Suami Kejam Yang Terlahir Kembali "Balas Dendam Sang Suami"

Suami Kejam Yang Terlahir Kembali "Balas Dendam Sang Suami"
I love you


Mansion utama Ozvit Del Piero


23.20 PM


Ozvit tampak berdiri di atas teras atas mansion nya, bola matanya menatap ke arah Langit sejenak, fikiran nya saat ini berkelana kemana-mana.


Dia fikir apa yang terlewati?.


Sejenak Laki-laki itu memejamkan bola matanya, dia mencoba untuk mengingat-ingat soal dimasa lalu.


Seperti nya banyak hal yang dia lewati dimasa lalu bersama hazel tanpa dia sadari.


Ozvit Tampak mengembangkan senyuman nya untuk beberapa waktu, dia membalikkan tubuhnya lantas Laki-laki berjalan secara perlahan menuju kekamar nya, membuka pintu kamar mereka dengan gerakan hati-hati.


Dia Takut sang istri sudah terlelap lebih dulu dari dirinya, membuat kebisingan saat masuk ke kamar mereka akan mengganggu tidur lelap sang istri.


Tapi begitu pintu kamar nya terbuka, dia tidak mendapati Hazel di atas kasur nya.


Seketika ketakutan melanda Ozvit.


Kejadian hari itu dimana Hazel menghilang kembali menghantui dirinya, kekhawatiran tiba-tiba melanda hati nya.


No...!!


Ozvit berteriak kencang didalam hatinya.


Langkah kakinya jelas menjadi tidak terkendali, dia buru-buru mencoba mencari sosok sang istri di dalam kamar mandi.


Dan seketika bola matanya membulat saat dia melihat sosok cantik itu tengah berendam didalam bath tub kamar mandi.



Oh god.


Alhamdulillah.


Sebaris ucapan syukur memenuhi Palung hatinya.


Hazel tampak berendam Santai didalam sana, bisa dia lihat bola mata itu tertutup, memejam kan bola matanya untuk menikmati sebuah kenyamanan didalam bak mandi tersebut.


Hazel tidak sadar jika Ozvit telah berada di kamar mandi tersebut, laki-laki itu menutup pintu secara perlahan, berjalan mendekati sang istri untuk beberapa waktu.


Hingga akhirnya Sebuah senyuman tampak mengembang dibalik bibir laki-laki itu.


Ozvit melepaskan pakaian nya satu persatu, lantas dia ikut masuk kedalam bak tersebut dengan gerakan yang begitu lembut dan perlahan.


Merasakan ada pergerakan didepan nya, seketika Hazel membuka bola matanya.


"Habibi?"


Ucap hazel pelan ditengah keterkejutan nya.


"Katakan pada ku, kenapa mandi dan berendam di malam hari?"


Tanya Ozvit sambil melirik sejenak kearah langit yang terlihat dari sisi kiri dimana dia berdiri.


"Hanya ingin menghabiskan waktu untuk berendam"


Jawab Hazel pelan.


Bola mata perempuan itu menatap dalam wajah sang suami, tidak tahu kenapa tapi dia begitu menyukai wajah laki-laki dihadapan nya itu.


Hazel sekolah sedang mengenang kembali bagaimana cara mereka bertemu, hubungan dingin yang terjadi untuk beberapa waktu, perjodohan yang di atur oleh nenek Del Piero dan Daddy nya, penolakan Ozvit, lalu tiba-tiba setelah melewati malam Pertama Laki-laki itu berubah drastis.


Ozvit memperlakukan dirinya dengan begitu istimewa, bahkan Laki-laki itu menciptakan rumah baru yang di sebut syurga dalam hubungan mereka.


Seolah-olah dia sebuah kaca yang begitu takut dibuat pecah, seakan-akan dia sebutir berlian yang begitu berharga.


Bukan kah itu sebuah keberuntungan luar biasa?.


Kadangkala Dia takut apa yang dia dapatkan Selama ini hanya mimpi semu yang tidak mungkin bisa dia dapatkan ketika dia terbangun dari tidur panjangnya.


"Terpesona kah?"


Tiba-tiba kalimat godaan yang diluncurkan Ozvit mengejutkan pemikiran nya.


Laki-laki itu bertanya sambil kedua tangannya meraih kedua pipi Hazel.


"Bukankah seorang istri diperbolehkan terpesona pada pasangan nya sendiri?"


Tanya Hazel sambil menatap dalam bola mata Ozvit.


Dia memperhatikan manik mata itu dengan seksama untuk beberapa waktu.


"Tentu saja boleh, tapi tatapan itu membuat ku tergoda"


Hazel terkekeh pelan, dia fikir suami nya memang pandai menggoda.


"Kata-kata itu membuat diri ku tiba-tiba menaruh curiga"


Ucap Hazel sambil mengerutkan bibir dan hidung nya.


"Misalnya?"


Ozvit bertanya sambil semakin merapatkan tubuh mereka.


"Dia sedang menginginkan nya"


Tebak Hazel sambil memicingkan sebelah matanya saat tiba-tiba Ozvit mendekati bibir nya, mencium kelopak mata kirinya untuk beberapa waktu.


"I love you"


Bisik laki-laki itu lembut sambil terus menggenggam lembut wajah Hazel, menatap wajah cantik itu dengan jutaan perasaan berdebar-debar yang tidak bisa dia jabarkan dengan gamblang.


Mendengar kata cinta itu seketika membuat wajah perempuan itu memerah karena malu.


Bukan kah dia terlalu romantis?.


Laki-laki itu selalu mampu membuat dirinya berdebar-debar tidak menentu.