
💝💝💝💝💝💝
...HAPPY READING......
"Kakak, pagi-pagi sekali sudah rapi, mau pergi kemana?" tanya Cica Aqila Wijaya. Yaitu pada kakak sepupunya yang bernama Alfariel Feeza Wijaya. Namun, sejak kecil dia selalu dipanggil Eza.
Sekarang kedua cucu Arka Wijaya bersama istrinya Risa Wijaya sudah besar. Cica juga saat ini tengah duduk dikelas dua belas. Sedangkan Eza sudah kuliah jurus manajemen dengan nilai paling baik. Hanya tinggal beberapa bulan lagi pemuda tampan tersebut sudah bisa menjadi penerus papanya di perusahaan.
ALfariel Feeza Wijaya, tidak seperti ayahnya ketika masih muda, yang bodoh dan pemalas. Mungkin Eza mengikuti sang mama yang memiliki hati lembut bak malaikat tidak bersayap. Akan tetapi wajah Eza dan Elvino begitu mirip.
Mereka berdua sama-sama tampan. Hanya saja jika El dulunya pecicilan dan menjabat sebagai playboy cap kampak. Sedangkan Eza anaknya pendiam. Lebih terkesan dingin apalagi bila tidak mengenal orangnya.
Saat Eza masih kecil memang pecicilan seperti mana ayahnya. Namun, semuanya berubah begitu dia sudah lulus sekolah dasar. Entah hal apa yang membuat calon pewaris Wijaya menjadi seperti itu.
"Kakak mau pergi ke rumah teman, ada apa? Apakah si kembar tidak ikut?" jawab Eza menanyakan dua adik sepupunya yang lain. Soalnya Raya, si putri bungsu Wijaya memiliki tiga orang anak dan Cica adalah perempuan satu-satunya di keluarga mereka.
"Agh, kakak seperti tidak tahu saja, si kembar jika hari libur selalu menemani kakek Yuda bermain golf. Maka dari itu aku kesini tidak memiliki teman. Tapi... kakak malah mau pergi juga," keluh Cica yang memiliki sifat ceria seperti mamanya.
"Kan ada bunda sama ayah di rumah. Dirimu juga bisa temani opa sama oma di taman belakang." jawab Eza tidak mau membawa adik sepupunya karena terkadang pemuda itu pulangnya sampai malam.
Belum lagi sahabat Eza yang sering menggoda Cica. Eza tidak suka, karena menurutnya Cica tetaplah adik kecil yang harus dilindungi.
"Ya, aku sudah tahu jawabannya," Cica sedikit manyun.
"Wah, pantas saja ramai sekali. Ternyata ada anak gadis bunda." seru Adelia yang baru turun dari lantai atas bersama Elvino suaminya. Hari ini weekend jadi semuanya ada dirumah.
"Bunda... Cica kangen," gadis remaja itu langsung berlari memeluk tante yang dia panggil bunda sejak bayi.
"Baru juga tadi malam tidak bertemu, sudah bilang kangen. Dasar bocil!" sekarang Elvino yang menjawab. Pria tersebut tidak pernah berubah. Selalu membuat orang lain kesal. Maka dari itu Eza jarang berbicara bersama papanya.
"Ih, biarin. Cica kan memang kangen sama bunda." gadis cantik itu malah merangkul erat tangan Adelia.
"Kak, mau pergi kemana?" tanya El pada putranya yang masih berdiri diruang tengah rumah tersebut.
"Aah! Kamu itu walaupun tidak pulang dua hari, tetap saja jomblo tidak memiliki kekasih." ejek El yang langsung mendapat tatapan tajam dari Adel.
"Ya, karena Eza tidak pernah berniat mencarinya." pemuda tersebut menjawab santai dan berjalan kearah mamanya.
"Ma, Eza mau jalan dulu ya, jika Mama ingin dibelikan sesuatu, kirim pesan saja." pamitnya pada sang mama.
"Iya, pergilah! Tapi ingat pesan Mama, jangan pernah mempermainkan hati perempuan dan mabuk-mabukan." seperti biasanya Adelia tidak pernah bosan menasehati Eza untuk tumbuh menjadi anak yang membanggakan orang tuanya.
"Huem, iya. Mama tidak perlu khawatir." setelah menyalami tangan kedua orang tuanya, Eza pun berpamitan pergi karena jika pada opa dan omanya sudah lebih dulu.
...BERSAMBUNG ......
.
.
Hai... hai... Novel Dia Juga Anakku. Tidak jadi tamat ya dan ini adalah season 2. Kisah si tampan Eza. Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak. Agar Mak Author semagat juga buat nulisnya. Terima kasih 🙏😘😘😘
Alfariel Feeza Wijaya.
Umur 21 tahun.
Cica Aqila Wijaya.
Umur 17 tahun.