Suami Kejam Yang Terlahir Kembali "Balas Dendam Sang Suami"

Suami Kejam Yang Terlahir Kembali "Balas Dendam Sang Suami"
Dia tidak memiliki pilihan


Catatan \=


Pengumuman pemenang bagi-bagi hadiah cuma-cuma di channel YouTube besok yaaa makkkk.


Minggu 9 Januari 2022


Tadi ada yang sudah author balas komentar nya bagi yang dapat hadiah yaaa makkkk.


********


Bisa dibayangkan bagaimana ekspresi Daddy Hazel ketika melihat Denish dan Dilara ada dihadapan nya, duduk di balik ruangan kaca berdua sambil sesekali Denish mengajak Dilara bicara bahkan bercanda ria.


Kemarahan Laki-laki tua itu jelas begitu membuncah, bahkan dia ingin sekali membunuh laki-laki dihadapan nya itu yang dia anggap telah menukar dan menyembunyikan putri nya selama puluhan tahun ini.


Dia ingin sekali menghajar laki-laki dihadapan nya itu hingga babak belur, bahkan dia ingin sekali menyeret laki-laki itu agar menjauh dari kehidupan mereka.


Kehidupan nya, putri-putri nya dan bahkan kehidupan keluarga besar nya.


Kenyataan pahit setelah putri nya di culik, di sembunyikan dan kini malah di nikahi oleh Denish tanpa izin dari nya.


"Bajingan itu"


Daddy Hazel mengeram kesal penuh kemarahan.


"Dad"


Hazel berusaha menggenggam erat tangan Daddy nya.


"Kau ingin menghalangi Daddy?"


Tanya laki-laki paruh baya lebih itu.


"No...bukan begitu maksud ku"


Jawab Hazel dengan nada serendah mungkin.


"Lalu apa? melindungi dia? menerima seluruh perbuatan diri nya Mommy nya pada keluarga kita? kau ingat berapa umur kamu dan adik mu saat itu? bagaimana bisa manusia seperti mereka mengambil adik mu hanya karena sebuah dendam? apa dia gila? ini benar-benar gila"


"Perempuan itu, Mommy Denish...Beria...oh god dia teman baik aku dan Mommy mu.. bagaimana bisa dia merasa sakit hati dengan penolakan ku untuk bertanggung jawab dimasa lalu bisa-bisa nya dia ...... oh god"


Daddy Hazel jelas nyaris kehilangan kata-kata, dia fikir ini benar-benar gila dan diluar ekspektasi nya.


"Dad"


"Daddy tahu? bayangkan saat peristiwa itu, berapa usia Denish?"


Tanya Ozvit pelan, mencoba untuk duduk dihadapan daddy hazel, menatap bola mata laki-laki itu untuk beberapa waktu.


"Daddy tidak tahu, dia mungkin baru berusia belasan tahun, mungkin jika sekolah baru berada disekolah dasar"


Mendengar ucapan sang Daddy mertua nya, Ozvit Tampak mengangguk kan kepalanya.


"Bisa dibayangkan sejauh mana anak-anak seusia itu berfikir Dad? aku di usia itu masih suka bermain-main dengan teman-teman, menghabiskan waktu di tempat-tempat di mana anak seusia ku bermain"


Mendengar ucapan Ozvit seketika Laki-laki itu diam.


"Dia tidak punya pilihan lain, jangan salahkan Denish, dia hanya punya bibi Beria, tidak punya siapa-siapa, apa mungkin kala itu dia bisa memilih siapa yang harus dia ikuti?"


Tanya Ozvit pelan.


"Dia pernah berjuang mengeluarkan Dilara dari sana, yang terjadi kematian hampir mendekati nya, jangan memendam dendam pada dirinya yang tidak tahu apa-apa"


"Tapi dia tidak mengembalikan putri ku bukan? dia Bahkan tidak meminta izin dari ku untuk menikahi Dilara!."


Daddy Hazel bicara cepat, sedikit meninggikan nada suaranya.


"Dia hanya takut kehilangan Dilara, dia takut Daddy tidak merestui mereka atas dasar perlakuan Mommy nya, dia hanya merasa takut dengan kemungkinan-kemungkinan buruk dimana hubungan mereka tidak di Restui"


"Dia fikir jika dia menikahi Dilara lebih dulu, Daddy akan memikirkan kembali untuk memisahkan mereka berdua jika Daddy menemukan keberadaan mereka"


"Tapi tetap saja itu salah"


"I know Dad, tapi coba lihat kebahagiaan di bola mata dilara saat ini"


Ucap Ozvit lantas berbalik menatap ke arah dinding kaca di belakang nya, dia meminta Daddy Hazel melihat bagaimana ekspresi kedua orang itu saat ini.


Bisa dilihat kebahagiaan di wajah dan bola mata Gadis itu, dimana dia menatap Denish penuh dengan kebahagiaan dan cinta.


"Apa Daddy akan tega merebut kebahagiaan putri Daddy begitu saja?"


Tanya Ozvit pelan sambil menatap dalam wajah laki-laki itu yang tampak fokus memperhatikan Denish dan putri bungsu nya.