
💝💝💝💝💝💝
...HAPPY READING......
.
.
Braaak!
Praank!
Suara pecahan barang-barang yang dilempar kasar oleh Manuel di dalam ruang kerja yang ada di rumahnya sendiri.
"Bodoh! Izkar, apa yang kamu lakukan? Kenapa Arsip waktu itu tidak kamu buang saja. Jadinya mereka mengetahui apa yang sudah terjadi." umpat Manuel yang mengamuk pada anaknya sendiri.
Padahal semua itu bukanlah kesalahan anaknya sendiri. Melainkan kesalahan dia juga, yang terlalu berambisi untuk menjadi pemimpin perusahaan Wijaya group. Padahal bukanlah haknya.
Sehingga nekat melakukan kecurangan dan pada saat penyalin data yang di temukan oleh Elvino. Izkar buru-buru karena takut ketahuan, yang akhirnya ketahuan juga oleh anak pemilik perusahaan itu sendiri.
"Pa, semua ini bukanlah kesalahan aku saja. Tapi kita semua, karena terlalu menganggap enteng Elvino. Bukannya waktu itu papa sendiri yang mengatakan, jika Elvino hanyalah seekor nyamuk kecil."
Bantah pemuda bernama Izkar yang sudah dari perusahaan Wijaya group tadi siang bertengkar dengan ayahnya.
Intinya mereka saat ini saling menyalahkan, karena tidak memiliki celah untuk lari dari tindakan hukum yang diajukan oleh si tampan Elvino.
"Itu dulu dan semua ini tidak akan terjadi, jika kamu berhasil membuat dia melakukan hubungan intim di Club malam waktu itu." sergah Manuel yang tentunya selalu merasa benar.
"Aku sudah melakukan tugas sesuai rencana yang kita buat. Tapi mana aku tahu jika dia tidak merasakan reaksi apa-apa. Padahal minumannya sudah di campur obat perangsang." pemuda yang juga hampir seumuran dengan Elvino itu terus membela dirinya.
"Aaaah! Sudahlah! Intinya kamu tidak becus melakukan tugas gampang seperti itu." seru Manuel mengusap wajahnya kasar dan kembali lagi duduk pada kursi kerjanya.
"Katakan, siapa yang memberitahu Arka Wijaya, tentang video Elvino memperkosa pegawai itu?"
"Papa, berapa kali harus aku katakan, jika aku juga tidak tahu. Jika aku yang memberikan pada Tuan Arka, maka buat apa aku membantu papa melakukan penjualan rahasia data perusahaan. Lagian apa untungnya aku melakukannya." jawab Izkar yang sama pusingnya dengan sang ayah.
"Istri Elvino sangat cantik, tahu begitu aku akan berpura-pura mengaku orang yang memperkosanya malam itu." ungkap Izkar yang pernah beberapa kali melihat Elvino membawa Adelia jalan-jalan dan dia menyukai wanita itu yang saat ini tengah bercumbu bersama suaminya.
*
Augh!
Satu lenguhan langsung keluar dari mulut Adelia, saat Elvino memberikan tanda Kiss Mark pada leher jenjangnya.
Cup
El mengecup kembali bibir ranum istrinya dan setelah itu dia berkata.
"Adel, aku ingin menjenguk anak kita. Apa boleh sekarang?" tanya pemuda tampan itu sebelum meneruskan kegiatan mereka, karena selama ini memang dia tidak pernah melakukan tanpa bertanya terlebih dahulu. Soalnya Elvino takut istrinya sedang tidak mau ataupun sebagainya.
Sehingga bila dilanjutkan malah akan membuat keadaan istri dan anaknya dalam bahaya. Padahal setelah melakukan hubungan suami istri lagi bersama Elvino malam itu.
Adelia tidak pernah merasakan trauma lagi akan bersentuhan dengan suaminya. Namun, begitulah cara Elvino menghormati sang istri.
"Aku... baiklah! Aku milikmu," jawab Adelia yang sempat ragu saat mau menjawab.
"Terima kasih! Aku akan melakukan pelan seperti biasanya," Elvino tersenyum kecil. Lalu dalam hitungan beberapa detik kemudian, tubuh Adelia yang sekarang agak berisi karena bawaan hamilnya. Sudah melayang di udara, karena Elvino menggendong nya ala bridal style.
Padahal ranjang tempat tidur hanya ada beberapa langkah di belakang tubuh mereka. Namun, bukan Elvino namanya bila tidak bisa bersikap romantis.
