Suami Kejam Yang Terlahir Kembali "Balas Dendam Sang Suami"

Suami Kejam Yang Terlahir Kembali "Balas Dendam Sang Suami"
Menyusun strategi sempurna


Dan seketika suasana menjadi begitu mencekam saat mereka tahu Erika menghilang.


Jacob dengan gerakan terburu-buru langsung menuju ke arah satu ruangan dimana disana terdapat beberapa Layar monitor pengontrol CCTV di setiap sudut bagian Mansion tersebut.


Laki-laki itu tanpa berfikir dua tiga kali langsung mencoba mengecek tiap sisi kamera yang terjadi dalam beberapa waktu kebelakang.


Dibantu oleh salah satu orang suruhan Ozvit, laki-laki itu ingin tahu siapa yang membawa Erika, ke arah mana mobil itu melesat dan siapa saja yang ikut andil didalam menghilang nya sang istri.


Begitu rekaman tersebut di putar, bola mata Jacob jelas membulat dengan sempurna, rahangnya langsung mengeras dan dia terlihat begitu marah.


"Berani-beraninya..."


Teriak Jacob dengan jutaan kemarahan nya.


Jacob dengan gerakan cepat langsung memutar tubuh nya, dia berniat untuk turun ke bawah dan menyusul ke arah mana Erika pergi di bawa orang-orang itu.


Tapi Ozvit secepat kilat mencoba menghalangi Paman nya tersebut.


"Tidak, jangan bertindak gegabah"


Ucap Ozvit sambil berusaha menahan tubuh kekar Laki-laki tersebut, meskipun sudah berumur tubuh Jacob jelas masih begitu kuat dan kekar.


"Aku tidak bisa menunda nya dan tidak berfikir gegabah, ini membuat ku begitu kesal dan marah, dia membawa istri ku, jika sesuatu terjadi pada Erika apa yang harus aku lakukan? bagaimana jika dia melakukan hal di luar pemikiran kita"


Bentak Jacob ke arah Ozvit, kemarahan jelas terlihat di bola mata laki-laki tersebut, dia memaksa keluar dari sana dan mencoba melepas kan genggaman Ozvit dari tubuh nya.


"Aku tahu itu, aku pernah melewati nya kemarin saat Hazel di bawa kabur, aku bahkan hampir gila, benar-benar nyaris keluar dari akal sehat ku, tapi coba lihat apa yang terjadi ketika aku bertindak dengan gegabah? Kami kehilangan buah hati kami kemarin Paman, apa kau lupa itu?"


Ucap Ozvit cepat sambil terus mengencangkan pegangan nya.


Seketika rasa sedih kembali menyeruak masuk ke Palung hati Ozvit, kenangan pahit malam itu kembali tercetak didalam ingatan nya.


Mereka harus ikhlas kehilangan buah hati pertama mereka.


"Kau pasti sudah tahu bagaimana rasanya kehilangan sesuatu, karena itu jangan langsung bergerak dan bertindak gegabah"


Lanjut Ozvit lagi.


Dia tidak mengizinkan laki-laki itu beranjak dari sana saat ini, sebab dia takut Paman Jacob nya bisa membuat nyawa Erika didalam bahaya.


Melihat Ozvit berjuang mengingat kan Jacob, Denish secepat kilat menutup pintu ruangan khusus pengawasan CCTV tersebut agar Jacob semakin Sulit Bergerak keluar.


"Sebelum kita menyesali semua nya, mari bergerak dengan tenang dan membuat sebuah rencana"


Laki-laki itu terus bicara sambil berusaha mengendurkan pegangannya Secara perlahan, dia menatap bola mata Jacob untuk beberapa waktu.


"Kita butuh rencana matang untuk menarik Erika keluar dari sana, bahkan kita butuh rencana untuk menghentikan semua ambisi Melisa mulai saat ini dan membongkar seluruh kejahatan nya dari di masa lalu hingga masa kini"


Ozvit terus bicara dengan penuh keyakinan, mencoba menyakinkan Jacob soal sebuah rencana matang untuk keselamatan semua orang bukan hanya Erika.


Mereka harus menghentikan semua ini secepatnya sebelum akan ada korban lain yang mungkin bisa bertambah.


Melisa sudah terlalu lama bergerak menghancurkan banyak orang, bagi Ozvit ini adalah saat yang paling tepat untuk meruntuhkan kegilaan wanita itu hingga ke akar-akarnya tanpa sisa.


"Lalu apa yang harus kita lakukan?"


Tanya jacob kemudian, ekspresi nya terlihat begitu serius tapi ketegangan nya jelas mulai mengendur, dia berusaha bersikap setenang mungkin seperti apa yang di katakan oleh Ozvit kepada nya.


"Mari menyusun strategi sempurna bersama"


Setelah berkata begitu, Ozvit langsung melepas kan genggaman nya dari Jacob, dia memundurkan tubuhnya secara perlahan.


"Bersama akan membuat kita menjadi lebih kuat"


Mereka saling menatap Antara satu dengan yang lain nya, Denish dan Jacob diam sejenak kemudian mereka menganggukkan kepala mereka secara perlahan.