Suami Kejam Yang Terlahir Kembali "Balas Dendam Sang Suami"

Suami Kejam Yang Terlahir Kembali "Balas Dendam Sang Suami"
Putri dan adik perempuan yang manja


Disatu sisi


Musim Panas


Jepang


Seorang gadis tampak menggeliat enggan didalam tidur nya ketika seorang wanita cantik Berusaha membangunkan dirinya.


"Sayang bangun"


Ssratttttt


Wanita itu bicara sambil menarik gorden yang ada di sisi kanan kasir gadis tersebut, seketika cahaya matahari menyilaukan wajahnya, dengan cepat gadis itu menarik kembali selimut nya.


"Mom....bisakah aku tidur sebentar lagi?"


Rengek gadis itu sambil berusaha menenggelamkan kembali dirinya kedalam kasur mendominasi berwarna putih tersebut.


"Anushka Ghurair...... kita akan terlambat pergi ke jika kamu Terus bermalas-malasan"


Tiba-tiba suara seorang laki-laki memecah keheningan.


Seorang laki-laki berusia sekitar 29 tahunan menyeruak masuk dan mencoba menarik kaki gadis tersebut.


"Akhhhhh kakkkkk"


Gadis itu berteriak kesal ketika kaki nya ditarik dengan tiba-tiba.


"Maxim berhenti lah mengganggu adik mu"


"Mommmm look... kakak melakukan nya lagi"


Pekik Anushka dengan perasaan kesal.


Gadis itu berusaha duduk masih dengan rambut yang begitu berantakan, menambah kesan cantik dibalik wajah bangun tidur nya.


Sang kakak malah terkekeh, menarik hidung adik nya dengan perasaan geram.


"Akhhhh kakkkkkk"


Anushka kembali berteriak kesal sambil merengek manja.


"Mom......ahhhhhh"


Dia menggoyangkan tubuhnya dengan kesal, wajah cemberut nya semakin menambah tingkat ke lucuan nya.


"Oh god, Maxim jangan buat adik mu marah dan menangis, kamu tahu bagaimana jika gadis itu marah?"


Mama nya mencoba memukul lengan putra pertama nya itu, tapi seperti biasa, wanita itu selalu kalah cepat dari putra nya.


Maxim bergerak dengan begitu lincah.


"Aku benar-benar akan membuat gadis baru mu melarikan diri sekali lagi"


Pekik Anushka kemudian meraih bantal di samping nya, dia melempar kesal bantal tersebut ke arah sang kakak tapi sayang nya meleset.


"Owwww ancaman adik ku begitu mengerikan"


Maxim terkekeh, dia bergerak mendekati pintu kamar kemudian mengambil sesuatu dari salah satu pelayan yang telah berdiri didepan pintu sejak tadi.


"Pejamkan bola mata mu, aku akan memberikan sesuatu"


Mendengar ucapan sang kakak, Anushka menaikkan ujung alisnya.


"Apa?"


Dia bertanya sambil menatap kakak nya untuk beberapa waktu, kemudian gadis itu melebarkan senyuman nya, dengan cepat dia memejamkan bola matanya.


"Kali ini aku curiga"


Oceh Anusha sambil terus memejamkan bola matanya.


Sang Mama terlihat menggeleng-gelengkan kepalanya, menatap putra nya yang mengeluarkan sesuatu dari sana.


Maxim berjalan mendekati Anushka, duduk dihadapan adiknya sambil menatap wajah gadis itu untuk beberapa waktu.


"Buka mata hmmm"


Mendengar perintah sang kakak, seketika Anusha memicing kan sebelah matanya, mencoba mengintip apa yang akan diberikan laki-laki itu pada nya.


Saat menyadari apa yang ada di hadapannya nya, gadis itu langsung membuka bola mata nya dan dalam hitungan detik bola mata gadis itu langsung berkaca-kaca.


"Selamat ulang tahun, Ansa"


Ucap sang kakak sambil memberikan hadiah nya, berdiri dari posisi duduknya ,kemudian laki-laki itu mencium lembut puncak kepala sang adik kesayangannya.



Gadis itu jelas langsung mewek seketika, Dia langsung meraih kucing Cantik tersebut dengan jutaan kebahagiaan.


Itu adalah kucing Ragdoll, dia menginginkan kucing tersebut sejak tahun kemarin, tapi Mommy dan kakak nya tidak mengizinkan dia membeli dan memelihara nya.


Kucing Ragdoll adalah jenis kucing berukuran besar yang memiliki bulu cantik dan mata biru yang indah. Dengan kepribadian yang mirip anjing, Ragdoll bisa menjadi teman yang ramah, setia, dan menyenangkan untuk diajak bermain.


"Jadi ini alasan aku tidak boleh membeli nya sendiri?"


Tanya Anushka sambil mengerutkan bibir nya, dia terharu seketika, meletakkan kucing tersebut ke atas kasur dan langsung memeluk sang kakak dengan cepat.


Alih-alih menjawab laki-laki itu mengulum senyuman nya.


"Kakkkkk I love you"


Anushka memeluk erat kakak nya untuk beberapa waktu, kemudian dengan cepat melepaskan pelukannya.


"Mommmm I love you....."


Anushka langsung berhamburan memeluk Mommy nya.


"Coba lihat.... dia selalu manja begini"


Sang Mommy bicara sambil terkekeh geli, memeluk putri nya bergantian kemudian mencium lembut kening Anushka.


Gadis itu melepaskan pelukannya lantas meraih kembali kucing yang ada di atas kasur.


"Mandilah dulu, kita harus mengejar jadwal Untuk pergi ke Prancis"


Kakak nya bicara sambil menepuk-nepuk kepala adik nya.


"Prancis?"


"Ada pekerjaan di sana, kamu bilang ingin berlibur kesana bukan? ini saat nya"


"Benarkah?"


"Hmm"


Laki-laki itu mengangguk pelan.


"Hadiah ulang tahun nya liburan?"


Anushka kembali mencoba menyakinkan.


"Iya"


"Benarkah?"


"Iya"


"Akhhhhhhhhh bukankah itu luar biasa? aku akan pergi mandi sekarang"


Gadis itu jelas kegirangan, memberikan kucing baru nya pada sang Mommy lantas berlarian menyambar handuk nya menuju ke kamar mandi.


"Mommy fikir Daddy mu ingin mengenalkan adik mu dengan putra teman nya"


Sang Mommy bicara sambil meletakkan kucing Ragdoll tersebut ke dalam keranjang.


"Aku fikir dia terlalu muda untuk menikah"


"Yah seharusnya kamu yang lebih dulu menikah"


Mommy nya menjawab sambil mengembangkan senyuman nya.


"Itu seperti sebuah pancingan agar aku segera berkencan?"


Maxim bertanya sambil menaikkan ujung alisnya.


"Lebih kurang, Mommy fikir ingin segera menimang cucu"


Mendengar ucapan Mommy nya Maxim Tampak mengulum kan senyuman nya.


"Jangan hanya tersenyum, cepatlah Carikan Mommy seorang menantu yang benar, berhentilah mengencani banyak gadis dan perempuan, itu membuat Mommy menggila"


Dan seperti biasa Sang Mommy mulai mengeluh tiada henti.


Alih-alih peduli, laki-laki itu malah mengusili Mommy nya dengan berbagai macam candaan.


"Maxim..."


"Yes Mom"