"Apa kamu gugup?" El sudah membaringkan tubuh sang istri diatas tempat tidur. Sedangkan dia sendiri setengah berbaring dengan tangan mengelus rambut panjang wanita yang dia cintai.
"Tidak! Aku hanya malu," jawab Adelia jujur, karena sampai saat ini dia masih malu. Apabila hendak melakukan tugasnya sebagai seorang istri.
Padahal selama dua bulan terakhir ini, terkadang hampir setiap malam mereka melakukannya. Namun, rasa malu tersebut tidak juga hilang.
Cup!
"Kenapa harus malu, aku adalah suamimu. Bukan orang lain dan kita sudah sering melakukannya." ucap pemuda tampan itu dengan tangan mulai mengelus pipi istrinya.
"Entahlah! Aku juga tidak tahu kenapa selalu merasakan malu, setiap mau melakukannya. Apa mungkin karena dirimu terlalu tampan, sehingga aku gugup sebelum diapa-apakan." jawab si ibu hamil apa adanya sesuai dengan isi pemikirannya saat ini.
"Benarkah, aku tampan?" El tersenyum jumawa telah mendengar pujian dari istrinya.
"Huem, benar! Kamu lebih dari kata tampan. Sehingga terkadang aku berpikir seperti lagi bermimpi, bertemu malaikat tak bersayap."
"Tapi malaikat tampan ini juga serasa bermimpi, bisa bertemu bidadari cantik seperti istrinya." si playboy cap kampak. Dia juga ikut mengeluarkan kata-kata pujinya.
"El," panggil Adelia degan nafas naik turun. soalnya posisi mereka saat ini benar-benar sudah intim sekali, karena muka Elvino berada tepat di atas mukanya juga.
"Huem, apa sayang?" Elvino berdehem menatap lekat wajah istrinya, yang boleh dikatakan tidak ada noda cacat setitik pun.
Mendengar ungkapan istrinya, membuat pemuda itu kembali tersenyum dan berkata.
"Aku jauh lebih mencintaimu Adelia Putri. Sebelumnya sudah banyak aku mencoba berpacaran dengan gadis lain. Namun, jujur aku belum pernah merasakan jantungku berdebar-debar, seperti saat melihat mu." bukan hanya Adelia yang mengungkapkan perasaan cintanya, akan tetapi juga Elvino.
Malam ini mereka berdua saling mengungkapkan perasaan masing-masing. Meskipun sudah sering, tapi mereka berdua tidak pernah bosan untuk mengatakan kembali.
Cup!
Entah siapa yang memulai lebih dulu, sehingga bibir mereka sudah saling bersilaturahmi dan bersilat lidah. sehingga yang terdengar di kamar kedap suara itu hanya suara decapan dari keduanya.
Namun, sesekali lagi terdengar suara lenguhan dari ibu hamil yang tidak kuat menahan sensasi yang diciptakan oleh si Playboy cap kampak.
Hampir lima belas menit lamanya. Elvino terus memberikan pemanasan. Sampai istrinya benar-benar sudah tidak tahan untuk dia melakukan lebih dari sekedar ciuman. Barulah si tampan melakukan penjenguk kan terhadap calon baby mereka.
"Aaagkk! lenguh Adelia saat si Lele tunggal milik Playboy cap kampak berwisata pada tempat penyemaian para calon bibit kecebong milik Elvino.
"Aku mencintaimu," bisik pemuda itu dengan mata terpejam merasakan sensasi penyatuan tubuh mereka.
"Sayang, aku sangat mencintaimu," kata-kata ungkapan cinta itu terus menggema bersamaan dengan suara merdu milik Adelia yang terus mendesah nikmat.
"Aku juga sangat mencintaimu, El," meskipun terengah-engah Adelia juga tidak mau kalah dari suaminya.
Malam yang di luarnya sedang hujan deras dan cuacanya sangat dingin. Justru malah membuat pasangan Elvino dan Adelia merasakan gerah. Padahal AC kamar mereka tidak dimatikan.
"El, aku... aaaghhk!" lenguh Adelia saat dia berhasil merasakan kenikmatan lebih dulu daripada suaminya.
Lalu si tampan bukannya berhenti, tapi justru semakin memaju mundur kan pinggulnya. Agar dia juga dapat menuju ke puncak surgawi bersama istrinya.
