
Mendapatkan ciuman lembut dipunggung nya tidak dipungkiri membuat jantung Erika berdetak tidak beraturan, dia seketika bingung harus berbuat apa.
Dia fikir apakah mereka akan melewati malam pertama? bagaimana rasanya? Ini jelas merupakan hal pertama untuk nya.
Meskipun dia suka menggoda Jacob, tapi untuk hal hingga ke arah yang lebih panas dan dalam jelas dia belum pernah merasakan nya.
Begitu laki-laki itu menurunkan resleting gaun nya, bisa dia rasakan gaun tersebut turun secara perlahan, melewati seluruh lekuk tubuh nya dan jatuh ke lantai.
"Sudah bersiap melewati nya?"
Bisik Jacob kembali di balik telinga nya.
Erika mencoba menetralisir detak jantung nya.
"Bukan kah ini sudah menjadi kewajiban seorang istri?"
Tanya Erika pelan sambil membuka perlahan bola matanya.
Jacob secara perlahan membalikkan tubuhnya.
"Mungkin ini akan menyakiti diri mu, tidak ada malam pertama yang terasa baik-baik saja, tapi aku akan berusaha untuk melakukan nya dengan selembut mungkin"
Ucap laki-laki itu pelan.
Erika terlihat mengembangkan senyuman nya, dia mengangguk perlahan sambil terus menatap bola mata laki-laki dihadapan nya itu.
Tubuh laki-laki itu jelas tidak menggunakan apa-apa kecuali handuk mandi yang menutupi dirinya.
Entah lah bagaimana sebuah mimpi, mereka benar-benar telah bersatu dan resmi menikah.
Dia sudah menyandang status istri dari laki-laki yang telah di cintai nya sejak dia kecil, bermula dari mengagumi nya hingga akhirnya benar-benar jatuh cinta untuk waktu yang begitu lama.
Secara perlahan Jacob mengangkat tubuh Erika, membuat gadis itu terpekik kecil karena terkejut.
"Akhhhhhh"
Gadis itu seketika mengalungkan tangannya ke leher Jacob.
Laki-laki itu secara perlahan membàwa nya menuju ke atas kasur mendominasi berwarna putih tersebut.
Jacob secara perlahan meletakkan tubuh nya ke atas kasur tersebut, kemudian secara perlahan pula Laki-laki itu naik ke atas kasur itu dan mulai mendekati wajah nya ke wajah Erika.
Wajah gadis itu seketika memerah, dia mencoba menahan nafasnya untuk beberapa waktu hingga akhirnya Jacob tahu-tahu Menyapu bibir mungil nya dengan begitu lembut dan penuh cinta, sangat lembut dan tidak tergesa-gesa.
Jacob jelas tidak ingin bergerak terlalu terburu-buru Karena Jacob tahu ini adalah yang pertama kalinya untuk Erika.
Laki-laki itu terus bergerak menyapu bibir indah tersebut, secara perlahan dia mencoba memainkan lidah nya dan menyeruak masuk ke dalam rongga mulut gadis tersebut, mengajar kan nya berbelit lidah untuk beberapa waktu.
Erika jelas terlihat begitu kaku, dia bahkan tidak tahu bagaimana cara benar nya saat membalas ciuman dan sapuan lidah tersebut.
Lu..ma..Tan demi lu..ma..Tan yang mendominasi terus Jacob berikan, hingga akhirnya secara perlahan li..dah nya menyusup lembut ke dalam rongga mulut Erika.
Jacob jelas ingin tertawa melihat ekspresi Erika, gadis itu seolah kehilangan nafasnya, arash secara perlahan melepaskan ciuman nya.
"Bernafas lah dengan santai"
Bisik Jacon pelan sambil menatap dalam bola mata Erika.
"Ini sedikit mengejutkan aku, aku belum begitu terbiasa"
Ucap Erika dengan wajah memerah dan suara yang terbata-bata.
Laki-laki itu tersenyum sambil menyentuh lembut wajah gadis itu.
"Cukup rileks dan ikuti gerakan ku"
Bisik nya lagi.
Dan benar kata orang-orang, segala sesuatu itu refleks terjadi dan berbalas sendiri Karena pada akhirnya kita akan ikut terbawa suasana panas yang membara.
Awalnya jelas terasa begitu kaku untuk membalas gerakan demi gerakan yang di lakukan Jacob, tapi Karena laki-laki itu pandai mencair kan suasana, membuat Erika mulai rileks dan terbiasa.
