
Kamar utama
Keluarga Del Piero
Ozvit sejak tadi tampak begitu gusar saat sang dokter keluarga memeriksa kondisi tubuh istri nya.
Dia tidak pernah se khawatir ini sebelum nya, bahkan di kehidupan sebelumnya hal seperti ini jelas tidak pernah terjadi, Ozvit jelas bukan laki-laki yang mau menghabiskan waktu mengkhawatirkan persoalan perempuan.
Tapi kali ini hazel mampu menjungkirbalikkan dunia nya bahkan dirinya, dia jelas panik setengah mati, bagi nya sekarang Hazel merupakan ½ dari kehidupan nya, jika sesuatu yang buruk terjadi pada perempuan itu, dia fikir untuk apa lagi dia kembali mengulang waktu nya saat ini.
Dan pemikiran-pemikiran buruk jelas terus menghantam laki-laki tersebut hingga kini.
Ozvit meraup kasar wajah nya, masih menunggu dengan tidak sabaran apa yang Akan dikatakan dokter di dalam sana nanti.
Bagaimana kondisi istri nya, apalah ada penyakit aneh yang diderita Hazel tanpa Ozvit sadari.
Otak kepalanya benar-benar terasa kacau saat ini.
Lusiana yang melihat kekacauan di diri kakak nya langsung mendekati laki-laki itu, dia mencoba membuat suasana hati laki-laki itu agar menjadi sedikit lebih tenang.
"Jangan khawatir kak, semua pasti baik-baik saja"
Ucap Lusiana pelan sambil menepuk lembut punggung Ozvit.
"Aku fikir kak Hazel hanya merasa kelelahan saja"
Ucap Lusiana lagi.
Ozvit menoleh ke arah nya sejenak, kemudian laki-laki itu menghela pelan nafasnya.
"Aku sudah bilang pada nya agar beristirahat untuk beberapa waktu, wajahnya terlihat pucat dan tubuh nya sedikit agak kurusan"
Ucap Ozvit pelan.
Laki-laki itu menundukkan kepalanya untuk beberapa waktu.
Melihat ekspresi kakak nya Lusiana Tampak diam, Secara perlahan perempuan itu menatap ke arah depan.
"Kakak seperti nya benar-benar jatuh cinta pada kakak ipar?"
Tanya Lusiana sambil mengembangkan senyuman.
Dia cukup tidak percaya laki-laki dingin tidak berhati itu bisa benar-benar jatuh cinta pada istri nya yang di sejak awal di jodohkan dengan kakaknya itu.
Dimasa kemarin Ozvit selalu menolak perjodohan itu, bahkan dia terus menolak kehadiran Hazel.
Tapi sekarang bisa dia lihat bagaimana perlakuan kakak nya pada perempuan itu?!.
Bahkan bisa jadi kakaknya bisa mengorbankan nyawanya sendiri demi sang istri.
"Aku tidak jatuh cinta pada nya, tapi aku mencintai dirinya. Sebab ada perbedaan signifikan antara jatuh cinta dan mencintai seseorang"
Ucap laki-laki itu pelan.
Ozvit tampak ikut menatap ke arah depan, mereka duduk di samping pintu kamar dimana Hazel tengah di periksa oleh sang dokter pribadi keluarga mereka.
"Saat mencintai, kamu ingin dia selalu bahagia. Kamu memberikan rasa percaya, menghargai keputusannya, dan menjadikan dia sebagai prioritas utama di dalam hidup kamu"
"Sedang kan jatuh cinta, kamu merasa harus selalu bersamanya. Kamu menginginkannya untuk memenuhi kebahagiaan kamu saja"
"Ketika kami mencintai yang menjadi prioritasmu adalah untuk terus memupuk waktu yang berkualitas dengannya. tidak sekadar hanya ingin melihatnya di sisimu"
"Lain halnya saat jatuh cinta, kamu sudah puas hanya dengan melihatnya di sisimu. Meski tanpa ada tujuan dan komitmen yang jelas"
Lanjut Ozvit lagi.
"Bagi ku Hazel merupakan prioritas utama ku saat ini, tidak ada hal yang aku kejar di dunia ini kecuali terus berfikir untuk membahagiakan diri nya"
Mendengar ucapan kakak nya seketika Lusiana mengembang kan senyuman nya.
Sepersekian detik kemudian tiba-tiba dokter pribadi keluarga mereka terlihat keluar dari dalam kamar Tersebut, Ozvit seketika langsung berdiri dan mendekati laki-laki tersebut.
"Apa yang terjadi?"
Dia bertanya dengan perasaan berdebar-debar, masih terus takut jika hal buruk terjadi pada sang istri.
Tahu-tahu seulas senyuman hadir dibalik wajah dokter tersebut, dia menyentuh bahu Ozvit sambil berkata.
"Kamu akan jadi seorang Ayah, nak"
Ucap laki-laki itu pelan.
Mendengar ucapan laki-laki paruh baya itu, seketika Ozvit terkejut bukan main.
"Apa?"
Jantung Ozvit seketika berdetak 10x lebih kencang dari sebelumnya, dia mencoba memasang kembali indera pendengaran nya, takut jika dia salah mendengar ucapan laki-laki itu Barusan.
"Istri kamu hamil, usahakan agar memperbanyak waktu istirahat, jangan terlalu lelah dan jangan lupa konsumsi sayuran juga buahan-buahan segar"
Ucap laki-laki itu kemudian.
Seketika tawa bahagia tercetak di Balik wajah laki-laki tersebut.
Lusiana tidak kalah bahagia mendengar berita soal kehamilan sang kakak ipar nya itu.