Suami Kejam Yang Terlahir Kembali "Balas Dendam Sang Suami"

Suami Kejam Yang Terlahir Kembali "Balas Dendam Sang Suami"
Tidak ada mereka dimasa depan


Ditengah kegelapan malam dan hembusan angin malam yang membuat seluruh lapisan kulit dan tulang mulai mendingin, barisan demi barisan mobil terlihat mulai menembus jalanan.







Suara Auman dari tiap mesin memecah kesunyian malam, masing-masing pemilik tampak berkonsentrasi melajukan mobil mereka menuju ke arah di mana semua orang akan memulai aksi mereka.


Sang pasangan yang menjadi penumpang di Masing-masing mobil terlihat sibuk menaikkan senjata mereka satu persatu, bahkan wajah-wajah Tampan itu kini berubah menjadi begitu garang, siap menerkam siapapun bahkan siap melesat kan peluru didalam pistol mereka jika ada Yang berani menghalangi jalan mereka saat ini.


Ozvit tampak diam didalam mobil miliknya, bola mata nya terus fokus ke arah depan sambil tangan nya fokus pada stir mobil yang mendominasi berwarna hitam tersebut.


Satu kejutan yang terjadi sebelum pergi, seorang anggota baru bertambah, Edward junior black pearl bergabung bersama mereka tadi.


Laki-laki itu merupakan putra sah black pearl yang memilih menjadi seorang pengacara.


Dan Edward pearl Junior kini tengah duduk tepat disampingnya, Manarik salah satu senjata dan mulai mengokang nya.


"Oh god, berapa lama aku tidak berperang? ½ tahun membeku tanpa senjata membuat ku mulai menggila"


laki-laki itu bicara sambil menaikkan ujung bibirnya, dia mengunyah permen karet nya untuk beberapa waktu.


Ozvit hanya tersenyum sekilas menanggapi ucapan laki-laki itu.


"Berikan jarak tempuh nya"


Edward bicara cepat melalui headset bluetooth nya.


"Dalam radius 3 kilometer"


Suara seorang perempuan terdengar menjawab dari seberang sana.


Entah siapa yang menjawab Ozvit kurang paham, tapi dia baru tahu ada perempuan yang ikut dengan mereka.


"Oh baby, dimana kalian?"


Edward kembali bertanya.


"Bisakah tidak memanggil kami baby? itu terdengar menjijikkan"


Suara perempuan lain terdengar menyahut.


lagi-lagi Ozvit mengerutkan keningnya.


Perempuan lagi?.


Laki-laki itu buru-buru melirik ke arah Edward pearl Junior.


"Kau akan terkejut saat bertemu dengan mereka"


Edward pearl Junior mengedip sebelah matanya.


"Ed..."


Bisa Ozvit dengar itu adalah suara Arash.


"Oke...aku hanya bilang mereka akan terkejut, aku harap mereka tidak tergoda dengan mereka, meskipun berdada besar dan ber pantat aduhai, mereka jelas mematikan"


"Ed..."


Terdengar suara saling melapisi antara satu dengan yang lainnya memekakkan telinga Ozvit dari balik headset bluetooth nya, dia fikir ada beberapa perempuan yang Berteriak Barusan.


"Ohhh shi..t suara kalian memekakkan telinga ku"


Umpat Edward pearl Junior sambil melepaskan headset bluetooth nya, Laki-laki itu mengguncang-guncang kan telinga nya kemudian kembali memasang headset bluetooth tersebut kebalik telinga nya.


'Mereka 3 perempuan cantik yang mengerikan, gelombang 2 pilihan Black Damon, julukan mereka Demon Angel, bukan Charles Angel"


Setelah berkata begitu Edward pearl Junior kembali mengedip sebelah bola mata nya.


Ozvit tampak diam, kemudian tidak tahu kenapa terlintas di kepalanya untuk menanyakan soal keluarga Hillatop.


"Kalian mengenal begitu banyak orang dari berbagai kalangan"


"Yeah"


Edward menjawab cepat sambil mencoba membidik senjata apinya ke arah depan,. laki-laki itu menampilkan ekspresi seolah-olah siap menembak siapapun di hadapannya.


"Lalu apa ada yang mengenal keluarga Hillatop?"


Tanya laki-laki itu kemudian.


Edward sejenak menghentikan gerakan tangannya,dia menurunkan senjata nya.


"Orang yang cukup berkuasa?"


Edward malah balik bertanya.


"Ya?"


Ozvit ikut mengerut kan keningnya.


"Dia sangat berkuasa"


Jawab Ozvit cepat.


Bukannya menjawab lebih dulu, Edward malah terkekeh geli.


"Keluarga apa itu? Hillatop? aku baru mendengar nya brother, terdengar seperti permainan anak perempuan yang terbuat dari akar pohon, apa nama nya? hullahop?"


Edward terus bicara sambil menertawakan pertanyaan Ozvit.


Mendengar ucapan Edward seketika Ozvit membeku.


"Apa?"


"Kau tahu siapa yang paling berkuasa di dataran Eropa? Xavier... itu adalah ...."


kletakkkk


Edward bicara sambil mengacungkan pistol nya ke arah mobil berwarna biru didepan mereka.


"Tristan Xavier duaarrrrrr"


Laki-laki itu bicara sambil pura-pura menembakkan senjata nya ke arah mobil Tristan yang tidak lain adalah kakak ipar nya.


Beberapa orang dibalik Headset bluetooth nya ikut terkekeh, mereka fikir pertanyaan Ozvit Terdengar aneh.


"Apa ada sesuatu yang aneh pada kamu, Ozvit?"


Denish menyahut dari seberang sana.


"Siapa itu Hillatop? kamu sejak kemarin terlihat begitu aneh"


Lanjut Denish lagi.


Masih dengan jutaan kebingungan nya, Ozvit mencoba menetralisir detak jantung nya saat ini.


"Oh baby ada apa dengan teman baru kita? Hillatop? aku jadi ingat permen lollipop"


Suara perempuan diseberang sana terdengar terkekeh geli.


Jadi keluarga itu benar-benar tidak ada saat ini?!


Lalu Hillatop, ingatan macam apa yang ada di kepalanya?!.


Seharusnya keluarga itu yang paling berkuasa di antara Semua mafia, bahkan yang dia tahu Xavier jelas pernah menjadi salah satu pesaing Hillatop.


Lalu... tunggu dulu?!.


Ozvit fikir ingatan dia yang tengah kacau balau, dia yang mulai menggila atau mereka yang kehilangan ingatan mereka saat ini karena dia benar-benar masuk ke dimensi dunia yang berbeda.


Ada apa ini?!


Ozvit merasa kepalanya tiba-tiba menjadi sakit untuk beberapa waktu.


Seperti kata gadis muda itu semalam, artinya persis seperti ucapan nya.


Jika mereka gagal, jika Ozvit gagal, artinya tidak ada putra nya Aslan, tidak ada keluarga Hillatop di masa depan.