Dia Juga Anakku

Dia Juga Anakku
Bohong Itu Dosa. ( Eza )


💝💝💝💝💝💝


...HAPPY READING......


.


.


"Haaa... haaa... semua itu karena dirimu El, jadi jangan macam-macam kamu bila tidak mau digantung sama mama mu," tawa Tuan Arka seakan-akan sangat menikmati penderitaan putranya.


"Huh! Mana mungkin berani macam-macam, Pa. Bisa-bisa dilempar oleh Adel dari atas apartemen," ujar Elvino yang memang mana pernah ada niatan untuk menyakiti hati istrinya dengan perselingkuhan lagi.


"Ada apa ini, kenapa membawa-bawa namaku?" tanya Adelia yang kebetulan mendengar namanya disebut oleh sang suami.


"Agh! Bukan apa-apa sayang. Kami hanya lagi mengobrol saja," jawab Elvino sambil dirinya sendiri dan putranya secara bergantian.


"Oh, aku kira ada masalah apa," seru wanita itu ikut duduk di sofa bersama anak dan juga suaminya.


"Matalah Tate Lani, Ma," kali ini Eza yang menjawab dengan mulut penuh makanan.


"Masalah Tante Rani?" ulang ibu satu anak itu lagi.


"Iya, matalah Tate Lani. Talau Mama tidak peltaya tanya tama opa," si tampan berdiri dari sofa ke arah kakeknya dan berkata.


"Opa, matalah Tate Lani, kan?" ucapnya meminta persetujuan sang opa.


"Eh, ini bayi besar ngomong apa. Papa tadi tidak membicarakan masalah Tante Rani duluan. Tapi kan Eza yang bilang tante Rani terus," kata si playboy cap kampak takut bila pawangnya marah.


"Eza yang ngomong gitu, atau papa?" tanya Adel pada sang putra, karena biasanya anak kecil tidak akan berbohong. Itulah kenapa Adel bertanya pada Eza langsung.


"Eza, kita teman kan? Awas ya nggak boleh bohong," Elvino memperingati anaknya untuk berbicara jujur.


"Iya, ndak bohong kalena doca," jawab Eza seakan-akan sangat mengerti perkataan papanya.


"Sayang, anak gantengnya Mama. Ayo katakan yang jujur. Sebetulnya siapa yang membicarakan Tante Rani?" Adel mengelus sayang rambut sang putra.


"Eum... bukan apa-apa, Ma," Elvino menjawab cepat. Sedangkan Arya hanya tersenyum sambil menikmati makanannya.


"Tate Lani, Oma. Tate Lani dokter Tantik," si kecil dengan bangganya menceritakan nama Dokter Rani. Padahal papanya sudah bilang tidak ada apa-apa.


"Tante Rani siapa, Sayang?" Nyonya Risa menatap pada menantunya. Saat ini beliau duduk di samping Arya menantunya karena sofa tersebut cukup panjang.


"Rani itu temannya papa Eza, Ma. Cuma entah kenapa mereka malah membahas tentang Rani bukannya makan dengan benar," jawab Adelia yang tidak mengatakan bahwa Dokter Rani adalah mantan kekasih suaminya. Namun, dari ucapan Adelia membuat bulu kuduk Elvino tiba-tiba merinding.


"Eza, tadi siapa yang membicarakan Tante Rani? Papa atau Eza yang duluan?" Adelia kembali bertanya pada anaknya.


"Butan! Butan Eda yang duyuan. Tapi Papa tama Om Alya," tunjuk Eza pada Arya dan Elvino yang membuat kedua pemuda itu sama-sama tersedak makanan.


Uhuuk!


Uhuuk!


Lalu mereka kembali bersama-sama untuk minum air putih yang ada di meja di hadapan mereka. Tidak lupa kedua pemuda itu pun saling tatap seakan dari sorot matanya lagi berbicara. Ini salah Kakak, bukan salahku. seperti itu kira-kira rutuk Arya pada kakak iparnya.


Kenapa malah aku? Kan tadi kamu yang menanyakan Rani duluan. nah ini pula kira-kira gumam Elvino pada Arya.


Soalnya jika Elvino takut istrinya salah paham. Sedangkan Arya tidak mau apabila Nyonya Risa. Ibu mertuanya juga ikut salah paham. Karena sudah membicarakan gadis lain, di saat istrinya terbaring belum sadarkan diri.


Sedangkan Tuan Arka yang mendengar tuduhan untuk anak dan menantunya dari sang cucu hanya menahan tawanya. Sebab beliau sudah mendengar sejak awal apa yang terjadi sebenarnya.


"Oh... Jadi om Arya dan papamu masih berani membicarakan seorang wanita. Di saat Onty Raya mu sakit dan itu karena ulah mereka berdua," nyonya Risa menatap tajam Elvino dan Arya secara bergiliran.


"Mama, ini tidak benar. Tadi---"


"Eza ndak bohong, Oma. Bohong itu doca," sela Eza membela dirinya. Lalu si kecil cepat-cepat turun dari sofa dan berlari mendekati opanya yang langsung merentangkan kedua tangannya. Yaitu untuk mengangkat sang cucu. Agar duduk diatas pangkuannya.


...BERSAMBUNG......