
Del Piero company
08.10 Am
Denish mencoba mengejar langkah Anushka, tidak tahu kenapa tapi menurut Denish, Anushka sudah berapa hari ini terus mencoba untuk menghindarinya.
"sayang ada apa dengan dirimu? berhentilah sejenak ada yang harus kita bicarakan"
Ucap Denish sambil berusaha menarik lengan Anushka.
Api kemarahan di mata Anushka masih membara, perempuan itu ingin cepat berusaha untuk memberontak dia mencoba lepas dari genggaman Denish.
"lepaskanlah aku tidak ada yang harus kita bicarakan kau membuatku marah dengan kejadian di Jepang"
Ucap Anushka sambil berusaha melepaskan lengannya.
"aku tidak melakukannya, apakah kamu berfikir aku yang telah menjebak mu?"
Tanya Denis pada Anushka.
"Lalu siapa lagi? bukankah yang membuat rencana awal adalah kamu apa mungkin ada orang lain yang bisa baca rencanamu dan menjebakmu?"
tanya Anushka sambil berusaha menahan suaranya.
"Berhentilah membohongi aku, seolah-olah aku tidak tahu siapa kamu Denis"
Ucap Anushka sambil menekan dada dannis dengan perasaan kesal, bola mata nya Tampak berkaca-kaca.
"Kita saling mengenal hingga puluhan tahun, kamu berpikir aku tidak tahu bagaimana jalan pikiranmu? jika kau ingin mendapatkan sesuatu bisa bertindak di luar akal sehatmu, tidak ada yang bisa mengubah pendirian mu"
Seketika air mata Anushka tumpah.
"Akulah yang terlalu bodoh karena jatuh cinta padamu, seharusnya aku sadar sejak awal tidak ada cinta sedikitpun di hatimu untukku, aku benar-benar bodoh"
Perempuan itu berkata sambil terisak, bola mata yang menatap Denish dengan ribuan kekecewaan.
"Sayang..."
Melihat kemarahan dan kekecewaan Denish berusaha meraih wajah perempuan itu.
"Sekarang aku sudah hancur, Denish.. aku hancur, bahkan perasaan ku pada mu juga ikut hancur. kau tahu ada ribuan mimpi yang aku susun untuk dirimu, untuk masa depan kita, bahkan aku berkhayal kita memiliki rumah sederhana dimana isinya ada cinta, ada aku, kamu dan anak-anak"
"Tapi sekarang semuanya tinggal mimpi tidak ada lagi yang bisa aku pertahankan bersama kamu, kejadian di Jepang cukup membuatku berfikir jika cinta kita sebenarnya berbeda"
"Kamu hanya tergila-gila dengan ambisi mu dan aku begitu bodohnya jatuh cinta padamu selama bertahun-tahun, seharusnya aku sadar sejak awal jika kamu mencintaiku kamu tidak tidak mungkin akan melukai ku"
"No.... sayang berhenti berfikiran seperti itu"
Ucap Denish pada perempuan itu.
Alih-alih peduli ucapan Denish, Anushka dengan cepat menepis lengan Denish.
"Berhenti lah terus mengejar ku, aku benar-benar butuh waktu untuk sendiri, jadi berhentilah melakukan ini semua, mari memberi jeda pada diri kita masing-masing untuk berfikir"
Setelah berkata begitu Anushka berusaha untuk mundur dan menjauhi Denish.
Tapi laki-laki itu terus berusaha menahan tubuh Anushka ke belakang dinding.
"Denish..."
"Jangan lakukan itu, kau tidak bisa mengabaikan ku"
Ucap Denish cepat.
Posisi mereka sangat tidak menguntungkan Anushka Fikir jika orang-orang melihat mereka, maka orang-orang akan berpikir jika mereka melakukan hal yang tidak baik.
"Denish lepaskan aku"
Anushka berusaha untuk memberontak, namun Denish sama sekali tidak mau melepaskan diri nya.
Tiba-tiba laki-laki itu malah menahan kembali ke dua belah pipi Anushka dan dia berusaha untuk mencium nya.
"Denish... hmpppp le..p"
Anushka berusaha mendorong tubuh Denish sekuat tenaga nya
Tidak...!!
Anushka berteriak dalam hati.
Dia Fikir meskipun dia bukan orang baik, tapi otak waras nya sedang berfungsi dengan baik.
meskipun dia mencintai Denish tapi dia jelas tidak bisa membagi dirinya saat ini, dia tidak ingin sedikit saja anggota tubuh nya di Sentuh oleh dua laki-laki.
Apa kata mereka jika dia melakukan nya.
Apalagi Anushka jelas merasa kecewa pada Denish soal banyak hal, itu semakin membuat Anushka tidak Sudi Denish menyentuh diri nya.