
Sejenak Ozvit mengerutkan keningnya ketika dia memperhatikan layar monitor dihadapan nya, bisa dia lihat pergerakan sang nenek Del Piero disana bersama seorang perempuan muda yang berjalan dengan kondisi tergesa-gesa.
Dia fikir mau kemana sang nenek di waktu kamera tersebut menangkap gerakan sang nenek.
Dia mencoba menghubungi asisten wanita tua itu untuk beberapa waktu, bertanya dimana mereka, sang asisten berkata pagi-pagi sekali nenek Del Piero menghubungi dirinya, meminta menemaninya menuju ke tempat yang hingga saat ini tidak dia ketahui dimana.
Apa ada yang nenek nya sembunyikan dari nya saat ini fikir nya?.
Ozvit buru-buru keluar dari ruangan tersebut, dengan gerakan tergesa-gesa laki-laki itu mencoba turun menuju ke lantai bawah, menyambar kunci mobilnya dan berusaha keluar meninggalkan mansion mereka.
Namun suara sang istri mengejutkan dirinya.
"Habibi? sesuatu yang buruk terjadi?"
Hazel bertanya sambil mencoba mengejar langkah Ozvit.
Perempuan itu fikir kenapa suami nya bergerak dengan begitu tergesa-gesa.
"Aku harus pergi sebentar, ada sesuatu yang harus aku kerjakan"
Ucap Ozvit sambil menyentuh lembut Wajah Hazel.
Mendengar ucapan sang suami jelas membuat Hazel mengerutkan keningnya.
"Tidak mau memberitahukan aku apa yang sebenarnya terjadi?"
Tanya Hazel sambil menatap dalam bola mata Ozvit.
Dia tahu betul Ekspresi sang suami, jika panik, gelisah atau bingung wajah itu terlihat begitu kentara sekali, Ozvit tidak pernah bisa menyembunyikan ekspresi nya di hadapan Hazel.
Sejenak Ozvit diam, seolah-olah sedang berfikir apa kah dia harus melibatkan Hazel dalam kebingungannya saat ini.
"Jika ada masalah, kita bisa mencari tahu dan menyelesaikan semuanya bersama hmm"
Ucap Hazel lagi.
Sejenak Ozvit masih diam, hingga akhirnya laki-laki itu berkata.
"Ini soal nenek"
*******
Sejenak bola mata Ozvit membulat saat dia sadar kemana tujuan nenek tua Del Piero saat ini, dia terus mengikuti petunjuk arah yang di berikan oleh asisten sang nenek dari handphone nya.
"Aku fikir mereka menuju ke pusat kota"
Ucap Hazel pada Ozvit.
Mendengar ucapan Hazel, Ozvit mengangguk pelan.
"Aku khawatir nenek pergi ke sana"
Mendengar kata Ozvit khawatir nenek pergi kesana, Hazel langsung membulat kan bola matanya.
Dia fikir jangan-jangan...?!.
Dia buru-buru meraih handphone nya di dalam tas berwarna peach di hadapannya itu kemudian Hazel mencoba menghubungi sang Daddy.
Cukup lama hingga akhirnya Panggilan itu tersambung dan terdengar satu suara familiar di balik telinga nya.
"Halo?"
"Daddy?"
Hazel bertanya sambil mencoba menahan Detak jantung nya yang tidak beraturan.
"Aku fikir kami akan ke rumah sekarang, apa Daddy ada dirumah?"
Tanya Hazel cepat.
Tiba-tiba terdengar jawaban diseberang sana, suara Daddy nya jelas terdengar begitu penuy tekanan dan rasa marah.
Tidak di tujukan pada nya, dari Hazel mencerna dengan baik ucapan Daddy nya diseberang sana.
"Aku akan menghubungi Ozvit, baiklah...., kami akan menyusul Daddy kesana"
Sepersekian detik kemudian secepat kilat Hazel mematikan panggilan nya.
Ozvit yang mendengar percakapan Hazel jelas mengerutkan keningnya.
"Ada apa?"
Dia bertanya sambil melirik ke arah Hazel sejenak.
"Kita harus menghubungi Erika dan Jacob"
Ucap Hazel cepat.
"Ya?"
Ozvit jelas Bingung mendengar ucapan sang istri.
"Daddy dan nenek Del Piero menemukan keberadaan Denish dan Dilara"
Mendengar ucapan Hazel seketika Ozvit langsung menginjak pedal gas mobil nya dengan kecepatan penuh.
Shi..t, sudah ku duga.
Umpat Ozvit didalam hatinya.
Dikala Laki-laki itu berpacu dengan waktu mengejar keberadaan sang nenek, Hazel terlihat sibuk menghubungi Erika dan Denish tanpa berfikir dua tiga kali.