Dia Juga Anakku

Dia Juga Anakku
Kedatangan Sahabat.


💝💝💝💝💝💝


...HAPPY READING......


.


.


"Terima kasih!" ucap Adelia begitu selesai berganti pakaian dengan baju tidur panjang.


Cup!


"Sama-sama, tunggu di sini. Aku mau ke depan sebentar, ya. Takutnya mereka sudah datang,": Elvino mengecup kening istrinya sebelum keluar dari kamar mereka.


"Iya, pergilah!" jawab Adel tersenyum melihat suaminya keluar dari sana.


"Huh! Tampan nya Mama, kamu kenapa begitu dekat dengan papamu, huem!" ucap si ibu muda itu mengelus kepala baby Eza.


*


*


Sementara itu di depan. Ternyata bertepatan saat El membuka pintu, mobil sahabatanya juga datang.


"El, maaf ya, kita telat." ucap Aiden membawakan hadiah yang dibungkus dengan kertas kado berwarna biru muda. Warna untuk para anak laki-laki.


"Huem, tidak apa-apa. Aku juga baru saja membuka pintu. Ayo masuk!" ajak Elvino pada Hendra dan Aiden.


"Adel mana? Apakah dia sudah kamu beritahu jika kami berdua akan datang untuk meminta maaf kepada nya?" tanya Hendra setelah meletakan hadiah yang dia bawa di atas meja.


"Tahu, tapi sekarang masih di dalam kamar. Kalian berdua duduk saja dulu, biar aku ambilkan minuman." ucap Elvino langsung berjalan kearah dapur untuk mengambil minuman jus dari lemari pendingin.


Hanya dalam waktu beberapa menit. Pemuda tampan itu sudah datang membawa tiga gelas bersih dan jus yang dia taruh pada nampan.


"Ini, minumlah! Baby Eza lagi tidur, tunggu dia bangun. Maka aku akan membawa mereka ke luar." ucap Elvino ikut duduk juga di ruang keluarga bukan ruang tamu.


Agar dia bisa mendengar putranya menangis atau saat Adelia membutuhkan bantuannya.


"Entahlah! Tidak biasanya dia tidur jam segini. Saat di rumah sakit Baby Eza akan tidur lewat dari jam tujuh malam." jawab Elvino juga merasa heran pada perubahan sang putra.


"Mungkin karena tempat baru, El. Jangankan anak kecil. Terkadang kita juga merasakan ada yang aneh." timpal Hendra.


Saat mereka lagi mengobrol, terdengar suara Baby Eza sudah menangis karena tadi Elvino memang sengaja membuka sedikit pintu kamarnya. Agar bisa mendengar Apabila istri dan anaknya bagun.


"Nah, itu sudah bagun. Tunggu ya, aku lihat dulu." Elvino berdiri dari tempat duduknya dengan tersenyum kecil.


Entah mengapa mendengar suara Baby Eza menangis. Elvino langsung menyugikkan senyum bahagianya.


"Hendra, sahabat kita terlihat sangat bahagia sekali. Jadi ingin menikah juga," seloroh Aiden melihat kepergian Elvino.


"Kita harus mencari wanitanya dulu, bukan asal nikah saja. Mending bila seperti Elvino, mendapatkan bidadari cantik. Nah kalau kita dapatnya gadis nakal bagaimana" jawab Hendra juga melihat kepergian sahabatnya.


*


Sementara itu di dalam kamar mewahnya. Elvino sedang membantu istrinya untuk turun dari atas ranjang.


"Sayang, kamu tidak merasakan gugup ataupun sebagainya, kan? Aku takut kamu merasa ketakutan saat melihat mereka berdua." tanya si tampan takut apabila tiba-tiba nanti Adelia masih trauma melihat kedua sahabatnya.


"Tidak! Aku sudah baik-baik saja, El. Lagian kasihan, mereka kan tidak bersalah," ujar Adelia tersenyum kecil.


"Oke, kalau begitu kita keluar sekarang ,ya. Kamu berjalan saja dan biarkan aku menggendong putra kita." si mantan playboy itu langsung saja mengambil alih menggendong Baby Eza yang sudah bangun.


"Kita keluar ya, Nak. Ada sahabat Papa di luar," ajak Elvino lagi pada anaknya.


...BERSAMBUNG......


.


.


...Assalamualaikum warahmatullahi Wabarakatuh, Kakak Raeder semuanya. Mohon maaf yang sebesar-besarnya, ya. Mak Author belum bisa update seperti biasa. Soalnya keadaannya belum sembuh dan kembali drob lagi. Terima kasih karena sudah setia membaca karya receh Mak Author. 🙏🙏🙏...