
Ketika semua orang pergi, Seketika Anushka mencoba menyingkir,dia fikir cukup tidak bijak dia harus berada di dalam ruangan laki-laki ini.
Tapi Low secepat kilat berkata.
"Duduklah"
Ucap laki-laki itu dengan nada yang begitu datar.
"Aku bisa melakukan nya sendiri nanti"
Jawab Anushka cepat, perempuan itu mencoba untuk beranjak dari sana.
Tapi secara spontan tiba-tiba Low langsung menarik lengan nya.
"Eh?"
Anushka Tampak terkejut, low Langsung menahan bahunya dan memaksa nya duduk di atas kursi kerja Low tanpa banyak bicara.
"Low aku..."
"Kau ini keras kepala sekali"
Ucap low dengan ekspresi dingin nya, bola mata laki-laki itu menatap dalam bola mata Anuskha.
Karena risih dengan tatapan itu, Anushka langsung membuang pandangannya.
Low langsung meraih salap yang diberikan Hazel tadi, secara perlahan laki-laki itu mengoleskan nya ke wajah Anushka.
"Apa dia suka berlaku kasar pada mu?"
Tanya low tiba-tiba.
Anushka Tampak diam, dia sama sekali tidak berani menatap wajah Low.
"Dia sering membuat mu seperti ini?"
Tanya low lagi.
Anushka tampak menggigit pelan bibir bawahnya.
"Jika aku membuat sebuah kesalahan besar"
Ucap Anushka pelan.
"Kau bertahan dengan baik"
Low tampak menggeleng kan pelan kepalanya.
"Aku berhutang Budi begitu banyak pada nya"
Ucap Anushka pelan.
Saat dia mengucapkan kata Hutang Budi, tiba-tiba Anushka ingat soal luka dipunggung Low yang dia lihat Tempo hari.
Perempuan itu tiba-tiba menoleh kearah Low.
Tapi pandangan laki-laki itu tertuju tepat ke arah pipi nya, mengoles kan salap ke pipi Anushka Secara perlahan.
Sejenak perempuan itu memperhatikan garis rahang low untuk beberapa waktu.
Dia baru sadar betapa indah nya wajah laki-laki itu saat dilihat dari jarak sedekat itu.
Seketika jantung nya berdetak begitu kencang.
Anushka langsung menepis pemikirannya.
"Apa yang terjadi pada luka di punggung mu?"
Tanya Anushka cepat, mencoba mengalihkan pemikiran nya.
"Punggung?"
Low menghentikan gerakan tangannya, dia menoleh ke arah Anushka untuk beberapa waktu.
Jawab Anushka cepat.
Bola mata mereka saat ini saling beradu pandang untuk beberapa waktu.
Low berusaha membuang pandangannya dari bola mata indah dihadapan nya itu.
"Ini kejadian di masa lalu, tidak sengaja datang ke kantor kakek dan ikut terlibat dalam tragedi kebakaran didalam nya"
Ucap low cepat.
"Ya?"
Anushka langsung membulat kan bola matanya.
"Kapan?"
dia mencoba bertanya dengan tidak sabaran.
"Entahlah seingatku kalau tidak salah antara 10 atau 12 tahun yang lalu"
Jawab low cepat sambil membuang pandangannya, laki-laki itu mencoba beranjak menjauhi Anushka.
Anushka langsung berdiri dari posisi duduknya, perempuan itu menatap punggung Low yang terus berjalan menjauhinya.
"Kenapa sampai terluka seperti itu?"
jantung Anushka jelas berdetak begitu kencang, dia menunggu jawaban Low sambil menggenggam erat telapak tangannya dengan perasaan yang bercampur aduk menjadi satu.
"Aku mencoba melindungi seseorang, tapi aku sama sekali tidak ingat siapa orang itu, begitu kejadian aku jatuh pingsan, saat bangun aku sudah berada di rumah sakit"
mendengar jawaban Low jelas saja Anushka membulatkan bola matanya, perempuan itu terus mencoba berjalan mendekati Low yang memunggungi nya.
laki-laki itu tanpa mengatakan serangan itu dalam laci diatas nakas kecil di sisi kanan meja kerjanya.
"Apa kau punya bekas luka juga di dada kanan mu?"
Tanya Anushka tiba-tiba.
Sejenak Low menghentikan gerakan tangannya, dia langsung menoleh ke arah belakang, menatap Anushka sambil mengerutkan keningnya.
"Apa kau mengintip ku? kau bahkan tahu semua bekas luka ku?"
Protes Low tiba-tiba.
"Aku fikir tidak menunjukkan dada ku saat di pesawat, aku hanya memunggungi mu?"
Alih-alih peduli dengan ucapan low, Anushka kembali bertanya.
"Kapan kamu mendapatkan luka nya?"
Tiba-tiba suara Anushka terdengar gemetaran.
"Anushka, kau ini kenapa?"
"Kapan kau mendapatkan luka nya?"
Laki-laki itu mengerutkan keningnya saat melihat ekspresi wajah Anushka yang terlihat begitu aneh.
"Sungai seine river, aku mencoba menyelamatkan bocah perempuan dengan jaket pink nya dan nyaris tenggelam di sana"
"Oh"
Seketika Anushka menutup mulutnya dengan kedua belah tangannya, air mata perempuan itu langsung tumpah, seketika ingatan nya atas ucapan-ucapan Denish yang membohongi nya Menghantam kepala nya.
"Hei Anushka?"
Low jelas panik melihat Anushka tiba-tiba menangis, niat hati ingin meraih tisu di meja kerja nya, tapi tiba-tiba perempuan itu malah jatuh tidak sadarkan diri begitu saja.
"Anushka"
Teriak Low dengan jutaan kepanikan nya.