
Ozvit tersentak di dalam tidurnya, dia terbangun dari tidurnya setelah terlelap beberapa jam lama nya, seperti biasa dia sulit sekali tertidur belakangan ini.
Dia masih belum tenang jika belum melewati malam tragedi itu, bagi nya setelah melewati tanggal seperti dimasa lalu, dia mungkin baru bisa tidur dengan baik.
Realita nya dia harus menunggu hingga malam berikutnya tiba.
Ozvit melirik ke arah jam di atas nakas disamping tempat tidur nya, pukul 06.10 am, dia fikir inj kali pertama dia bangun telat dari biasa nya, mengingat dia tidur pukul 4 lebih pagi ini.
Biasanya dia memeluk erat tubuh Hazel dan mencoba terus mencium aroma
Laki-laki itu mencoba meraba disisi kanan nya, mencari sang istri yang biasanya tidak dia izinkan bangun sebelum dia siap untuk beranjak dari tidurnya.
Namun Ozvit langsung membulatkan bola matanya saat dia menyadari soal sesuatu, hazel tidak ada di samping nya.
"Sayang? baby?"
Seketika Ozvit bangun dari tidur nya.
laki-laki itu tampak mengerutkan keningnya saat dia tidak mendapati sang istri di dalam kamar mereka.
"Baby?"
Awal nya Ozvit masih berusaha menetralisir Detak jantung nya, dia tidak mau membuat praduga yang tidak-tidak, dia fikir mungkin sang istri ada di kamar mandi, di lantai bawah atau di dapur mereka.
Tapi saat dia sama sekali tidak menemukan sosok perempuan itu, seketika Ozvit mendadak panik.
"Hazellll"
Teriakan nya pagi ini memecah keheningan pagi.
"Dimana istri ku?"
ini pertama kalinya dia menjadi begitu panik, dia belum pernah merasa setakut ini dalam seumur hidup nya.
Mansion utama Ozvit Del Piero pecah Seketika, semua orang bangun dalam keadaan panik luar biasa.
Ozvit masih berharap ini baik-baik saja, hazel mungkin pergi keluar membeli sesuatu.
Tapi tidak ada satu mobil pim yang keluar dari garasi, bahkan motor dan sepeda pun tidak bergeser dari tempatnya.
Dia mencoba menghubungi handphone Hazel, tapi realita nya handphone nya mati dan tidak bisa dihubungi.
Ini bukan lagi masuk dalam katagori main-main, istrinya bukan keluar,pergi atau kemanapun, sesuatu yang buruk pasti terjadi.
Hari ini, yah hari ini, tepat di tanggal yang sama istrinya menghilang dari pandangan nya.
Brakkkkkk
Ozvit menghantam satu tubuh anak buah nya, dia marah begitu marah sekali.
Bola mata nya saat ini memerah, rahangnya mengeras, gigi nya jelas saling mengerat dengan sempurna.
Dia mencoba menetralisir emosinya, laki-laki itu meraih sebuah pistol yang ada di atas meja, dia mulai mengisi pistol tersebut dengan peluru nya satu persatu.
"Cari istri ku dan temukan dia hidup-hidup, jika sesuatu terjadi pada nya maka aku pastikan kematian kalian akan semakin mendekat sesuai hitungan waktu"
Semua orang jelas ketakutan, mereka tahu bagaimana Ozvit selama ini.
Laki-laki itu tidak enggan menghabisi siapapun yang dia inginkan.
Mereka jelas menyalahkan diri mereka masing-masing, kenapa begitu ceroboh hingga bisa kecolongan, padahal sang tuan selalu berkata awasi mata mereka dari sosok istri nya.
Saat Ozvit mencoba mengarahkan pistol nya pada salah satu dari mereka, seketika mereka membeku.
Tapi tiba-tiba seseorang menyeruak masuk dari arah pintu depan.
"Kita menemukan Istri mu"
Mahira bicara cepat, dia menatap khawatir kearah Ozvit.
"Apa ada yang tidak aku ketahui?"
Ozvit menaikkan ujung alisnya.
"Aku fikir ini buruk, Anushka mengejar Hazel saat melihat seseorang membawa nya pagi ini"
Ucap perempuan itu cepat.
"Apa?"
Seketika Ozvit tercekat.