Suami Kejam Yang Terlahir Kembali "Balas Dendam Sang Suami"

Suami Kejam Yang Terlahir Kembali "Balas Dendam Sang Suami"
Terlalu banyak kejutan yang dia dapatkan


Apartemen utama


Denish Lucifer


Delira tampak menatap bingung saat beberapa orang terlihat mengembangkan senyuman mereka ke arah dirinya ketika dia bangun dari tidur nya pagi-pagi sekali.


Mereka membawa Delira menuju ke ruangan kamar mandi besar bak tempat pemandian kerajaan yang belum pernah dia lihat sebelumnya, bahkan 2 perempuan melepaskan pakaian nya dan sibuk membersihkan tubuhnya.


"Aku bisa mandi sendiri, melakukan semuanya sendiri"


Delira jelas saja singkuh, dia fikir ada apa ini sebenarnya, dia benar-benar seperti orang sakit yang seolah-olah tidak bisa melakukan apa-apa sendiri.


"Maafkan kami Nona tapi ini adalah perintah dari tuan Denish"


Jawab salah seorang dari perempuan tersebut.


Perintah Danish?!.


Dilara jelas mengerutkan keningnya.


Dia fikir kenapa laki-laki itu mengirim beberapa perempuan untuk melayaninya bak seorang tuan putri.


beberapa kali dia merasa Singkuh saat beberapa bagian tubuhnya disentuh oleh perempuan-perempuan itu, mereka gosok tubuhnya dengan bahan-bahan yang tidak pernah dia temui selama ini, bahkan mereka seolah-olah mempermak tubuhnya dari ujung kepala hingga ke ujung kakinya.


Bahkan Dilara beberapa kali mencoba menutupi dadanya dan anggota tubuh lainnya, dia benar-benar merasa malu saat tubuhnya disentuh oleh orang-orang asing yang belum pernah dia temui.


Dalam seumur hidupnya satu-satunya orang yang pernah menyentuh tubuhnya hanya Mommy Denish dan bibi pelayan.


Lalu Denish pernah menyentuh kepala, pipi, wajah, memeluknya dan menyentuh bibirnya 2 kali, Selain itu tidak pernah ada yang pernah menyentuh dirinya.


Dan ketika tubuhnya disentuh orang lain Dilara rasanya benar-benar ingin menangis, dia cukup takut menghadapi semua itu.


Namun untungnya para perempuan itu memperlakukan dirinya dengan begitu lembut dan mengajaknya bicara seolah-olah paham dengan ketakutannya.


Hingga akhirnya dia melewati sesi mandi yang begitu lama di dalam sana, setelah selesai perempuan-perempuan itu membawanya ke ruangan depan.


Kemudian giliran wajahnya yang entah akan diapakan dia tidak paham, cukup lama wajahnya diberikan berbagai macam sentuhan-sentuhan yang tidak dia mengerti, lantas setelah itu dia dipakaikan sebuah pakaian mewah bak seorang tuan putri.


Dia juga dipakaikan sebuah sepatu indah yang dalam seumur hidupnya baru kali ini dia dapatkan.


"Ini begitu sempurna"


Perempuan-perempuan itu berkata sambil menatap takjub karena wajahnya, seolah-olah mereka baru saja melihat satu patung dewi Yunani yang terpahat dengan sempurna.


"Sempurna"


"Aku tidak heran tuan Denish bisa jatuh cinta padamu"


"Ya?"


Denish jatuh cinta pada nya?.


Mendengar kata-kata itu jelas membuat dia tersipu malu dan merasa bahagia.


"Anda bisa menunggu disini hingga waktu nya tiba, keluarga Anda akan datang sejenak lagi"


Ucap perempuan di sisi kanan.


"Maksudnya kak?".


Dilara jelas bertanya bingung mendengar ucapan perempuan itu.


Alih-alih menjawab perempuan itu malah mengembangkan senyuman nya.


"Mereka sudah datang"


Setelah berkata begitu tahu-tahu seorang laki-laki yang berusia sekitar 40 tahunan tampak berdiri didepan pintu berjalan kearah nya sambil menatap dirinya dengan bola mata berkaca-kaca.


"Oh God"


Laki-laki itu bicara sambil menatap kearah nya dengan pandangan tidak percaya.


kemudian tahu-tahu seorang perempuan cantik yang usianya lebih tua dari dirinya masuk juga ke dalam ruangan itu, berjalan dengan tergesa-gesa menatap dirinya dengan bola mata berkaca-kaca.


"Oh my god"


Perempuan itu bicara lantas menyambar tubuh nya dengan cepat.


Dilara jelas terpaku, dia mengerjapkan bola mata nya beberapa kali, pelukan itu terasa begitu hangat dan lembut, tidak tahu kenapa tiba-tiba jutaan kerinduan menghantam dirinya saat perempuan itu terus memeluk dirinya.


"Kalian siapa?"


Dilara jelas bertanya bingung sambil mengerutkan keningnya masih dalam posisi perempuan dihadapan nya itu memeluk erat dirinya.


Baginya terlalu banyak hal yang membingungkan terjadi sejak kemarin.


Seolah-olah dia mendapat kan kehidupan baru yang begitu mengejutkan.


"Laki-laki itu adalah adik Daddy mu, dan perempuan itu adakah saudara perempuan mu"


Tiba-tiba suara Denish memenuhi ruangan tersebut.


Mendengar ucapan Denish Seketika Dilara membeku, dia mencoba untuk menatap sosok Denish yang terdiri dengan penampilan gagah perkasa nya tepat didepan pintu masuk ruangan tersebut.


"Ya?"