Suami Kejam Yang Terlahir Kembali "Balas Dendam Sang Suami"

Suami Kejam Yang Terlahir Kembali "Balas Dendam Sang Suami"
Kesepakatan sempurna "Menanti hari esok"


Apartemen baru


Denish Lucifer


Begitu Denish memutar Mobil nya dan mulai masuk ke sebuah bangunan kokoh bak istana, terdapat banyak Lampu disekitar nya, orang-orang berlalu lalang dan mobil-mobil mewah di sisi kiri dan kanannya, Dilara terus memperhatikan sekeliling nya, menatap bangunan indah didepan nya dengan tatapan takjub dan seluruh orang serta apapun yang ada disana.


Dia benar-benar seperti orang udik yang baru saja masuk ke sebuah tempat mewah yang dia tidak tahu apa itu.


Bahkan beberapa orang menundukkan kepalanya ke arah mereka.


Dilara menundukkan kepalanya secara perlahan, namun Denish secepat kilat menggenggam erat telapak tangan, laki-laki itu berbisik pelan.


"Berjalan lah seperti biasa hmmm"


Ucap nya sambil menatap dalam bola mata Dilara.


Gadis itu bukan type orang yang sulit di ajarkan, dia mengangguk kan pelan kepala tanda mengerti.


Mereka berjalan menyusuri tiap ruangan, naik ke tempat ruangan bulat berbentuk kaca yang Dilara baru pertama kali rasakan, tidak tahu kenapa saat mereka naik menggunakan ruangan kaca itu, seketika kepala dikata merasa pusing dan perut nya menjadi begitu mual.


Dia fikir kemana Denish akan membawa nya, ruang kaca itu bisa bergerak sendiri naik ke atas.


Itu benar-benar hebat.


Dia benar-benar mengagumi semua yang baru saja dia temui hari ini.


Saat pintu kaca nya terbuka, tiba-tiba dua orang menundukkan kepalanya di depan mereka.


Seorang laki-laki bertubuh kekar dan seorang perempuan cantik dengan penampilan luar biasa menyilaukan mata.


Perempuan itu bak bidadari Fikir nya, pakaian indah yang terlihat seksi, sepatu tinggi yang belum pernah dia lihat dan gunakan sebelumnya, berbagai macam aksesoris indah yang melekat ditubuhnya, bahkan wajah yang dipenuhi riasan sempurna.


Dilara baru tiga kali ini didalam seumur hidup nya melihat wajah seseorang di letakkan berbagai macam hal aneh berwarna-warni.


Pertama adalah Mommy Denish, kedua wanita mengerikan yang pernah mengunjungi dirinya dulu dan ketiga perempuan dengan wajah bak bidadari ini.


"Semua sudah siap?"


Denish bertanya dengan wajah datarnya.


"Ya tuan"


Perempuan cantik itu menjawab cepat sambil menundukkan kepalanya.


Dua orang itu berjalan mengikuti langkah mereka.


"Untuk besok Semua nya sudah di atur sedemikian rupa, bahkan gaun nya telah di siapkan oleh Erika"


"Tidak ada yang terlewat kan?"


"Tidak,Nona Erika dan Mark telah memastikan semua baik-baik saja, kita bisa melewati prosesi nya besok sesuai dengan jadwal yang Tuan minta"


Mendengar ucapan perempuan itu Denish terlihat mengangguk pelan.


"Aku dan Nona Erika akan membawa nona Dilara dan mempersiapkan semua nya sebelum acara, percayalah dia akan disulap oleh Erika menjadi Gadis yang luar biasa"


Lanjut perempuan itu sambil mengembangkan senyuman nya.


"Dan tempat ini akan menjadi tempat terbaik untuk melindungi diri kalian, nyonya Sammy tidak akan menemukan kalian disini, karena Erika telah mengatur semua nya sedemikian rupa".


Lanjut perempuan itu lagi.


"Kalian melakukan kesepakatan dengan orang yang tepat"


Setelah berkata begitu, mereka terlihat berhenti pada satu pintu ruangan yang Dilara tidak tahu menuju kemana lagi, perempuan itu secara perlahan membukakan pintu dihadapan mereka.


"Dokter akan datang dan memeriksa luka anda dalam 20 menit kedepan, selamat menikmati hari indah kalian jelang acara sakral kalian besok, tuan Lucifer"


Setelah berkata begitu perempuan itu menundukkan kepalanya, membiarkan Denish masuk bersama Dilara kedalam ruangan yang rupanya adalah kamar apartemen VVIP mereka.


Dilara tetap tidak paham ucapan kedua orang tersebut, dia hanya menuruti langkah Denish untuk masuk kedalam ruangan itu Dimana didalam nya terdapat begitu banyak keindahan lain yang belum pernah Dilara temui sebelumnya dalam seumur hidup nya.


"Ini indah"


Dia menatap takjub di sekeliling nya, seketika dia sadar mereka benar-benar berada di dunia baru yang tidak dia kenal.


Begitu indah bahkan terlalu indah untuk dirinya.