"Aaah.. aah..!" tidak lama hanya sekitar tiga puluh menit kemudian. Elvino tidak lagi mengucapkan kata cintanya. Tapi dia ikut mengeluarkan suara merdunya untuk menyaingi suara sang istri.
"Sayang, tahanlah bentar lagi, aku sudah mau keluar," pinta pemuda tampan itu, karena tahu jika istrinya sudah mulai lelah.
Adelia yang sudah mendapatkan pelepasan beberapa kali hanya menggangguk saja karena tidak mungkin Elvino mengakhiri pergumulan panas mereka. Apabila belum mendapatkan puncak dari penyatuan tersebut.
Elvino yang tidak ingin menyiksa sang istri. Langsung saja menyelesaikan tugas terakhirnya dan terdengarlah suara erangan panjang darinya.
Aaaghhk!
Dengan nafas terengah-engah, Elvino cepat-cepat turun dari tubuh istrinya. Soalnya dia takut akan menyakiti anak mereka juga.
"Sayang, maafkan aku!" ucap Elvino menarik Adelia kedalam pelukannya. Mereka berdua sama-sama merasakan lelah teramat sangat.
"Kamu tidak perlu meminta maaf, karena ini memang tugas diriku sebagai istrimu." jawab Adelia yang ternyata langsung tertidur dan melupakan makan malam mereka yang sudah di siapkan oleh para asisten rumah tangga di rumah tersebut.
Cup!
"Pasti sangat lelah ya, makanya langsung tertidur." El tersenyum dan mengecup kening istrinya cukup lama.
Berhubung dia memiliki beberapa pekerjaan yang belum selesai. Pemuda tampan itu pun memilih masuk kedalam kamar mandi lagi untuk membersihkan tubuhnya. Namun, sebelum meninggalkan istrinya yang tidur. Elvino menyelimuti tubuh polos istrinya terlebih dahulu. Baru setelah itu dia tinggalkan masuk ke dalam kamar mandi.
"Untuk berjaga-jaga, aku harus mengantisipasi. Hal terburuk dari Manuel dan sekutunya. Aku sangat yakin, dibalik diamnya mereka, pasti lagi merencanakan sesuatu." gumam Elvino sambil mengguyur tubuhnya di bawah air shower yang terus mengalir.
Sepuluh menit kemudian pemuda itu sudah menyelesaikan mandi keduanya malam ini. Lalu El keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk melilit di pinggangnya, dan langsung berjalan ke arah lemari pakaian yang masih terbuka seperti tadi. El memilih pakaian kaos pendek dan celana color pendek.
Cup, cup, Muaach!
"Tidurlah, aku mau menyelesaikan pekerjaan ku." bisiknya mencium kening dan kedua pipi istrinya.
"Ponselku," ucapnya pada diri sendiri sambil berjalan ke arah tas kerjanya yang ternyata sudah ada di atas meja. Elvino lupa bahwa tadi bagitu masuk kedalam kamar. Dia menaruhnya di sana.
Ttttddd!
Ttttddd!
Tttddd!
📱 Aldo : "Iya, selamat malam Tuan Muda," sapa Aldo begitu mengangkat panggilan tersebut.
📱 Elvino : "Aldo, untuk mengelabui mereka. Sampel contoh yang palsunya. kamu buat agar para pengkhianat itu mengambilnya. Besok pagi adalah hari rapat dan Saya akan menugaskan Pak Romi yang memberikannya kepada mu." ucap Elvino sudah memiliki cara untuk mengantisipasi pergerakan dari musuhnya.
📱 Aldo : "Baik Tuan Muda, berarti seperti yang kita rencanakan sejak awal kan? Soalnya Saya juga sangat yakin, bahwa orang-orang Pak Manuel akan mencari cara buat menukar sampel asli milik kita."
📱 Elvino :"Benar sekali, tapi kamu harus sangat berhati-hati. Jangan sampai mereka mencurigaimu telah mempermainkan mereka semua."
📱 Aldo : "Baiklah! Anda tidak perlu khawatir, Tuan Muda. Saya akan menyelesaikan tugas ini degan sangat baik."
📱 Elvino : "Oke, baiklah! Kalau begitu besok kita bicarakan lagi setelah berada di perusahaan." El pun langsung memutuskan sambungan telepon mereka, karena dia ingin cepat-cepat menyelesaikan pekerjaannya. Agar memiliki waktu untuk bersama dengan istrinya.
...BERSAMBUNG......