
"Sayang....nak...bangun..."
Di Antara cahaya lampu yang menyilaukan mata, sayup-sayup terdengar suara seseorang yang mencoba memanggil dirinya, bisa dia rasakan tangan dingin yang menepuk-nepuk lembut wajah nya untuk beberapa waktu.
Di kejauhan bisa dia dengar suara sayup-sayup panggilan ibadah yang terus berkumandang, terus mengajak para umat lain nya yang masih terlelap agar menunaikan kewajiban mereka.
Ozvit seketika berusaha membuka bola matanya.
Silau....!.
Cahaya di atas kepalanya benar-benar menembak dan menembus langsung tiap lapisan matanya.
Laki-laki itu memejamkan bola matanya kembali untuk beberapa waktu, mencoba membiasakan diri agar terbiasa dengan warna silau di atas kepalanya.
"Sudah bukaan 4, bangun dan pergilah menunaikan kewajiban, setelah itu kembali kemari"
Dan suara itu kembali terdengar, kali ini benar-benar jelas.
Dia kenal betul suara tersebut, sudah begitu lama dia tidak mendengar nya, entah kapan kali terakhir Ozvit mendengar nya dia lupa.
Mungkin di masa sekolah menengah pertama nya atau .... ah entahlah.
Seolah-olah sadar akan sesuatu seketika Ozvit langsung membuka bola matanya, dia tidak lagi menghiraukan soal apapun saat ini, bahkan silau nya cahaya di atas kepalanya tidak dia pedulikan lagi.
"Mom...?!"
Laki-laki itu baru sadar siapa yang bicara dan mencoba membangunkan nya sejak tadi.
Oh...god, oh...god?!.
Secepat kilat Ozvit bangun dari tidur nya, dia memeluk wanita cantik dihadapan nya itu secepat kilat.
Ozvit fikir ada apa lagi ini? bukankah mereka berada didalam jurang, dia memeluk Hazel dan bersiap soal kematian mereka.
Dan kini kenapa dia??!.
Laki-laki itu melihat ke sekeliling nya.
Rumah saki!.
Dia fikir apa dia kembali bermimpi?!.
"Mom....mom...."
Seketika Ozvit terus memeluk Mommy nya dengan erat, dia fikir semua keadaan semakin membuat dirinya bingung, tapi jika ini bukan mimpi dia jelas begitu bersyukur kepada Allah.
Tiba-tiba dia ingat dengan seseorang.
"Hazel?!.
Dia mencari sosok sang istri dengan cepat.
"Sudah bukaan 4 sayang, pergilah menunaikan ibadah, Mommy akan menjaga Hazel, setelah itu kembali lah ke ruangan Hazel, dia dan calon putra kalian menunggu sejak tadi"
Ucap Mommy nya cepat sambil melebarkan senyuman nya.
"Ya?"
Ozvit jelas mengerutkan keningnya.
"Kamu begadang sejak kemarin, Mommy fikir kamu kelelahan, Daddy mu sebentar lagi datang bersama nenek Del Piero, Lusiana dan Dilara ada di ruangan bersama hazel, aku rasa mereka berdua juga lelah, kehamilan Dilara membuat perempuan itu sulit bergerak kesana-kemari saat ini"
Ucapan Mommy nya yang panjang lebar membuat bingung dirinya.
Ozvit masih berusaha untuk meraba-raba apa yang sebenarnya terjadi, bukankah seharusnya mereka berada di jurang?.
2 kali keadaan memaksakan mereka berada di tempat yang sama.
"Lalu Anushka dan Denish?"
Ozvit bertanya ke arah Mommy nya.
Wanita itu mengerutkan keningnya.
"Ya?!"
Ozvit berusaha mencerna tiap ucapan Mommy nya.
"Mommy Denish?"
"Tentu saja tidak ada, kamu ini kenapa? Denish sudah kehilangan Mommy nya sejak berusia 3 tahun"
"Low?"
"Dia yang mengurusi perusahaan saat ini sayang, ada apa dengan kamu? kamu membuat Mommy bingung"
"Apa dia sudah menikah?"
"Dia bujangan sejati, Daddy mu fikir sebaiknya mengenalkan Low pada Putri rekan bisnis nya"
Oke Ozvit berusaha untuk menetralisir detak jantung nya yang terus terpompa Dengan kencang Sejak tadi.
"Lalu uncle Jacob?"
Tanya Ozvit kemudian.
"Dia sedang berbulan madu dengan Erika, kau tahu Daddy Erika masih sulit menerima pernikahan mereka, dia berkata bisa-bisa nya teman nya menikahi putri nya sendiri"
Seketika Ozvit menelan membulatkan bola matanya.
"Lalu Melisa?"
Dan seketika Mommy nya memukul lengan Ozvit.
"Kamu ini sangat tidak sopan memanggil bibi muda kamu, meskipun sudah meninggal setelah melahirkan Erika, panggil dia dengan kata bibi"
Oceh Mommy nya cepat.
"Mommy fikir ada yang salah dengan kepala mu setelah bangun tidur, apa kamu bermimpi buruk?"
Wanita itu mendorong Ozvit agar keluar dari kamar dengan cepat.
"Pertanyaan kamu banyak yang tidak masuk akal, cepat ke mushola dan berwudhu, tunaikan ibadah kemudian temui Hazel, Mommy fikir waktu kelahiran nya semakin dekat"
Oke Ozvit fikir apa takdir telah berubah?!.
Seharusnya di masa lalu Daddy Erika sudah meninggal, Melisa yang hidup, dimasa dia bangun kini Melisa telah meninggal dan Daddy Erika yang masih hidup.
Tidak ada yang nama nya Anushka.
Denish tidak memiliki seorang ibu, Melia jelas tidak ada di kehidupan kali ini.
Low belum menikah.
Uncle Jacob bujang tua dan menikah dengan Erika, dan Daddy Erika adalah teman uncle Jacob nya.
Dilara adik Hazel.
Istri nya akan melahirkan putra mereka.
Dan Mama nya masih hidup.
Seluruh tatanan kehidupan berubah begitu saja.
Seketika Ozvit mematung ketika dia berada didalam sebuah ruangan wudhu musholla, Ozvit berusaha mencubit lengan nya untuk beberapa waktu, dia Fikir apakah dia sedang berhalusinasi dan bermimpi saat ini?!.
Begitu cubitan melesat.
Oh shi...t.
Rasanya begitu sakit.
Seketika dia terdiam, tidak terasa air mata nya tumpah secara perlahan.
Kun fayakun, tidak ada yang tidak mungkin jika Allah berkehendak.
“Sesungguhnya keadaannya apabila dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya ‘Jadilah!’ maka terjadilah ia. Maka maha suci Allah yang ditangan-Nya kekuasaan atas segala sesuatu dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan.” (QS. Yasin: 82-83)