Dia Juga Anakku

Dia Juga Anakku
Nenek Sapu.


💝💝💝💝💝💝


...HAPPY READING......


.


.


Satu Minggu sudah berlalu. Hari ini adalah pernikahan Eza dan Olivia Alexa. Semuanya serba dipercepat oleh si calon pewaris Wijaya sendiri. Dia benar-benar marah pada Olivia karena mengira sudah dijebak. Padahal semua prasangka nya tidak benar.


Malam itu Olivia diminta oleh teman sesama pegawai hotel untuk mengantarkan kotak kado ke lantai tempat kamar keluarga Wijaya. Soalnya di lantai paling atas adalah milik keluarga, bukan tempat umum. Namun, baru keluar dari lift, Olivia hendak diperkosa oleh beberapa orang pria yang tidak dia kenal.


Akan tetapi Olivia yang bukan gadis lemah, bisa melarikan dirinya dan meminta tolong pada Eza. Walaupun baju bagian depan terbuka karena semua kancing bajunya terlepas paksa.


Siapa sangka karena hal itu dia dan Eza terjebak pada pernikahan. Dua orang yang sudah meng-klaim sebagai musuh.


"Za, yang sabar ya. Aku yakin bila sudah terbiasa tinggal bersama mu, Oliv akan jinak tidak liar seperti sekarang." Marvel tergelak karena mereka semua benar-benar tidak menyangka bahwa Eza akan menikahi gadis yang pernah menyiramnya dengan jus jeruk.


"Ck! Brengsek itu cewek jadi-jadian. Aku akan membalas perbuatannya yang menjebak ku. Aku rasa dia adalah simpanan Hendrix. Mereka bekerjasama buat memfitnah ku." jawab Eza berdecak dan mengumpat kasar.


Padahal sebelumnya dia selalu berbicara lembut. Apalagi terhadap wanita karena Eza sangat menghormati Oma, mamanya dan Raya. Onty yang masih sering berdebat dengannya. Ditambah sekarang Eza juga memiliki Cica. Yaitu adik sepupunya.


"Za, tidak usah terlalu membencinya. Aku takut kau yang menjadi jinak setelah kalian tinggal bersama." sahut Leo.


Saat ini keempat pemuda tampan itu lagi duduk bersama di dalam kamar hotel bintang lima milik keluarga Wijaya. Sedangkan Olivia juga berada di gedung itu. Namun, berbeda kamar. Dia ditemani oleh Adelia dan Cica. Selain Eza, semua keluarga Wijaya menerima baik gadis Yatim piatu tersebut.


Apalagi Adelia, dia langsung menyanyangi Olivia. Karena merasa iba, gadis itu tidak memiliki orang tua. Berbeda dengan dia yang masih punya Paman Hasan dan Tante Mona. Sebagai penganti orang tuanya.


"Itu tidak akan terjadi. Dia itu sangat menyebalkan. Bukan hanya penampilannya yang tidak karuan. Namun, juga cara makannya. Aaagh... aku bisa ikutan gila bila memikirkan gadis sialan itu." Eza melonggarkan dasi pada lehernya yang tiba-tiba terasa mencekik.


"Nanti setelah kalian menikah, kamu kan bisa mencari seseorang untuk mengubah cara hidupnya. Jangan membandingkan dia dengan Ezi, karena perbedaannya bagikan tepung terigu dan susu. Dibuat apapun pasti akan enak." seloroh Leo yang mendapatkan tatapan tajam dari Eza.


"Pusing aku!" Eza menghela nafas dalam-dalam. "Semenjak tahu aku mau menikah dengan si nenek sapu, Ezia seperti menjauhiku. Dia tidak pernah menghubungiku lebih dulu, seperti biasanya." curhat si tampan.


"Berpikiran positif saja, mungkin dia lagi sibuk. Atau tidak mau dikira orang-orang menjadi benalu dalam hubungan mu dan Oliv." Riki menepuk pundak Eza.


Saat mereka masih mengobrol. Pintu kamar dibuka dari luar oleh Elvino.


"Wah putra Papa tampan sekali! Sama seperti Papa dan mama mu menikah dulu." ucap El tersenyum bahagia. Padahal tahu jika anaknya lagi menahan kesal.


"Papa nikahnya sama bidadari, lah Eza sama nenek sapu. Ya beda jauh lah." jawab Eza membuat mereka semua tertawa.


"Za, nenek-nenek bila dibawa ke salon atau melakukan operasi plastik, bisa cantik juga loh. Jadi berhati-hatilah lah pada ucapan mu." nasehat Elvino karena sadar diri dia dulu juga pernah menghina Adelia gadis kampungan. Namun, akhirnya dia duluan ya mengejar cinta istrinya.


"Acaranya sudah mau dimulai. Ayo kita keluar dan siapkan tisu di dalam saku celana atau baju mu, Za." ajak El karena kedatangannya memang untuk menjemput putranya.


"Hah? Buat apa?" tanya keempat pemuda tampan itu serempak.


"Eza saja, kalian bertiga tidak usah." jawab El sudah berdiri disamping pintu kamar yang terbuka lebar.


"Tisu buat apa, Pa?" tanya Eza yang benar saja langsung menuruti perkataan papanya.


"Buat jaga-jaga. Takutnya kamu ngiler setelah melihat istrimu." El tergelak dan putranya semakin masam. Tidak ada kebahagiaan di wajah tampan Eza.


... BERSAMBUNG... ...