Suami Kejam Yang Terlahir Kembali "Balas Dendam Sang Suami"

Suami Kejam Yang Terlahir Kembali "Balas Dendam Sang Suami"
Bermanja dan bergurau bersama


Disisi lainnya


Rumah baru


Jacob dan Erika


Begitu mobil yang mengantar mereka masuk ke sebuah rumah hunian baru milik Jacob dan Erika, dua sosok Manusia tersebut langsung bergerak turun dari mobil kemudian masuk ke dalam rumah mereka.


Dengan wajah lelah Erika berjalan masuk ke dalam rumah mereka secara perlahan, dibelakang Jacob terlihat menarik tas koper milik mereka dengan gerakan cepat, kemudian membiarkan sang sopir segera pergi dari sana.


"Lelah?"


Tanya Jacob sambil mendekati Erika.


Laki-laki itu melepaskan tas koper di tangan nya setelah menutup pintu rumah, berjalan mendekati Erika lantas langsung meraih tubuh sang istri dengan cepat.


Erika spontan terkejut dengan gerakan Jacob yang tiba-tiba mengangkat tubuh nya ala bridal style, buru-buru perempuan itu melingkarkan tangannya ke leher laki-laki tersebut.


"Uncle?!"


Ucap nya pelan sambil mencoba berpegangan erat ke ke leher Jacob, dia cukup takut terjatuh.


Laki-laki itu tampak mengulumkan senyuman nya, berjalan perlahan menaiki anak tangga satu persatu, membawa sang istri menuju ke arah kamar mereka.


"Ingin membersihkan diri lebih dahulu atau langsung memilih beristirahat?"


Tanya Jacob kemudian.


Laki-laki itu mulai mendekati salah satu pintu, dimana pintu tersebut merupakan kamar milik mereka, secara perlahan dia membuka pintu kamar tersebut, memastikan gerakan nya tidak mengenai kepala Erika ke arah pintu tersebut.


Kletakkkk


Setelah memastikan kunci pintu Tersebut terbuka, secara perlahan jacob membuka pintu pintu kamar itu, terus melangkah menggendong Erika menuju ke arah kasur mendominasi berwarna putih dihadapan mereka itu.


Kemudian Jacob mulai meletakkan tubuh perempuan itu secara perlahan ke atas kasur mereka.


"Aku fikir lebih baik memilih membersihkan diri"


Jawab Erika pelan setelah cukup lama Jacob mengajukan pertanyaan nya tadi.


"Akan aku siapkan air hangat nya"


Laki-laki itu tersenyum kecil, kemudian dengan gerakan pelan mencoba beranjak dari hadapan Erika.


Tapi Perempuan itu secepat kilat menggenggam telapak tangan nya.


Jacob pada akhirnya mengurungkan niat langkah nya, memutar tubuhnya dan menoleh kembali ke arah Erika.


"Ada apa?"


Laki-laki itu bertanya sambil berusaha duduk di hadapan sang istri.


"Bukankah sebaiknya aku yang menyiapkan air hangat nya? aku merasa menjadi istri yang durhaka jika membiarkan uncle melakukan nya"


"Bukankah kita ini sepasang suami istri? terdengar aneh saat kamu memanggil ku dengan sebutan uncle, Erika"


Protes Jacob cepat.


"Jika didalam rumah itu mungkin tidak menjadi permasalahan, tapi di luar mereka akan berkata aku ini bukan suami kamu"


Dia pura-pura mengeluh, sedikit menekukkan wajahnya untuk beberapa waktu.


Melihat ekspresi Jacob seketika Erika tertawa kecil, dia menutup mulutnya dengan telapak tangan kanannya.


Bisa Jacob lihat betapa manis dan indah nya tawa perempuan itu, begitu lepas seperti tanpa beban.


"Sayang?"


Jacob meletakkan jari-jari tangan nya ke bibir perempuan itu, mencoba menutup mulut Erika dengan gerakan lembut.


Erika terus tertawa, mencoba pura-pura menggigit jari-jari kokoh tersebut, tapi dengan gerakan cepat Jacob langsung menghindari jarinya dari gigitan Erika.


"Sayang..."


Jacob mencoba untuk meraih jari Erika, dia dengan repleks pura-pura ingin menggigit jari istri nya juga.


"Akhhhh noo...uncle..."


Erika terkekeh, berusaha untuk menghindar.


Suasana benar-benar terlihat begitu manis dan ceria di antara mereka, rasa kantuk dan lelah yang ada tadi seketika menghilang.


Jacob mencoba untuk meraih tubuh istri nya, membuat Erika jatuh ke atas kasur hingga menciptakan sesi romantis dan candaan yang melebur menjadi satu.


Cukup lama suasana bahagia itu mereka lalui, hingga akhirnya mereka saling memeluk erat antara satu dengan yang lainnya.


"Aku baru tahu jika laki-laki yang diam-diam aku kagumi sejak kecil ini punya sisi manja dan suka bercanda di balik sosok seram nya"


Ucap Erika sambil bersandar di dada bidang laki-laki tersebut, dia mengelus lembut dada sang suami untuk beberapa waktu.


"Bukankah bermanja-manja dan bergurau dengan istri akan menambah keharmonisan dalam rumah tangga?"


Ucap jacob sambil mengelus lembut tangan Erika.


Sejenak Erika mendongakkan kepalanya, bola mata mereka tampak beradu dengan sempurna.


"Kamu tahu sayang? Bercanda dan ber manja merupakan ajang saling membahagiakan pasangan. Tertawa bersama akan membuat suasana rumah Anda menjadi lebih hangat dan nyaman.


"Dari Zaid bin Tsabit, ia berkata tentang Rasulullah SAW : "Beliau orang yang suka bercanda dan bermanja dengan istrinya." (HR Bukhari)."


"Aisyah dan Saudah pernah saling melumuri muka dengan makanan. Dan Nabi SAW tertawa melihat tingkah keduanya. (HR Nasa'i)."


Papar Jacob sambil terus mengembang senyuman nya.