Begitu sapuan, sesapan demi sesapan dan belitan di lidah berakhir, laki-laki itu secara perlahan menyapu dagu dan turun menuju ke lehernya, menciptakan satu warna manis di balik sana.
Dikala bibir laki-laki itu terus menyapu lehernya, tangan kanan Jacob terus bergerak di bawah sana, menggesek secara perlahan hingga membuat sensasi aneh di tubuh Erika.
"Ahh.."
seketika rasa malu menyeruak, saat ******* lembut keluar dari bibir Erika, dia fikir kenapa dia mengeluarkan suara yang begitu memalukan.
"Tidak sayang..jangan malu, men..de..sah lah"
bisik Jacob di Balik telinga nya, Erika lagi-lagi merona, kata sayang terlalu terdengar indah di balik telinga nya. lantas dengan lembut jacob menyapu telinga erika, memainkan lidah nya disana dengan begitu sempurna.
"Uncle...."
Erika lagi-lagi men..de..sah lembut.
"Itu terdengar begitu manis"
Bisik jacob lembut.
Laki-laki itu terus menyesap tulang Atlas (leher atas) Erika dengan begitu lembut sembari tangan nya mulai melepaskan pakaian Erika satu persatu secara sempurna hingga meninggal kan ********** yang berwarna hitam mendominasi.
Dengan gerakan lembut tangan Jacob membuka kancing dalaman atas milik Erika dari arah belakang hingga akhirnya terlepas sempurna, menampilkan dua tonjolan yang berukuran begitu sempurna, padat dan berisi.
Secara perlahan tangan jacob Menyentuh da..da itu, meraupnya begitu lembut dan penuh cinta. Seketika membuat Erika merasa aliran listrik menyentak hingga ke ubun-ubun nya, apalagi saat jemari Jacob Menyentuh ujung nya, seketika Erika meremang hingga mengeluarkan de..sa..Han menggila. Bahkan saat tiba-tiba kepala Jacob turun ke sana, menyapu da..da nya dengan gerakan lembut bahkan menyesap nya dengan sempurna seperti anak bayi yang mendapat kan pelepasan nya, Seketika Erika kembali me..le..guh dan menjerit kecil.
"Uncle..aku"
Jacob menarik ujung bibirnya, merasa puas mampu membuat gadis itu menyebutkan nama ya dengan cara yang begitu indah, terdengar manis hingga semakin memicu adrenalin nya untuk terus bermain.
Erika menyentuh kepala laki-laki itu, meremas rambut Jacob dengan erat.
Sembari menyapu dan menyesap da..da Erika, kali ini tangan kiri Jacob turun dengan perlahan ke bawah sana, menyentuh lembut mulai dari perut, pusat, turun hingga ke paha Erika, mengelus nya dengan gerakan lembut guna merangsang di bawah sana agar bergerak menggeser posisinya.
Erika yang tadi nya sempat menutup rapat-rapat kakinya seketika bergerak dan membuka gerakan hingga akhirnya jemari Jacob bermain di luar kain tipis yang menutupi di bawah sana, sepersekian detik kemudian penutup di bawah sana entah menghilang kemana lantas terasa satu jemari Jacob telah masuk perlahan dengan sempurna hingga membuat otak Erika tiba-tiba mendapatkan aksi potensial yang meningkatkan rangsangan.
Saat jemari itu bergerak dengan lembut, bergerak keluar masuk begitu saja, seketika membuat Pembuluh darah nya tahu-tahu mengembang dan mengalir ke arah Bawah sana.
Erika merasakan ada jutaan kupu-kupu seolah-olah menggelitik dirinya, begitu menyenangkan dan membuat dirinya terhanyut sempurna.
Gerakan itu semakin mendominasi hingga acapkali membuat Erika menyebutkan nama Jacob berkali-kali, mengeluarkan suara-suara memalukan yang memenuhi seluruh ruangan itu saat ini.
"Jacob oh no...."
Gadis itu me..de..sah tidak karuanan, otak nya Seketika benar-benar buntu dan menggila, tapi jacob lagi-lagi dengan cepat menautkan bibir mereka, me..lu..mat nya dengan gerakan lebih cepat dari di awal tadi, mendominasi.
Tapi saat gerakan dibawah sana yang semakin menggila, tiba-tiba rasa perih mulai menghantam.
"Perih?"
Jacob melepaskan tautan bibir mereka, menatap bola mata Erika dengan begitu dalam.
Gadis itu mengangguk pelan.
"Maafkan aku, aku akan bergerak lebih halus"
ucap Jacob sambil mencium lembut kening Erika.
