Suami Kejam Yang Terlahir Kembali "Balas Dendam Sang Suami"

Suami Kejam Yang Terlahir Kembali "Balas Dendam Sang Suami"
Dia juga ikut mengulang waktu


Ayah mertua?.


Siapa tidak terkejut saat Gadis muda hampir seusia istri nya memanggil dirinya ayah mertua ke arah dirinya.


Apa tidak salah?!.


Bahkan dia saja belum menjadi seorang ayah, Hazel baru di katakan hamil kemarin, bagaimana cara nya dia memiliki menantu saat ini?!.


"Apa kau sedang bercanda?"


Tanya Ozvit sambil terus mengerutkan keningnya.


"Tidak, kita hanya bertemu didalam keadaan yang salah, aku sedang membantu ayah memperbaiki masa lalu menggunakan masa depan"


Ucap gadis itu cepat.


"Apa?"


"Aku tidak bilang semua akan berjalan sesuai rencana, tidak kah Ayah merasa aneh dengan sikap Mommy hazel?"


Lagi-lagi Ozvit terkejut mendengar ucapan gadis itu.


"Malam tragedi dimasa lalu Mommy hazel sedang membawa Aslan ku, dia hamil untuk ke dua kali nya, tidak kah ayah menyadari nya?"


Tunggu...?!.


Malam tragedi? Hamil? Aslan? siapa?.


Seketika kepala Ozvit rasanya mau pecah saat mendengar ucapan gadis dihadapannya itu.


Dia tidak bisa menyusun benang puzzle atas semua ucapan Gadis itu.


Tapi setidaknya ada satu hal yang membuat nya terkejut, istri nya juga mengalami hal yang sama, mengulang waktu bersama nya.


Seketika jantung Ozvit bergemuruh hebat saat ini, di mencoba mengingat-ingat apa yang telah dia lewatkan soal Hazel.


"Apa ini?"


"Anggaplah aku sial semalam, kau tidak perlu bersusah payah untuk bertanggung jawab"


Maafkan aku nek, aku menolak perjodohan nya"


Kala di kembali ke masa lalu di hari pertama, Hazel sudah mengubah seluruh naskah kisah mereka.


Seharusnya dia menyadari soal itu sejak awal.


"Apa kamu juga sedang berusaha mengubah naskah kisah kita setelah 3 tahun berlalu?"


Ketika dia menanyakan soal itu pada hazel, bisa dia lihat ekspresi aneh wajah Hazel yang aneh saat itu.


Kala itu dia ingin sekali bertanya apa hazel juga ikut kembali ke masa lalu, tapi lidah Ozvit seolah-olah ditahan oleh seseorang, tidak bisa bergerak dan membeku seketika.


"Kau ini terkena demam atau sudah mulai menjadi gila?"


Hazel bertanya sambil menginjak kencang kaki nya.


"Oh shi..t"


Ozvit mengumpat, spontan dia melepaskan pelukannya dari pinggang hazel.


"Awhhh sayang ini menyakitkan"


Kata-kata itu terlepas begitu saja dari bibir Ozvit, Seolah-olah dia lupa betapa dulu dia membenci hazel, sekarang seolah-olah betapa dia menginginkan perempuan dihadapan nya itu.


"Ozvit aku Fikir ada yang salah dengan isi kepala mu, kamu bilang begitu membenci ku dan jijik untuk menikah dengan ku, bahkan kemarin kamu menghina ku, tadi kamu bilang ayo menikah, sekarang kamu bilang SAYANG? ada apa dengan mu? kau pasti sudah gila"


Dulu perempuan itu begitu penurut, cengeng dan lemah, tapi hari itu kenapa karakter nya berganti Secara tiba-tiba.


Begitu tenang, bermulut pedas, cekatan serta penuh kewaspadaan misal nya saat menghadapi Anushka.


Seharusnya dia menyadari semua soal itu.


jangan-jangan kejadian di gudang tua, bagaimana hazel kehilangan kembali anak mereka, informasi yang didapat nya soal Denish dan dilara, soal masa lalu Anushka....


Jangan-jangan?!.


Hazel ikut andil membantu nya dari belakang secara diam-diam.


Lalu bagaimana bisa dia tidak menyadari nya selama ini?.


"Mommy saat ini bergerak lebih dulu untuk mengubah keadaan, Aslan ku ada bersama nya, jika Ayah mertua terlambat membantu nya, maka kelahiran Ku akan musnah dan Aslan ku akan ikut menghilang bersama kegelapan malam, semua misi mengembalikan keadaan akan gagal"


Setelah berkata begitu gadis dihadapannya terlihat mundur kebelakang, bergerak perlahan mulai menjauhi Ozvit.


"Apa?"


Hazel ikut bergerak?!.


Ozvit jelas gelagapan.


"Tunggu.mmKau sebenarnya siapa?"


Ozvit terus mengacungkan senjata nya, dia bergidik ngeri mendengar ucapan gadis itu.


"Jika misi nya berhasil, dimasa depan carilah aku dikeluarga Hillatop, aku disana menunggu Aslan ku datang menggenggam erat tangan ku, ayah mertua"


"Ozvit ada apa?"


Sepersekian detik kemudian tiba-tiba suara seseorang mengejutkan dirinya, Ozvit buru-buru menoleh.


Itu adalah Tristan.


"Aku sedang bicara dengan seorang gadis muda, dia..."


Ozvit bicara lantas menoleh kedepannya, tapi sosok itu telah menghilang dari hadapan nya.


"Gadis muda?"


Tristan mengerutkan keningnya.


"Aku fikir tidak ada gadis muda yang mau masuk keruangan ini tanpa seizin dari kami"


Setelah berkata begitu, Tristan langsung membalikkan tubuhnya.


"Bersiap menuju ke Medan perang"


Lanjut laki-laki itu lagi.


Ozvit seketika menelan salivanya, di mencoba menatap punggung Tristan untuk beberapa waktu Kemudian dia menatap telapak tangan nya sendiri.


Srrtttttt


Srrtttttt


Ozvit seketika membulatkan bola matanya saat dia sadar telapak tangan nya mulai bisa menghilang secara perlahan kemudian kembali lagi dengan tiba-tiba.


Ada apa ini?!.


Laki-laki itu terlihat membeku untuk beberapa waktu.