
💝💝💝💝💝💝
...HAPPY READING......
.
.
Dua bulan kemudian.
Tidak terasa pernikahan Elvino dan Adelia sudah berjalan hampir enam bulan. Hubungan keduanya semakin hari juga semakin baik.
Setelah malam itu, Elvino semakin sering membawa ibu hamilnya pergi jalan-jalan. Atau makan malam di luar, asalkan dia tidak sibuk. Namun, sudah beberapa hari ini dia selalu pulang malam karena begitu banyak pekerjaan yang dia selesaikan.
Salah satunya adalah tentang orang-orang kepercayaan Tuan Arka ayahnya. Ternyata bukan hanya Pak Pram, Ariel dan Pak Johan saja yang mengkhianati beliau.
Melainkan ada beberapa petinggi perusahaan yang memiliki saham di perusahaan Wijaya juga terlibat.
Ternyata sudah lama mereka merencanakan hal tersebut karena Tuan Arka tidak memiliki calon yang bisa mengantikan posisi beliau. Siapa yang tidak tahu seperti apa skandal Elvino sebelum Adelia masuk rumah sakit yang menyebabkan istrinya hampir keguguran.
Jadi provokator dari pengkhianatan tersebut tentu ingin dia atau anaknya yang menjadi direktur di perusahaan Wijaya group. Padahal sudah jelas mereka hanya menumpang menanam saham.
Lalu bagaimana mungkin bisa menjadi penguasa. Alhasil terjadilah konspirasi untuk menjatuhkan Tuan Arka. Mereka yang berkhianat tentunya hanya orang-orang yang serakah.
Kebanyakan dari mereka mengharapkan imbalan besar dan bisa kaya raya tanpa harus repot-repot membanting tulang bekerja tiap hari.
Akan tetapi selama ini mereka bermain cantik karena belum memiliki ancaman. Yaitu si Tuan Muda Elvino. Pemuda yang dulunya tukang mabuk dan pemalas.
Sekarang sudah menjelma menjadi seseorang yang sangat hebat dan sangat membantu ayahnya. Sudah satu bulan ini Elvino mulai menangani pekerjaan ayahnya secara diam-diam.
Agar para musuh mereka tidak curiga dan masih terus bersikap seperti biasanya. Tujuan Elvino agar bisa meringkus mereka semua. Tanpa menyisakan satu pengkhianat pun.
Namun, semenjak Elvino mulai berubah, tidak pernah ke Club malam lagi. Pak Johan dan sekutunya mulai bertindak secara terang-terangan. Yaitu salah satunya menjual desain milik perusahaan mereka pada perusahaan asing.
Sehingga terjadilah kerugian besar, karena setiap produk yang mereka keluarkan sudah banyak di pasaran.
Tentunya yang mengeluarkan produk tersebut adalah orang yang membeli dari Pak Johan. Begitulah cara mereka mulai memberikan serangan tanpa terlihat dan di curigai oleh Tuan Arka.
Mereka akan menumbalkan satu karyawan biasa dengan bayaran yang setimpal. Jadi mereka mengira sudah bermain bersih. Tanpa di ketahui oleh Tuan Arka dan Sekertaris Demian.
Akan tetapi sekarang bukanlah Tuan Arka lagi yang menanganinya. Melainkan Elvino turun tangan sendiri dan menunjukkan semua data yang sudah diperiksa olehnya. Sehingga membuat beliau percaya dan menyerahkan pada calon pewarisnya.
Praaank!
Suara dari dokumen yang dihempaskan oleh Elvino dihadapan Pak Pram. Saat ini mereka lagi berada di dalam ruangan rapat.
"Pak Pram, bisa tolong jelaskan kenapa data-data yang ini bisa bocor?" tanya Elvino menatap tajam pada Pak Pram yang terdiam tidak berani berkutik.
Tuan Arka dan Sekertaris Demian yang melihat hal itu hanya diam saja, karena ini bukanlah kali pertama Elvino bertindak tegas pada karyawan yang begitu ceroboh dan kebetulan El adalah orang yang sangat teliti.
Jadi sekecil apapun kesalahan yang mereka buat. Akan diketahui olehnya. Sampai-sampai Tuan Arka bertanya pada Sekertaris Demian. Betulkah Elvino yang sekarang putranya yang selalu membuat ulah, atau bukan?
