Suami Kejam Yang Terlahir Kembali "Balas Dendam Sang Suami"

Suami Kejam Yang Terlahir Kembali "Balas Dendam Sang Suami"
Tidak mau kehilangan dirinya lagi


Masih di Tengah hutan


Pinggiran kota xxxxxxx


Begitu hujan diyakini Denish mereda, laki-laki itu dengan cepat membereskan pakaian Dilara dan beberapa barang lainnya.


Masih dengan kondisi luka yang jelas masih cukup parah Danis terus bergerak meletakkan barang dilarang ke dalam mobil yang telah disiapkannya sejak Minggu kemarin di dalam bagasi samping.


Denish telah memperhitungkan jika semua akan jadi seperti ini dia tahu hari ini akan tiba di mana Ozvit dan Hazel akan menyadari rencana licik Mommy nya.


sekelebat ingatan dimana dia dan Hazel bicara hari itu kembali terpatri di dalam ingatannya.


"Bergeraklah dan buat perencanaan yang matang ketika Mommy ku menghubungimu, percayalah saat itu akan tiba cepat atau lambat"


Ucap Denish cepat.


"Kau ingin menjebak Mommy mu sendiri?"


Hazel jelas bertanya sambil mengerutkan keningnya.


"Aku tidak punya cara lain untuk menyadarkan nya"


Denish bicara sambil menarik pelan nafasnya.


"Lalu apa yang kau dapatkan dengan memberikan informasi seperti ini padaku?"


Tanya Hazel sambil menatap dalam bola matanya.


"Sebuah kebebasan yang begitu mahal"


Jawab Denish cepat.


Sejenak mereka berdua terdiam tidak saling bicara untuk waktu yang cukup lama.


"Apa ada hal lain lagi yang kamu sembunyikan dariku? atau ada yang ingin kamu sampaikan padaku soal sesuatu?"


Hazel bertanya padanya sambil menatap dalam bola matanya, pandangan perempuan itu menyiratkan sebuah pertanyaan besar seolah-olah ingin menanyakan suatu hal.


Tapi bisa Denis lihat lidah itu cukup kelu untuk bertanya.


"Tidak ada"


Sejujurnya ada satu hal yang ingin Denish sampaikan, tapi Denish jelas tidak bisa melakukannya.


Dilara!.


Gadis itu adalah putri bungsu keluarga Ursula, adik kandung Hazel.


Dia tidak bisa memberikan gadis itu pada siapapun, terdengar egois, tapi bagi Denish Dilara adalah satu-satunya alasan untuk bertahan hingga hari ini.


Dia tidak benar-benar bersama Anushka, Mommy nya merencanakan segala sesuatu soal mereka, membuat mereka agar bersama, menyakiti Low yang jatuh cinta pada Anushka, membiarkan laki-laki itu seolah-olah melihat gadis yang disukai nya adalah milik orang lain.


Menyakiti hazel, seolah-olah selain Anushka bermain bersama Ozvit, gadis itu juga bermain bersama dirinya.


Mommy nya mengatur siasat sempurna untuk membuat semua hati terluka, membuat dirinya dan Anushka Benar-benar menikah, dan berujung menyakiti Dilara jika sudah waktunya.


Bahkan karena urusan dendam dari orang lain, sang Mommy dan seseorang dibelakang mereka merencanakan untuk menjual Dilara ke sebuah Klub malam khusus pelelangan, mereka berkata akan menjual nya pada seorang boz kartel narkoba.


Mendengar pembicaraan itu, Denish pada akhirnya terpaksa membuat rencana, membiar kan hazel menyusun rencana, membawa Ozvit masuk ke dalam rencana, menangkap semua orang yang berencana menyingkir kan hazel, low dan Ozvit.


Dan ketika rencana itu berhasil, Denish akan membawa Dilara keluar dari tengah hutan, dia akan membawa gadis itu pergi menjauh dari dunia yang mengerikan untuk mereka.


"Kak?"


Dilara mengejutkan pemikiran nya, gadis itu terlihat bingung saat melihat Denish membereskan semua barang-barang nya, meminta nya agar segera masuk kedalam mobil yang di titipkan Danish sejak Minggu kemarin disana.


Denish secepat kilat meraih wajah Dilara, dia menyentuh lembut Wajah itu lantas berkata.


"Kita akan pergi dari sini"


Seketika Dilara tercekat saat Denish berkata mereka akan pergi dari sana.


Sekelebat ingatan mengerikan saat Mommy Denish menyiksa Denish, menggantung laki-laki itu, memukulnya bahkan mencekiknya dengan begitu brutal dan membabi buta ketika Denish mencoba menyelamatkan diri nya Dimasa lalu kembali Menghantam ingatan nya.


Dilara jelas mundur beberapa langkah, dia menggelengkan cepat kepala.


"Tidak...aku tidak mau"


Dia lebih baik hidup disana dalam seumur hidup nya dari pada kehilangan laki-laki dihadapan nya.


Dia bagaimana bisa hidup tanpa Denish, baginya satu-satunya orang yang tersisa mau menggenggam erat tangan nya hanya Denish.


Jika mereka mencoba melarikan diri lagi dan ketahuan oleh Mommy Denish, maka bisa dia pastikan hal buruk akan terjadi pada laki-laki itu.


"Aku tidak mau"


Dilara terus menggelengkan kepalanya, air mata nya Seketika tumpah tanpa bisa dia bendung lagi.


"Aku tidak mau kehilangan kakak untuk yang kedua kalinya, aku tidak mau pergi dari sini ."


Ucap nya terus berulang kali.


"No...semua akan baik-baik saja, percayalah"


Denish mencoba menyakinkan Dilara, tapi gadis itu semakin memundurkan langkah kakinya.