
Denish tampak mengeratkan rahangnya, dia menggenggam erat telapak tangan nya sambil berdiri tepat didepan meja kerja miliknya sambil bola matanya menatap tajam kearah seorang laki-laki yang ada di hadapan nya itu.
Brakkkk
Sebuah Hantaman keras terdengar dari telapak tangan nya, terlihat kilat kemarahan dibalik bola mata laki-laki itu saat ini.
"kenapa semua rencana nya bisa hancur berantakan?"
dia bertanya dengan penuh kemarahan ke arah laki-laki yang ada di hadapannya itu.
Seharusnya Anushka sudah bisa menyakinkan Ozvit saat ini, membuat perjalanan bersama dan mengabaikan Hazel, mengirim perempuan itu menuju ke Villa tengah hutan sesuai dengan rencana mereka.
Membuat jebakan untuk Ozvit, membuat hazel terluka parah dengan kebohongan yang Mereka ciptakan saat ini.
Tapi rupanya semua rencana menjadi kacau balau tidak tahu kenapa sifat Ozvit tiba-tiba berubah 180°, Ozvit benar-benar berada di luar prediksi nya, dia Fikir Anushka sudah benar bisa mengendalikan laki-laki itu.
Bukti nya perempuan itu mampu mengendali kan kan Ozvit selama ini, bahkan Ozvit mampu memberikan apapun permintaan Anushka selama satu tahun penuh ini.
Jadi Denish fikir, mereka pasti bisa membawa dan mulai merencanakan aksi mereka saat ini.
Tapi siapa sangka Laki-laki itu tiba-tiba memutuskan membawa Hazel dalam perjalanan bisnis dan liburan nya ke Jepang dan Ozvit malah memutus kan membiarkan perempuan itu naik pesawat yang sama dengan Low.
Dengan begitu semua rencana bagi nya benar-benar hancur berantakan saat ini.
Denish beranjak dari posisinya, berjalan dari sisi kanan nya sambil menatap begitu dingin laki-laki yang ada di hadapannya itu kemudian tiba-tiba laki-laki itu bertindak di luar pemikiran.
Brakkkkkk
Denish menghantam tubuh laki-laki itu hingga ke dinding samping bagian kiri di mana dia berdiri.
bisa dirasakan betapa menyakitkannya hantaman keras tersebut.
sejenak laki-laki yang dihantam Tubuh nya itu meringis kesakitan, cukup tidak menyangka jika sang tuan nya bisa menghadiahkan diri nya sebuah hantaman yang menyakitkan dan mengerikan
"Aku tidak peduli bagaimana caranya yang jelas ketika mereka tiba di Jepang semua harus berjalan sesuai dengan rencana, Anushka harus mampu naik ke tempat tidur Ozvit dan pastikan Hazel melihatnya dengan mata kepalanya sendiri"
Ucap laki-laki itu dengan bola mata yang merah membara, luapan emosi dan kemarahan terlihat begitu jelas dibalik bola matanya.
Denish tidak suka ada toleransi di antara rencana nya saat ini, tidak ada negosiasi, semua harus berjalan sesuai kemauan nya.
Laki-laki yang diberi perintah tampak mengganggu kan cepat kepalanya.
"Baik tuan"
setelah berkata begitu laki-laki itu beranjak pergi dari hadapan Denish.
Saat laki-laki itu menghilang dari arah balik pintu depan, tiba-tiba seseorang keluar dari arah pintu belakang dan mulai mendekati dimana Danis berdiri saat ini.
"Tidak bisakah kamu bertindak lebih sabar dan tidak gegabah?"
Tanya orang tersebut kearahnya, bisa dia rasakan suara seseorang wanita mendominasi di balik telinga Denish.
Denish jelas enggan menoleh kearah asal suara tersebut, dia masih tetap berdiri membelakangi sosok tersebut dengan perasaan kesal.
"Semua orang membuatku tidak sabaran belakang ini, mom"
Jawab Denish pelan dengan perasaan kesal sambil mulai membalikkan tubuhnya secara perlahan.
Wanita yang dipanggil Mom olah nya itu tampak menaikkan ujung bibirnya.