpamanya Manda yang sengaja kamu pacari untuk menyakiti Raya, tiba-tiba mati bunuh diri karena dia benar-benar mencintaimu. Apakah keluarganya berhak menghakimi mu atas kematiannya? Nah seperti itu jugalah yang terjadi antara kakakmu dan Elvino," ucap beliau menatap pada menantunya yang hanya diam.


"Tapi apakah polisi tidak menemukan adanya kejanggalan atas kematian kakakmu?" tanya Paman Hasan.


... BERSAMBUNG... ...