Suami Kejam Yang Terlahir Kembali "Balas Dendam Sang Suami"

Suami Kejam Yang Terlahir Kembali "Balas Dendam Sang Suami"
Dalam persiapan


Erika terlihat duduk didepan kaca besar yang berdiri kokoh dihadapan nya, beberapa perempuan terlihat sibuk dengan berbagai macam tugas mereka Sejak pagi.


Ada yang membenahi penampilan Erika, ada yang sibuk membenahi dandanan gadis cantik tersebut.


Bahkan beberapa orang lainnya terlihat hilir mudik di sana untuk beberapa waktu.


Hazel terlihat sibuk membantu memakaikan gaun untuk adiknya Dilara, bahkan dia membiarkan salah satu perempuan itu merias sang adik Sejak tadi.


Sesekali Perempuan itu melirik ke arah jam dinding, dia fikir waktu yang dimiliki jelas masih cukup banyak.


Sejenak Hazel mencoba membalas pesan dari balik handphone nya, terkadang perempuan itu menatap ke arah Erika dan Dilara Secara bergantian.


Lusiana terlihat memebawa sesuatu di tangan nya, menyeruak masuk kedalam kamar tersebut sambil berjalan ke arah tepian ranjang.


"Gaun nya sudah di siapkan?"


Tanya Hazel pelan pada sang adik ipar nya.


Lusiana mengangguk kan cepat kepalanya.


"Ada dua pilihan, Erika bisa memilih mana yang paling dia sukai"


Lusiana bicara sambil melirik ke arah Erika, bisa dia lihat salah satu perempuan itu tengah memakai kan Peticoat di tubuh gadis cantik tersebut.


"Biarkan salah satu dari mereka membentang nya agar Erika melihat nya"


Ucap Hazel cepat sambil meminta salah satu perempuan yang ada di sana untuk membentang gaun indah yang dibawa oleh Lusiana tadi.


Buru-buru salah satu perempuan itu mendekati kasur mendominasi berwarna putih tersebut, meraih sebuah gaun lalu membentang nya.


Satu perempuan lainnya ikut meraih sisa gaun nya dan ikut membentang nya juga.


"Yang ini atau yang ini"


Salah satu perempuan itu memamerkan gaun indah di tangan mereka.


Erika Sejenak menatap ke arah gaun tersebut, bola mata nya memandang satu persatu gaun tersebut dengan seksama untuk beberapa waktu.


"Sebelah kanan"


Ucap Erika cepat sambil bola matanya tidak lepas dari gaun tersebut.


"Pilihan luar biasa, dia memang cocok untuk anda Nona"


Tidak lama kemudian perempuan yang menampakkan gaun tersebut tadi langsung bergerak mendekati Erika dan sang penata rias.


"Kita langsung menggunakan nya Miss"


Ucap perempuan itu pelan.


"Kalian bisa meng eksekusi nya"


Dalam hitungan detik para perempuan itu langsung membantu Erika menggunakan gaun tersebut secara perlahan.


Memakaikan nya dengan begitu hati-hati hingga gaun tersebut telah melekat di tubuh Erika.


Mereka merapikan nya, menaikkan resleting nya secara perlahan kemudian salah satu perempuan tersebut meraih sepasang sepatu indah dan membawa nya menuju kearah Erika.


Gadis itu secara perlahan mulai menggunakan nya, membiarkan sepatu indah tersebut masuk memenuhi kaki nya.


"Sempurna"


Puji Hazel kemudian.


Seulas senyum mengembang indah di balik Wajah Erika.


"Sepersekian detik kemudian tiba-tiba sebuah ketukan Terdengar dibalik pintu kamar tersebut, Dilara buru-buru mendekati pintu, mencoba membuka daun pintu secara perlahan.


Didepan sana terlihat jacob telah menggunakan pakaian rapinya, sebuah jas indah melekat di tubuh laki-laki itu, tampilan maskulin dan penuh kharismatik terlihat menyempurnakan penampilan laki-laki tersebut.


"Semua sudah siap?"


Tanya jacob ke arah Dilara, Laki-laki itu belum menyadari sosok Erika yang ada di balik daun pintu lain nya.


"Sudah siap seperti yang kamu harapkan"


Jawab Hazel sambil mengembangkan senyuman nya.


Setelah berkata begitu, tiba-tiba sosok Erika keluar dari tempat nya.


Seketika Jacob menatap gadis itu untuk waktu yang cukup lama.


"Sempurna"


Ucap Jacob sambil menatap takjub dengan keindahan yang ada dihadapan nya itu.