
Bola mata Azlan tidak terlepas menatap gadis yang ada dihadapannya sejak tadi.
Entahlah rasanya ada sesuatu yang membuat detak jantung nya terus berdetak tidak beraturan ketika dia melihat sosok gadis dihadapannya itu sejak tadi.
Usia gadis itu belum menginjak 17 tahun, persis seumuran adik nya Nazwa.
Gadis cantik yang tidak banyak bicara, terlihat begitu konsentrasi memainkan pedang anggar nya.
21 tahun dia hidup, Dia tidak pernah tertarik pada sosok gadis manapun di dunia ini.
Bagi nya seorang gadis akan menyulitkan dirinya, mereka persis seperti lem yang sekalinya menempel akan sulit untuk lepas dari dirinya dan Azlan tidak menyukai itu.
"Sekarang giliran mu dan gadis itu"
Satu suara mengejutkan diri nya.
Sejenak Azlan menaikkan ujung bibirnya saat dia tahu lawan main nya adalah gadis itu.
Dia bergerak maju ke tengah-tengah arena, menatap gadis itu dengan tatapan datar seperti biasanya, menunggu gadis itu maju dan mengacung kan pedang nya.
Awalnya gadis itu bergerak menyerang lebih dulu, Azlan membiarkan gadis itu menguasai dirinya, menyerang berkali-kali dan dia pura-pura mengalah.
Laki-laki itu sengaja melakukan nya, membuat gadis itu kehilangan tenaganya lebih dulu dan dia sengaja mengulur waktu agar gadis itu semakin lama berada dihadapannya.
Hingga akhirnya setelah lama bermain-main, Azlan mulai melakukan perlawanan.
Saat gadis itu mengacungkan senjata nya ke arah pipi kirinya, secepat kilat Azlan menyerang lengan nya.
Gadis itu spontan terkejut.
Kemudian gadis itu bergerak menyerang beberapa kali dan nyaris mengenai kepalanya, Azlan bergerak menyerang tanpa sengaja ke arah Dada gadis itu.
Oh shi..t.
"Ups..."
Dia cukup terkejut dengan gerakan refleks nya.
Gadis itu jelas melotot.
"Hahh?"
Gadis itu menatap tidak percaya ke arah dada nya.
"Apa laki-laki itu sedang melakukan hal mesum yang hakiki?"
Dia mendengus tidak percaya.
Dengan perasaan kesal dia berusaha terus menyerang Azlan, atas, bawah, kepala, kaki, lengan dan entah mana lagi, tapi semua serangan nya jelas gagal.
Apa-apaan ini?!
Gadis itu merasa kesal, mencoba membuat satu serangan lagi namun tiba-tiba laki-laki itu menyerang balik dan...
Ssratttttt
Gadis itu terkejut, dia nyaris terjatuh tapi Azlan langsung memeluk erat tubuh nya dan satu tangan Azlan menyentuh Dadanya.
Hah....kau.....
Dia jelas marah, mencoba kembali berbalik dan menyerang tapi Lagi-lagi tindakan laki-laki itu berada di luar pemikiran nya.
Laki-laki itu mengarahkan pedang nya ke dagu nya.
Dia....apa dia sedang mempermainkan aku?!.
Geram gadis itu.
Lagi...dia mencoba menyerang berkali-kali hingga laki-laki itu mundur beberapa langkah, tapi tanpa diduga laki-laki itu meng khayangkan tubuhnya ke belakang dan kebawah, membuat gadis itu terkejut dan refleks tidak bisa menghentikan gerakan nya, dia seketika kehilangan keseimbangan dan...
No....
Gadis itu memejamkan bola matanya saat laki-laki itu dengan cepat menjatuhkan dirinya sendiri ke lantai dan gadis itu ikut terjatuh menimpa laki-laki itu.
Gadis itu jatuh menimpa tubuh laki-laki itu dan memeluk nya begitu saja.
Cukup lama dia memejamkan bola matanya, hingga akhirnya dia tersadar tubuhnya benar-benar berada tepat di atas tubuh laki-laki itu, dia merasa menekan sesuatu yang aneh dibawah sana.
"Aku fikir kamu cukup menikmati posisi kita saat ini"
Azlan bicara sambil menaikkan ujung bibirnya.
Mendengar ucapan laki-laki itu seketika membuat gadis itu tersadar, dia mencoba bangun dan Berteriak kesal.
"Yakkkkkk".
Kemarahan dan rasa malu seketika bercampur menjadi satu.
Dan alih-alih gadis itu bisa melanjutkan marah nya, seketika terdengar sorak Surai serta siulan dari semua orang.
"Yeaaaaaaaa"
"Suiitttttttttt"
"Wwoooaaaaa"
Seketika wajah gadis itu memerah.
"Kau...kau..."
Dia bangun dengan cepat dari posisi nya, dengan perasaan kesal gadis itu melepaskan mask fencing (Topeng anggar) milik nya.
Bisa Azlan lihat wajah cantik dengan rambut indah terurai itu terlihat menatap nya dengan penuh kemarahan.
"Yakkkk apa kamu sedang mempermainkan diriku?"
Gadis itu mengoceh dengan penuh kekesalan, alih-alih menjawab, Azlan lebih suka menikmati ekspresi wajah cantik itu ketika marah dan mengamuk.
"Nadine... semua orang memperhatikan kalian"
Seseorang datang mendekati gadis itu.
"Kau lihat? aku merasa di kerjai oleh nya"
"Itu kakak senior kita"
"Aku tidak peduli"
"Nadine..."
"Ishhhh"
Gadis itu terus menatap kesal ke arah Azlan, kemudian kedua jari telunjuk dan jari tengah nya mengarah ke arah kedua matanya lantas di arahkan nya ke arah Azlan.
Dia menampilkan ekspresi kesal bercampur malu di balik wajah nya, sepersekian detik kemudian gadis itu dan teman nya langsung beranjak pergi dari sana.
Azlan terlihat mengulum senyuman nya, laki-laki itu berbalik saat dua orang teman nya mendekati dirinya.
"Kamu tidak biasanya mengerjai junior"
Seseorang bicara sambil menunggu Azlan membuka mask fencing milik nya.
Alih-alih menjawab, Azlan berkata.
"Tidak ada yang boleh mengganggu nya, jika tidak aku akan membuat perhitungan dengan siapapun yang berani menyentuh gadis itu"
Setelah berkata begitu dia menyerah kan mask fencing nya pada laki-laki disisi kirinya itu lantas beranjak pergi dari hadapan kedua orang itu.
"Ya?"
"Ya?"
Kedua orang itu jelas bertanya bingung ke arah Azlan, menatap punggung putra laki-laki paling berpengaruh di dataran Eropa itu.
*******
Catatan \= InsyaAllah akan ada season Azlan dan Nadine yah kk tapi step by step sebab Mak author masih harus update novel lain dulu yah Mak❤️❤️💋💋
Untuk lihat cuplikan perihal pertemuan Nadine dan Azlan ke novel GAIRAH CINTA BODYGUARD PUTRI PENGUASA