Kemudian tahu-tahu bi..bir Jacob sudah berpindah kebawah sana, memainkan lidah nya dengan sempurna hingga rasa perih tadi lagi-lagi berubah menjadi rasa nikmat tiada Tara.
Bahkan ketika laki-laki itu menyesap nya dengan sempurna Erika terus mengeluarkan suara-suara memalukan milik nya dengan sedikit getaran memenuhi seisi ruangan kamar tersebut.
"Ahh"
Gerakan Jacob dibawah sana semakin menggila dan seketika membuat Erika merasa sesuatu akan tumpah saat ini juga.
"Akhh jacob..aku.."
Dia berusaha menarik ujung kasur kiri dan kanannya dengan erat karena merasa sesuatu akan tumpah di bawah sana.
"Keluarkan lah"
ucap Jacob pelan lantas terus memainkan li..dah nya di bawah sana.
"Ahhh.."
Erika me..lenguh untuk beberapa waktu dan benar saja sesuatu benar-benar menyembur dengan sempurna.
Lalu tiba-tiba Jacob sudah berada tepat di atasnya, membuang handuk yang melilit di pinggang laki-laki itu tadi dan kini menampilkan benda besar berurat yang membuat Erika bergidik ngeri.
Laki-laki itu menaikkan ujung bibirnya, cukup tahu gadis itu takut melihat benda milik nya.
Secepat kilat laki-laki itu kembali mendarat kan ciuman lembut nya ke Bi..bir Erika, mencium lembut puncak kepalanya.
"Siap?"
tanya laki-laki itu lembut, menelisik bola mata gadis itu begitu dalam.
Erika dengan wajah takut dan sayu nya mengangguk pelan, pelepasan tadi seolah-olah menguras semua tenaga nya saat ini,dia benar-benar tidak berdaya.
"Ini akan sakit awalnya, tapi aku akan coba bergerak selembut mungkin hmm"
Erika kembali mengangguk.
Seketika Jacob mencium kedua bola matanya, dengan lembut kakinya membuka ke dua kaki Erika Secara perlahan.
Erika dapat merasakan sesuatu yang keras bergerak lembut di bawah sana, menggesek-gesek dengan perlahan ke bagian bawah nya, lantas terasa gerakan lembut itu menuntun sempurna, mulai mencoba menyeruak masuk secara perlahan.
"Oh no..."
Gadis itu memekik pelan, rasanya begitu sakit dan perih, dia memejamkan bola matanya secepat mungkin.
"Come, tatap mata ku"
Jacob bicara sambil menyentuh wajah Erika.
Dengan cepat Erika menatap wajah Jacob.
Dia menatap Wajah tampan mendominasi itu bahkan bisa membuat perempuan manapun pasti tergila-gila pada laki-laki tersebut, meskipun sudah tidak muda lagi, laki-laki itu bahkan benar-benar hebat dalam banyak hal, tidak Heran Mommy nya bisa tergila-gila pada laki-laki itu.
Fikir Erika.
"Aku akan masuk perlahan hmm"
ucap Jacob begitu lembut, tangannya membenahi beberapa lembar rambut Erika yang menutupi wajah cantik nya itu, lantas tangan Jacob meminta tangan Erika agar memeluk pinggangnya.
Laki-laki itu tahu, saat gadis itu merasakan kesakitan dalam penyatuan mereka nanti, gadis itu bisa membenamkan kuku-kuku indah nya ke punggung nya.
Laki-laki itu kembali menautkan bibir mereka dengan lembut, membawa Erika kembali mendayung ke cak..rawala, kembali membuat gadis itu terlena dengan lu..matan dan be..litan Li..dah nya hingga tiba-tiba di bawah sana bergerak cepat memaksa untuk masuk.
"Akhhh"
Bola mata Erika seketika membulat sempurna, dia berteriak histeris, melepaskan pangutan bibir mereka karena rasa sakit dibawah sana sungguh luar biasa.
"Uncle ini menyakitkan"
Seketika air mata nya tumpah.
"Mau berhenti?"
Mendapatkan pertanyaan itu seketika Erika tampak diam, dia menggigit bibir bawahnya, dia fikir bagaimana mungkin dia menolak nya, bahkan laki-laki itu memperlakukan dirinya dengan begitu lembut dan tidak memaksa, sepersekian detik kemudian dia menggeleng pelan.
dengan gerakan lembut Jacob kembali bergerak masuk secara berlahan, kali ini Jacob mencoba menghentakkan nya dengan sekali gerakan dan
"Akhhh'
Erika kembali berteriak histeris, rasa perih, sakit dan entah apalagi mendominasi, kuku-kuku gadis itu Seketika menancap sempurnah di punggung Jacob, dia sempat menggigit pelan bahu laki-laki itu dan mencoba untuk menahan perih luar biasa dibawah sana.