Semenjak dia berhasil menyandang status sarjananya. Elvino memang mulai menekuni pekerjaannya demi membahagiakan orang-orang yang dia cintai.
Semua itu tentunya adalah berkat dukungan dari istri tercintanya, yang setiap hari selalu memberi Elvino semagat. Walaupun suaminya gagal, Adelia selalu memuji bahwa El sudah melakukan yang terbaik.
"Tuan Muda, ini pasti kesalahpahaman dan ini bukan data kita yang bocor," jawab Pak Pram berusaha mengelak karena mereka tidak tahu bahwa Elvino sudah menyelidiki semuanya.
"Benarkah? Jika begitu coba Anda baca dan periksa dengan teliti. Saya tidak akan asal berbicara bila tidak ada buktinya." jawab Elvino yang terlihat sudah seperti seorang Direktur Wijaya group.
Semakin hari dia terlihat semakin berkarisma. Sekarang dia bagaikan duplikat Tuan Arka saat masih muda. Dia terlihat tenang, tapi begitu mematikan.
"Mungkin ini data yang te---"
"Data kita yang tertukar, maksud, Anda? Kalau begitu perusahaan mana yang bisa menukar data kita? Lalu apa pekerjaan kalian jika data saja bisa tertukar," potong Elvino yang sudah menduga jawaban Pak Pram seperti apa.
"Apa yang dikatakan Tuan Muda memang benar. Jika ini data kita yang tertukar, sama perusahaan mana dan apa saja pekerjaan para karyawan Wijaya group bila hal seperti ini kalian lalai," sahut salah seorang pria paruh baya yang juga menaruh saham di perusahaan.
"Bisa Anda jelaskan Pak Pram?" El kembali menatap pada Pak Pram. Namun, kali ini dia sudah kembali duduk pada tempatnya.
"Soal itu Saya akan mencari tahu terlebih dahulu dan tolong beri Saya waktu selama dua hari untuk menyelesaikan semuanya. Saya akan mencari tahu siapa pengkhianat di perusahaan Wijaya group." jawab Pak Pram sangat percaya dirinya.
Sehingga membuat Elvino tersenyum saat mendengarnya.
"Anda masih ingin bermain petak umpet juga rupanya. Baiklah! Akan aku layani sampai mana kalian bertahan." gumam Elvino di dalam hatinya.
"Tapi kami tidak bisa menunggu lagi, Pak Pram. Anda tahu kan sudah berapa banyak kerugian kita gara-gara ini semua?" imbuh salah seorang wanita yang juga seorang petinggi perusahaan di Wijaya group.
"Iya, Saya setuju dengan Nyonya Diah, jika dibiarkan terlalu lama. Maka semuanya akan bertambah kacau. Lalu siapa yang akan menanggung kerugian ini." sambung rekan kerja mereka yang juga merupakan pemilik saham di sana.
"Apapun itu, yang jelas papa Saya tidak akan pernah menanggung kerugian ini sendirian. Apabila dalam waktu dua hari Pak Pram tidak bisa memberikan bukti yang akurat. Maka Saya akan membawa masalah ini ke jalur hukum." ucap Elvino yang langsung membuat pusat perhatian semuanya.
"Maaf Tuan Muda, jika Pak Pram bisa membuktikan semuanya. Apakah Anda sendiri berani bertanggung jawab bahwa perusahaan Wijaya pemilik produk ini?" kata Pak Johan berpura-pura tidak tahu apa-apa.
"Iya, Saya memiliki bukti bahwa produk yang bocor bulan kemaren adalah milik perusahaan Wijaya group. Dan data ini tidak tertukar sama sekali." jawab Elvino membuat para musuhnya menelan Saliva nya masing-masing.
"Sial! Kenapa bisa seperti ini. Kenapa Elvino berubah seperti Tuan Arka saat masih muda." umpat laki-laki yang menjadi otak dari pengkhianatan tersebut.
"Rapat hari ini sampai di sini dulu, jika dalam waktu dua hari. Tidak ada yang bisa memberi bukti bahwa semua data ini tertukar. Maka Saya akan menyeret semua pihak yang terlibat ke kantor pengadilan. Jadi perbaiki kekacauan ini dalam waktu dua hari. Atau kalian akan hancur bersama." tegas Elvino berdiri dari tempat duduknya.
...*B*ERSAMBUNG... ...