Dia Juga Anakku

Dia Juga Anakku
Ada Hubungan Apa?


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


...HAPPY READING......


.


.


"A--adel!" seru El yang ternyata menegur istrinya lebih dulu. Di luar dugaan Adelia, dia mengira Elvino akan berpura-pura tidak mengenal dirinya. Namun, malah berjalan semakin mendekat.


"Kenapa?" jawab Adelia jutek. Tidak terlihat seperti pasangan suami-istri. Bertemu El di tempat tersebut membuat Adel benar-benar marah. Bukan hanya Adelia yang ia bohongin, akan tetapi juga kedua mertuanya. Berangkat dari rumah katanya mau kuliah, tau-taunya malah membawa gadis berkeliaran di Taman yang sepi pengunjung nya. Sudah bisa ditembak apa yang hendak dilakukan oleh Elvino. Apalagi menurut Adelia suaminya itu adalah tipe laki-laki brengsek.


"Ka--kamu tidak jadi ke rumah paman Hasan?" tanya Elvino tergagap sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Elvino bukan takut pada Adelia karena lagi berduaan dengan gadis lain. Namun, El malu karena ketahuan berbohong.


"Jadi, tapi nanti setelah dari sini. Lalu kamu ngapain di sini? Bukannya tadi katanya mau berangkat kuliah?" tanya Adelia seperti seorang ibu. Jangan lupakan tatapan tajamnya pada El maupun Cica yang terbengong tidak tahu siapa gadis yang ada dihadapannya.


"Aku---"


"El, tidak ada pelajaran hari ini. Jadi aku minta diantarkan padanya untuk jalan-jalan," sela Cica merangkul pergelangan tangan Elvino. Tiba-tiba dia mempunyai pikiran bahwa Adelia dan El adalah adik dan kakak. Sebab ada kemiripan juga di wajah mereka berdua.


"Oh, yasudah! Lanjutkan saja, karena aku juga mau pergi dari sini," imbuh Adel mengangguk percaya. Entah apa yang dia pikirkan. Namun, yang jelas Adelia tidak perduli El mau berpacaran atau apapun itu.


"Aku?" ulang Adel sambil menunjuk pada dirinya sendiri dan langsung diangguki oleh Cica.


"Iya, kamu siapanya Elvino? Sepertinya kalian berdua sangat mirip," jawab gadis itu jujur. Sehingga membuat Adelia langsung tertawa. Bagaimana mungkin dia dibilang mirip dengan Elvino, laki-laki yang sudah menghancurkan hidup dan masa depannya.


"Kenapa kamu malah tertawa? Apakah perkataan ku ada yang lucu dan salah?" tanyanya lagi.


"Eh, tidak, tidak! Tidak ada yang salah," Adelia tertawa kecil berbeda dengan Elvino. Pemuda itu kesal, karena dia tahu bahwa Adelia pasti sedang menertawakan mereka yang dibilang sangat mirip.


"Jika kamu ingin tahu siapa aku, maka tanyakan saja pada Elvino sendiri, karena aku lagi buru-buru," jawab Adelia tersenyum kecil dan langsung pergi dari tempat itu, karena niat awalnya juga hanya mampir sebentar saja. Namun, siapa sangka malah bertemu dengan Elvino no yang membawa seorang gadis.


"Untung juga aku mampir di Taman untuk melihat danau. Jika tidak, maka aku tak akan tahu bahwa El bukan berangkat kuliah. Tapi pergi berpacaran. Dasar tukang bohong," ucap Adelia sambil mengelus perutnya yang masih rata kembali lagi berkata.


"Nak, ibu harap kamu bukanlah anak mereka. Agar tidak mengikuti kelakuan buruknya," ucapan nya setengah berdo'a.


Begitu tiba di pinggir jalan, Adelia pun menyetop bus untuk ia tumpangi sampai ke rumah sang paman. Tadi entah mengapa, tiba-tiba saja Adel ingin pergi ke Taman. Sehingga dia menyuruh sopir yang ditugaskan oleh ibu mertuanya untuk mengantar ketika Adel pergi. Dia suruh pulang lebih dulu, hanya saja nanti sore ketika Adel pulang minta dijemput lagi.


...BERSAMBUNG...