Belum terbenam sempurna, tapi Erika sudah mengeluarkan air matanya, meringis di balik telinga Jacob untuk beberapa waktu, laki-laki itu fikir ingin berhenti saja tapi dibawah sana sama sekali tidak bisa di jinakkan untuk saat ini.
Jacob mencium lembut kening Erika, menatap bola mata yang dipenuhi genangan air tersebut.
"Mau berhenti?"
Laki-laki itu jelas sama sekali tidak bergerak dari posisi nya.
Erika mencoba menarik pelan nafasnya, dia mencoba menetralisir rasa di bawah sana, begitu penuh, sesak, sakit, perih bercampur aduk menjadi satu, Tapi wajah khawatir Jacob jelas mengalahkan Semua rasa di bawah sana, Erika berusaha menyentuh wajah itu, dia tahu mungkin Jacob sama tersiksa nya seperti dia.
"Aku baik-baik saja"
Ucap Erika pelan.
Jacob tampak diam sejenak.
"Sekali lagi mungkin benar-benar akan menyiksa,bagi lah rasa sakit mu pada ku"
Ucap jacob lembut.
Erika mengangguk pelan.
Kemudian tiba-tiba Jacob kembali menyentak kan dirinya dibawah sana.
"Akhhh"
Jeritan Erika lagi-lagi terdengar histeris, jacob tahu saat ini dibawah sana telah masuk dengan sempurna, terasa sesuatu yang hangat mengalir dibawah sana, seketika dia menarik ujung bibirnya, gadis ini memang belum pernah terjamah sebelumnya.
Jacob mencium kedua belah mata Erika sejenak, menghapus pelan air mata itu, dia memilih tidak bergerak, membiarkan Erika terbiasanya dulu dengan milik nya untuk beberapa waktu hingga akhirnya Jacob mulai bergerak secara perlahan.
Awalnya memang begitu menyiksa bagi Erika, sangat pedih, perih dan sakit yang mendominasi di bawah sana, tapi perlakuan Jacob yang begitu lembut mampu mengalahkan segalanya, dia masih terus menancapkan kuku-kuku dipunggung laki-laki tersebut hingga akhirnya laki-laki itu mulai bergerak sempurna.
Mereka mencoba menikmati penyatuan tersebut, sesekali saling menatap antara satu dengan yang lainnya.
Jacob Terus bergerak dengan begitu lembut, mencoba memberikan kenyamanan pada gadis yang telah sah menjadi istrinya tersebut
Jacob kembali menautkan bibir mereka, menciptakan hal baru untuk Erika secara sempurna.
Lucu nya erika berkali-kali mengeluarkan suara-suara yang di anggap nya memalukan, awalnya dia mencoba menahan suaranya tapi semakin tersiksa rasanya.
Jacob Terus memompa nya, membuat erika semakin kencang mengeluarkan Suara era..ngan..nya.
Bahkan Erika berulang kali men..de..sah bahkan bisa dia rasakan sensasi penuh gai..rah di bawah sana, laki-laki itu jelas begitu pandai membawa alur, menyeret Erika pada pusaran baru yang menghanyutkan, menerbangkan diri nya ke langit cak..rawala.
Cukup lama hingga akhirnya Erika merasa lagi-lagi sesuatu dibawah sana akan tumpah.
"Jacob..."
Suara de..Sahan dengan sedikit tersengal-sengal terdengar mendayu di balik telinga Jacob.
Seolah-olah tahu ini Waktunya pelepasan untuk Erika, dengan cepat Jacob berbisik.
"Tumpahkan lah"
Laki-laki itu membiarkan Erika memper erat pelukan nya di punggung nya.
Dan benar saja sesuatu Benar-benar tumpah di bawah sana, sepersekian detik kemudian tiba-tiba Erika merasakan sesuatu yang hangat menghantam dinding rahim nya.
Dan setelah itu Jacob langsung menjatuhkan tubuhnya di atas tubuh Erika.
"Terima kasih"
bisik Jacob Penuh kelembutan,secara perlahan laki-laki itu mencium kening Erika, mencium kedua kelopak matanya, mencium pipi kiri dan kanannya, mencium hidung mancung itu, mencium dagu nya terakhir kembali me..lum..at bibir indah itu untuk waktu yang begitu lama.
"I love you"
Bisik laki-laki itu lagi di balik telinga nya.