
💝💝💝💝💝💝
... HAPPY READING... ...
.
.
"Kenapa kau diam? Berani sekali selalu menyalahkan aku. Kau pikir aku takut padamu yang hanya mengandalkan kekayaan orang tua." seru Oliv siap memasang kuda-kuda untuk berperang mulut melawan suaminya.
"Brengsek! Gadis jelek ini benar-benar lancang. Hanya dia yang bertindak kurang ajar padaku."
Guman Eza ikut menatap sengit. Mereka sama-sama keras tidak ada yang mau mengalah. Sehingga sejak awal bertemu sampai sekarang selalu bertengkar.
"Hei, kau mau kemana?" Eza mencekal erat tangan Olivia yang mau berjalan kearah pintu utama.
"Aku mau pulang ke kontrakan ku yang bagaikan istana. Lepas! Bisa-bisa aku darah tinggi karena berdebat dengan mu."
"Ck!" si calon pewaris berdecak kesal. "Oliv, apakah kau mau menyiksaku disaat malam pertama kita? Sejak tadi aku berkeliling mencarimu dan sekarang mau pergi lagi. Tidak akan aku biarkan!" Eza kembali mengendong Oliv ala bridal style. Bukan seperti membawa karung lagi.
"Hei, turunkan aku! Eza, turunkan aku---"
Buuuk!
"Aduh! Pinggang ku bisa-bisa patah karena mu." gadis itu mengaduh kesakitan karena Eza melepaskan tubuhnya begitu saja. "Kau ini suami yang kejam. Baru juga menikah tadi pagi dan malam ini sudah melakukan KDMP." sungut Oliv kembali berdiri dengan menarik tangan Eza.
"KDMP? Apa maksudmu?"
"Bodoh! KDMP itu kekerasan di malam pertama. Kau sudah membuat pinggang ku sakit."
"Kau kan yang meminta diturunkan. Sudah bagus aku gendong." Eza tersenyum puas setidaknya sudah berhasil menyakiti Oliv. Walaupun dia tidak berniat menjatuhkan gadis itu.
"Kau ini sudah salah, menyalahkan aku lagi. Aku mau pulang tidak mau bers---"
"Jika kau berani melangkah pergi dari sini silahkan saja. Kau tahu kan jarak rumah ini dan rumah yang lainnya. Ada pohon besar sebelum persimpangan jalan. Nah di pohon itu ada penghuni gaibnya. Dia biasa keluar dari jam tujuh malam sampai setengah lima pagi." kata Eza melipat tangan di depan dada.
"Hah? Kenapa makhluk gaib seperti penjual nasi goreng saja? Kau mau menakut-nakuti aku ya?" tuduh Olivia.
"Apa gunanya aku menakuti mu. Tidak percaya coba saja kau lewati sendirian. Aku mau tidur karena ini sudah larut malam." pemuda itu berlagak cuek dan pergi menaiki tangga menuju kamarnya.
"Hei, kau mau kemana? Aku tidak jadi pulang malam ini. Besok pagi-pagi aku baru kembali ke kontrakan ku." Olivia berlari mengejar Eza.
Eza tertawa di dalam hatinya. Dia sangat senang karena sekarang Oliv yang mengejarnya.
"Hei, tunggu! Aku akan tidur di mana? Kau harus bertanggung jawab karena sudah membawaku ke rumah ini."
"Kau tidur di kamar ujung sana. Itu kosong dan jika Cica kesini saja baru di tempati." tunjuk Eza pada kamar adik sepupunya.
"Aku tidak mau tidur sendiri. Aku takut."
"Kau ini melawanku berani. Tapi sama hantu saja takut." jawab Eza berhenti berjalan. "Jujur ya, aku sangat yakin para hantu yang takut pada wanita jadi-jadian seperti mu." ejekannya yang membuat Olivia marah.
"Aku bukan takut pada hantu. Tapi takutnya di tuduh mencuri karena ini bukanlah rumah ku." alasan yang tepat. Untungnya Olivia adalah gadis yang pintar.
"Wah, kau benar juga. Nanti kau malah mencuri barang-barang mahal yang ada di kamar adikku." entah mengapa Eza sangat senang bila berhasil menindas istrinya.
"Kau..." Olivia tidak jadi mengangkat tangannya untuk memukul Eza.
"Apa? Aku benar kan? Ayo cepat ikut tidur di kamar ku." ajaknya lagi tentunya dengan niat untuk menindas Oliv.
"Kenapa tidak dari tadi. Dasar penindas rakyat kecil." rutuk gadis tersebut yang tidak dihiraukan oleh Eza.
"Nah ini kamar ku. Kau tidur di atas sofa." ucap Eza sangat santai.
"Kenapa? Bukannya aku ini adalah tamu yang harus di---"
"Aku tidak mau memiliki tamu seperti mu. Kau hanyalah gadis jalanan yang kebetulan aku tolong," sela pemuda itu langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.
"Ya Tuhan, kenapa aku harus bertemu pria sombong ini dan harus terjebak pernikahan pula. Jika membunuh itu gampang, sudah aku bekap mulutnya mengunakan bantal."
Gumam Olivia menahan emosinya. Dia benar-benar ingin mencekik leher Eza.
... BERSAMBUNG... ...
.
.
Mohon maaf ya, karena slow update lagi. Soalnya keadaan Mak Author drob sudah dua hari. Terima kasih 🙏😘😘😘