Suami Kejam Yang Terlahir Kembali "Balas Dendam Sang Suami"

Suami Kejam Yang Terlahir Kembali "Balas Dendam Sang Suami"
Dunia lain didalam nya


Mereka jelas terkejut saat melihat pemandangan luar biasa yang ada di hadapan mereka saat ini.


Perempuan tadi berjalan melangkah kedepan mendahului mereka, menapakkan heels nya dengan gaya yang begitu santai, mendekati seseorang di depan sana.



Bisa Ozvit lihat seorang laki-laki Tampak berdiri membelakangi mereka, menatap lurus kedepan dimana terdapat lautan Manusia yang tengah bertaruh di meja judi yang bersusun rapi secara teratur.



Itu adalah sebuah Casino kelas kakap yang di huni ratusan manusia dari berbagai kalangan mafia, crazy Rich, para pemimpin pemerintahan serta beberapa orang berpengaruh di daratan Eropa.



Semua orang terlihat bermain kartu, poker, blackjack, roulette, baccarat, fan tan, dan 180 mesin jackpot dan permainan judi lainnya di Setiap meja mereka masing-masing sambil menikmati rokok atau cerutu di temani berbagai macam minuman dengan berbagai label dari yang paling ringan rasanya hingga ke yang paling berat kandungan alkohol nya


Di setiap meja terlihat Ada laki-laki ada pula perempuan nya.


Bisa mereka dengar Sorak Surai tawa bahagia dibalik wajah para pemenang di tiap meja, ada pula kemarahan dan umpatan yang terdengar saat orang-orang kalah dalam permainan mereka.


Beberapa perempuan muda berusia 18 tahun hingga 30 tahunan terlihat menemani para laki-laki yang bermain dengan permainan mereka.


Bahkan ada yang sibuk bermain bersama para laki-laki dan mencoba keberuntungan mereka di atas meja judi.


Kepulan asap rokok jelas memenuhi seluruh ruangan tersebut, tidak hanya laki-laki tapi juga perempuan terlihat menghisap rokok di bibir mereka masing-masing dengan penuh kenikmatan.


Suara-suara mesin terdengar berputar memekakkan telinga.



Bahkan berbagai macam ras orang-orang terlihat berkumpul disana, bermain dengan keberuntungan untuk meraih kesenangan.


Orang-orang berkulit putih, berkulit hitam, bermata sipit, bahkan bermata biru sibuk dengan urusan mereka masing-masing di meja judi.


Shi..t.


Umpat Ozvit.


Disisi lain ketika Bosan bermain judi, ada Xanadu. Panggung hiburan di tengah ruangan yang menampilkan sexy dancers, penari striptis atau musik-musik top dari berbagai generasi.



"Oh my god kita ada di dunia mana ini, breng..sek"


Umpat Denish sambil menggelengkan kepalanya.


"Yeah..Ini adalah tempat dimana orang-orang yang memiliki uang berlimpah menghambur-hambur kan kekayaan mereka"


Laki-laki yang berdiri membelakangi mereka seketika menoleh saat perempuan yang mendekati dirinya berbisik untuk beberapa waktu.


Terlihat laki-laki itu berbalik, mulai menatap Ozvit dan yang lainnya secara bergantian.



"Kalian sudah datang?"


Laki-laki itu bertanya sambil berjalan melangkah mendekati Ozvit.



Wajahnya masih sulit terlihat karena terpaan cahaya lampu, hanya siluat tubuh laki-laki itu yang terlihat oleh mereka.


Begitu langkah laki-laki itu semakin mendekati mereka, bisa mereka lihat wajah siapa yang ada di hadapannya itu.


Perempuan tadi tampak berjalan mengikuti langkah laki-laki kemudian perempuan itu berkata ke arah Ozvit.


"Kalian bisa mengikuti tuan Eliot menuju ke markas utama"


Setelah berkata begitu, laki-laki yang disebut nama nya eliot tersebut tampak bergerak berjalan ke arah sisi kanan nya.


Ozvit, Denish dan Jacob langsung mengikuti langkah laki-laki itu bersama perempuan yang ada disamping Laki-laki Tersebut.


Entah kemana laki-laki itu akan membawa mereka, tapi yang jelas mereka terus melangkah pergi menjauhi Casino tersebut dengan pasti.


Kemudian mereka tiba didepan satu ruangan lainnya, perempuan tadi terlihat mulai membuka pintu nya.


Begitu pintu terbuka bisa mereka lihat barisan botol minuman kelas dunia berjajar menyambut mereka.



Kemudian bola mata mereka bergeser pada satu sosok orang yang membalikkan tubuhnya sambil berkata.


"Wellcome to the black pearl and Cullen mafia, brothers"



Setelah berkata begitu laki-laki tersebut menaikkan gelas wine yang ada di tangan nya ke arah Ozvit, Jacob dan Denish.


Dibelakang sana terdapat sekumpulan orang-orang yang langsung menoleh ke arah mereka sambil ikut menaikkan gelas minuman mereka masing-masing.