
Semua orang tampak berbahagia dengan kelahiran cucu pertama di keluarga besar Del Piero, Baby Aslan jelas menjadi kebanggaan semua orang.
Mommy Ozvit dan Mommy Hazel bahkan sudah merencanakan pembagian waktu untuk mendapat kan kesempatan tidur bersama dan membawa baby Aslan ke kediaman masing-masing.
Awalnya Ozvit khawatir jika mimpi buruk akan terulang kembali, tapi sepertinya dia benar-benar telah mengubah waktu dan seluruh tatanan keluarga.
Tidak ada Melia sang Mommy tiri nya, Denish lahir dari wanita itu tapi dengan Daddy biologis yang berbeda,bukan dari Jacob.
Melia meninggal saat Denish berusia 3 tahun.
Dilara di bungsu keluarga Ursula, adik kandung Hazel jelas baik-baik saja, tidak pernah ada bayi yang tertukar karena kecelakaan pesawat, perempuan itu bertemu dengan Denish di salah satu perusahaan swasta dan berkencan begitu saja, setelah yakin berpacaran beberapa waktu mereka memilih menikah dan kini perempuan itu tengah hamil trimester kedua.
Uncle Jacob nya hidup dengan normal, tidak ada kisah cinta pertama dengan Mommy nya, laki-laki itu katanya pernah berpacaran dan pacar nya meninggal.
Dia membujang untuk waktu yang terlalu lama dan menikah dengan Erika putri sahabat baik nya dan aneh nya usia Jacob jelas jauh lebih muda dari seharusnya.
Itu membuat Ozvit menjadi bertanya-tanya.
Low hingga kini juga membujang, dan tidak pernah ada yang mendengar nama Anushka di rumah mereka.
Daddy Ozvit berencana menjodohkan laki-laki itu dengan relasi bisnis nya dalam waktu dekat.
Mommy nya jelas hidup dengan baik, sehat wal'Afiat, bahkan masih terlihat segar bugar dan cantik.
Istri nya Hazel tidak menampilkan sedikit pun ekspresi yang mencurigakan hingga sejauh ini, semua seolah-olah berjalan normal dan kejadian aneh sebelumnya tidak pernah terjadi.
Ozvit fikir mungkin dia bermimpi atau sempat mengalami mati suri, pasti sesuatu yang salah dengan isi kepalanya terjadi.
Tapi satu kejadian membuat dia sadar, jika kejadian di masa kemarin memang pernah terjadi.
Ketika dia bertemu seseorang yang membuat dia kehilangan kata-kata nya.
Kejadian yang membuat dia tidak melepas kan pandangan nya pada satu keluarga besar yang membuat dia tercekat setengah mati.
Keadaan dan kejadian yang terjadi di luar pemikiran nya.
Keluarga Hillatop berada di rumah sakit yang sama dengan mereka, Allzigra Hillatop rupanya baru mendapatkan kelahiran putra kembar mereka tepat di kelahiran putra pertama Ozvit.
"Anak-anak baru saja dilahirkan"
Kala itu Laki-laki itu bicara sambil mengembangkan senyuman nya, mereka sama-sama baru melewati masa berat kelahiran istri mereka.
"Ya, cukup membuat keadaan menjadi serba sulit dan serba salah"
Jawab Ozvit sambil ikut mengembangkan senyuman nya.
"Anak pertama?"
Laki-laki itu bertanya cepat.
Ozvit buru-buru mengangguk.
"Awal nya dulu juga seperti, kelahiran putra pertama kami membuat aku berfikir yang tidak-tidak, tapi setelah pengalaman pertama, di kelahiran kedua menjadi tidak begitu tegang dan panik"
Mendengar penjelasan laki-laki itu Ozvit mengangguk-anggukkan kepalanya.
"All"
Tiba-tiba sebuah suara mengejutkan mereka.
Ozvit dan laki-laki itu menoleh, seorang perempuan terlihat meminta laki-laki itu agar masuk ke dalam ruangan mereka.
"Ngomong-ngomong siapa nama anda?"
Ozvit bertanya sebelum laki-laki itu beranjak dari hadapan nya.
Dari pada menjawab, laki-laki itu lebih tertarik memberikan kartu nama nya pada Ozvit.
Begitu laki-laki itu pergi bola mata Ozvit menelisik nama didalam kartu nama tersebut, dan bola matanya jelas membulat saat dia sadar nama yang tertera di sana.
Allzigra Hillatop
CEO Hillatop company
Seketika Ozvit langsung mencoba mencari kembali sosok tersebut, tapi sayangnya sosok itu telah menghilang dari hadapan nya.
Tapi saat kelahiran putri kedua mereka Najwa sesuatu yang mengejutkan terjadi, mereka kembali bertemu di rumah sakit yang sama.
"Bukankah ini jodoh yang unik? kita bertemu lagi di waktu yang bersamaan"
Ucap laki-laki itu sambil mengembangkan senyuman nya.
"Mereka kembar, putri"
"Istri ku juga melahirkan seorang putri"
"Itu sangat kebetulan sekali"
Dia fikir pertemuan itu mungkin akan berakhir kembali.
Tapi satu hari tanpa disengaja mereka menjadi relasi bisnis dan berkumpul di satu pertemuan pesta taman bersama.
Kala itu anak-anak telah dewasa.
Dan pandangan mata Ozvit tidak bisa lepas dari dua gadis kembar berusia sekitar 9 tahunan, dimana kala itu Azlan berusia sekitar 14-15 tahunan.
"Uncle, uncle?"
Dua sosok gadis itu membuat dia terkejut, sosok itu begitu mirip dengan seseorang yang pernah dia temui dimalam sebelum dirinya dan Hazel mengulang waktu.
"Katakan pada uncle siapa nama kalian?"
"Aku Frey dan ini Nadine"
Mendengar nama si kembar yang berbeda,. membuat dia mengerutkan keningnya.
"Sengaja dibedakan, itu akan membuat semua orang gampang membedakan kami berdua"
Jelas salah satu dari mereka.
"Lalu dimana keluarga kalian?"
Salah satu gadis itu mencoba menyusuri seluruh tempat.
"Ahhh itu Daddy kami"
Dan begitu bola mata Ozvit mengikuti jari gadis itu terarah, seketika dia tercekat.
Allzigra Hillatop.
Bukankah itu terlalu kebetulan.
Lalu dengan cepat dia bertanya.
"Siapa yang pandai beladiri dan suka dengan istilah Dejavu atau Prekognisi?"
Pertanyaan gila itu meluncur dari bibir Ozvit begitu saja.
"Dia.. "
Salah satu menunjukkan jari telunjuk nya ke arah kembaran nya.
"Uncle tahu? dia bilang dia sering bermimpi kembali ke masa lalu dan masa kini bertemu dengan orang asing yang begitu familiar"
"Ya?"
Bola mata Ozvit menatap sosok gadis satu nya yang terlihat sibuk mengejar langkah seorang laki-laki seusia Putra nya Azlan.
Dan tanpa sengaja Ozvit melirik ke arah Azlan, bisa dia lihat putra nya terus menatap gadis tersebut dengan tatapan aneh nya.
Dia masih ingin menanyakan beberapa pertanyaan, tapi tiba-tiba seseorang meneriaki nama gadis itu dan membuat gadis itu pergi menjauhi nya.
"Ada apa?"
Tiba-tiba Hazel muncul dari arah belakang nya.
"Bukan apa-apa"
Ozvit menjawab sambil mengembangkan senyuman nya.