Suami Kejam Yang Terlahir Kembali "Balas Dendam Sang Suami"

Suami Kejam Yang Terlahir Kembali "Balas Dendam Sang Suami"
Kepedihan mendalam


Delira masih tidak paham dengan ucapan Denish, saat perempuan yang memeluk nya tadi melepas pelukannya, perempuan cantik itu menyentuh lembut wajah nya.


"Untuk sementara hidup lah berbahagia dengan Denish hmmm"


Ucap perempuan itu dengan suara yang begitu lembut.


Delira mencoba menelusuri wajah perempuan dihadapan nya itu, tidak tahu kenapa rasanya begitu hangat dan tidak asing, tiba-tiba saja bola matanya terlihat berkaca-kaca dan dan matanya mulai berembun begitu saja.


"Kamu membuat dia menangis, Hazel"


Suara laki-laki dibelakang perempuan itu membuat Delira seketika menoleh, dia baru tahu nama perempuan itu adakah hazel.


"Kamu bisa memanggil ku uncle Jo"


Laki-laki itu bicara sambil mengembangkan senyuman nya.


Hazel mencium lembut kening Dilara kemudian membiarkan uncle Jo memeluk Dilara setelah nya.


Mereka diberitahu kan oleh Erika sejak kemarin soal keberadaan adik nya , tapi karena kondisi tubuh yang masih belum baik Hazel terpaksa menunda keinginan untuk datang, tapi pernikahan hari ini mereka fikir tidak mungkin menundanya untuk Hadir.


Hazel suka tidak suka harus bergerak cepat untuk datang dan memberikan restu untuk mereka.


Dan mereka tidak bisa memberitahukan daddy juga mommy nya soal Dilara saat ini, sebab Daddy nya terlihat begitu marah ketika tahu perihal soal siapa yang terlibat masuk di kejadian kecelakaan pesawat dimasa lalu dan menculik putri nya di masa lalu.


Daddynya benar-benar membenci Beria dan putranya, bahkan sang Daddy menekan wanita itu di dalam penjara serta memastikan hukuman wanita itu sedikit pun tidak akan diringankan.


Mereka butuh waktu khusus untuk bisa mendapatkan hati Daddy nya agar bisa menyetujui hubungan antara Denish dan Dilara.


"Kamu tidak membenciku?"


Pertanyaan Denish kemarin tiba-tiba terngiang di kepalanya.


Kala itu Hazel malah mengembang senyumannya, dia menggelengkan pelan kepalanya.


"Kamu tahu?.Menurut seorang psikolog, yang aku lupa siapa nama nya, Sebenarnya orang jahat itu tidak ada. Kecuali orang yang pernah mengalami kepahitan di masa lalunya. Bisa saja, kemungkinan selama ini dirinya banyak menyimpan kepedihan yang terpendam dan tak ada seorang pun yang tahu. Sehingga pada titik rasa pahit yang sangat dalam itu, ketika ia melihat orang lain sedang bahagia. Alam bawah sadarnya berkata, 'kalau aku tidak bahagia, maka orang lain juga tidak boleh bahagia.'


Itu menurut sudut pandang paling realistis dia melihat sisi dari Denish.


Sejak dalam kandungan hingga masa kanak-kanak ia hidup di bawah tekanan dan tidak merasakan kehangatan dari orang sekitar


Bahkan saat seorang anak masih dalam kandungan pun, janin sudah dapat menangkap suara-suara yang terjadi disekitarnya dan dapat merasakan emosi dari sang Ibu. Apalagi jika setelah anak tersebut lahir, dia tumbuh dilingkungan yang tak bersahabat dan kurang mendapat kehangatan dari orang-orang sekitarnya.


Tentu ini juga mempengaruhi kondisi psikologis si anak. apalagi Beria type orangtua yang men jadikan anak sebagai korban keegoisannya. Padahal realita nya Denish jelas juga berhak tumbuh dengan rasa cinta dan rasa bahagia dari orang-orang terdekatnya terutama dirinya.


Dan bagi Hazel, Denish mampu melindungi adik perempuan nya hingga hari ini dari kekejaman Mommy tiri Ozvit itu jelas sudah menyakinkan diri nya jika laki-laki itu jelas masih memiliki hati nurani didalam dirinya.


Dan sejauh ini dia tidak merasakan kerugian lainnya yang di ciptakan Denish untuk dirinya, keluarga nya dan Ozvit.


Ketika Disisi Hazel masih berkecamuk dalam pemikiran nya, disisi Dilara juga berkecamuk dengan pemikiran nya.


"Uncle?"


Delira bertanya dengan perasaan bingung.


"Hmm kamu adalah putri bungsu keluarga Ursula dari putra tertua nya, aku lebih tepatnya paman muda kamu dan perempuan cantik ini adalah kakak perempuan kandung mu, sayang"


Uncle Jo berusaha menjelaskan semuanya dengan panjang lebar.


"Oh"


Seketika Dilara paham dengan ucapan laki-laki dihadapan nya tersebut.


kakak perempuan dan paman.


Dia begitu mengharapkan nya, berfikir dalam seumur hidup nya apakah dia memiliki setidaknya satu saja keluarga selama ini?.


Saat bibi pelayan berkata keluarga merupakan satu kekuatan untuk orang-orang bertahan, dia acapkali mengharap kan nya, tapi saat ingat dia tidak memiliki nya rasanya ada sejuta kepedihan mendalam yang menyakiti hati nya.


Tapi kali ini dia mendapatkan soal kenyataan.


Dan Seketika air mata gadis itu tumpah tanpa bisa dia tahan.